JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Nasib nahas menimpa WGM, 55, saat membongkar bangunan kios baksonya di kawasan Ciracas, Jakarta Timur. Bangunan itu tiba-tiba ambruk dan menimpa tubuhnya hingga korban terjepit di antara reruntuhan.
Beruntung, petugas pemadam kebakaran bergerak cepat mengevakuasi korban. Setelah terkurung selama beberapa waktu, WGM akhirnya berhasil dikeluarkan dalam kondisi sadar dan selamat.
Peristiwa tersebut terjadi di Jalan Masjid At-Taufiq, RT 09 RW 11, Kelurahan Kelapa Dua Wetan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (22/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Seksi Operasi Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur, Abdul Wahid, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian pada pukul 11.32 WIB.
“Objek evakuasi orang tertimpa bangunan runtuh,” kata Abdul Wahid, Kamis (22/10/2026).
Menurut keterangan petugas, WGM sedang membongkar bangunan ketika bagian bangunan di atasnya mendadak roboh. Korban tidak sempat menghindar hingga tubuhnya terjepit reruntuhan.
Dugaan awal menyebut pembongkaran pilar penopang mungkin menyebabkan bangunan kehilangan kestabilan. Namun, penyebab pasti keruntuhan tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan lebih lanjut.
Terjepit Reruntuhan, Lima Personel Damkar Turun Tangan
Setelah menerima laporan, sedikitnya lima personel Gulkarmat Jakarta Timur segera mendatangi lokasi untuk melakukan penyelamatan.
Petugas memulai proses evakuasi pada pukul 11.43 WIB. Mereka harus bekerja hati-hati agar dapat mengeluarkan korban dari bawah reruntuhan tanpa memperparah kondisinya.
Petugas akhirnya berhasil mengevakuasi WGM pada pukul 12.05 WIB, sekitar 22 menit setelah proses penyelamatan dimulai.
Tim menggunakan lifting air bag atau kantong udara pengangkat untuk membantu mengangkat bagian bangunan yang menjepit korban.
“Korban sudah bisa dievakuasi dengan selamat dalam kondisi sadar. Korban berhasil dievakuasi menggunakan lifting air bag,” jelas Abdul Wahid.
Setelah berhasil dikeluarkan, korban langsung menjalani pemeriksaan medis. Keterangan yang tersedia menyebut WGM dalam kondisi sadar saat dievakuasi.
Meski demikian, informasi mengenai kondisi lanjutan korban setelah pemeriksaan medis belum tercantum dalam keterangan yang tersedia.
Pembongkaran Bangunan Tak Boleh Sembarangan
Insiden ini menjadi pengingat bahwa pembongkaran bangunan memiliki risiko serius, terutama ketika pekerja tidak mengetahui susunan dan fungsi struktur penopang.
Pilar atau kolom tertentu berfungsi menyalurkan beban bangunan. Jika bagian tersebut dibongkar tanpa perencanaan yang tepat, kestabilan struktur dapat terganggu dan memicu keruntuhan mendadak.
Karena itu, pemilik bangunan sebaiknya tidak membongkar kolom, balok, atau bagian struktural lainnya secara mandiri.
Sebelum pekerjaan dimulai, kondisi bangunan perlu diperiksa tenaga ahli dan proses pembongkaran dilakukan dengan metode yang aman.
Pekerja juga harus menggunakan alat pelindung diri, mengosongkan area berbahaya, serta memastikan tidak ada orang di bawah atau di dekat bagian bangunan yang berpotensi runtuh. **
Editor : Hadwan













