JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Saat kita berjalan di hutan lindung dan melihat pohon raksasa, kita sering merasa kerdil. Kita menganggap pohon-pohon itu sebagai saksi sejarah yang paling tua di muka bumi. Namun, anggapan itu ternyata salah besar.
Di kedalaman samudra, berenang makhluk yang jauh lebih “senior” daripada hutan mana pun di daratan. Makhluk itu adalah hiu.
Fakta ini mungkin terdengar tidak masuk akal atau mengacaukan logika kita. Bagaimana mungkin predator kompleks seperti hiu ada lebih dulu daripada tumbuhan kayu yang tampak sederhana? Ternyata, catatan fosil menceritakan kisah yang sangat mengejutkan.
Senioritas 50 Juta Tahun
Mari kita lihat datanya. Fosil tertua yang ilmuwan identifikasi sebagai hiu berasal dari sekitar 400 hingga 450 juta tahun yang lalu. Artinya, nenek moyang hiu sudah menguasai lautan jauh sebelum dinosaurus menginjakkan kaki di Bumi.
Sebaliknya, pohon pertama (Archaeopteris) baru muncul di catatan fosil sekitar 350 juta tahun yang lalu. Jadi, hiu sudah berenang-renang santai setidaknya 50 juta tahun sebelum ada satu batang pohon pun yang tumbuh menjulang di daratan.
Bumi Tanpa Pohon: Planet Jamur
Lantas, seperti apa rupa daratan Bumi saat hiu pertama kali muncul? Pemandangannya pasti sangat asing bagi mata kita.
Daratan saat itu belum memiliki hutan hijau. Justru, permukaan Bumi didominasi oleh organisme aneh bernama Prototaxites. Benda ini adalah jamur raksasa yang tingginya bisa mencapai 8 meter.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bayangkan, hiu berenang di laut purba, sementara di darat hanya ada hamparan lumut dan pilar-pilar jamur raksasa. Ekosistem Bumi kala itu benar-benar berbeda dari dunia yang kita kenal sekarang.
Lebih Tua dari Cincin Saturnus
Fakta mencengangkan tidak berhenti di situ. Hiu bahkan kemungkinan besar lebih tua daripada salah satu ikon tata surya kita: cincin Saturnus.
Banyak astronom memperkirakan cincin megah Saturnus baru terbentuk sekitar 10 hingga 100 juta tahun yang lalu. Padahal, hiu sudah ada sejak 400 juta tahun lalu.
Oleh karena itu, secara teknis, hiu telah menyaksikan (dari kejauhan) momen ketika Saturnus masih “polos” tanpa cincin. Predator laut ini adalah saksi bisu dari perubahan kosmik yang luar biasa.
Sang Penyintas Kiamat
Pada akhirnya, hiu bukan sekadar fosil hidup. Mereka adalah definisi sejati dari penyintas atau survivor.
Spesies ini telah berhasil melewati empat dari lima peristiwa kepunahan massal terbesar dalam sejarah Bumi. Hiu selamat dari “Kematian Besar” (The Great Dying) pada zaman Permian yang memusnahkan 96% kehidupan laut. Bahkan, mereka selamat dari hantaman asteroid yang membunuh seluruh dinosaurus.
Maka, kita harus menaruh hormat pada predator ini. Pohon mungkin tinggi menjulang, tetapi hiu memiliki ketangguhan evolusi yang tak tertandingi oleh makhluk lain.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia



















