Hiu Lebih Tua dari Pohon: Garis Waktu Evolusi yang Mengacaukan Logika

Jumat, 5 Desember 2025 - 15:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Hiu sudah berenang jauh sebelum ada satu pun pohon berdiri di Bumi. Simak fakta gila tentang

Ilustrasi, Hiu sudah berenang jauh sebelum ada satu pun pohon berdiri di Bumi. Simak fakta gila tentang "senioritas" hiu yang mengalahkan hutan dan cincin Saturnus. Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Saat kita berjalan di hutan lindung dan melihat pohon raksasa, kita sering merasa kerdil. Kita menganggap pohon-pohon itu sebagai saksi sejarah yang paling tua di muka bumi. Namun, anggapan itu ternyata salah besar.

Di kedalaman samudra, berenang makhluk yang jauh lebih “senior” daripada hutan mana pun di daratan. Makhluk itu adalah hiu.

Fakta ini mungkin terdengar tidak masuk akal atau mengacaukan logika kita. Bagaimana mungkin predator kompleks seperti hiu ada lebih dulu daripada tumbuhan kayu yang tampak sederhana? Ternyata, catatan fosil menceritakan kisah yang sangat mengejutkan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Senioritas 50 Juta Tahun

Mari kita lihat datanya. Fosil tertua yang ilmuwan identifikasi sebagai hiu berasal dari sekitar 400 hingga 450 juta tahun yang lalu. Artinya, nenek moyang hiu sudah menguasai lautan jauh sebelum dinosaurus menginjakkan kaki di Bumi.

Baca Juga :  Bukit Pasir yang Bernyanyi dan Berjalan, Ancaman Indah

Sebaliknya, pohon pertama (Archaeopteris) baru muncul di catatan fosil sekitar 350 juta tahun yang lalu. Jadi, hiu sudah berenang-renang santai setidaknya 50 juta tahun sebelum ada satu batang pohon pun yang tumbuh menjulang di daratan.

Bumi Tanpa Pohon: Planet Jamur

Lantas, seperti apa rupa daratan Bumi saat hiu pertama kali muncul? Pemandangannya pasti sangat asing bagi mata kita.

Daratan saat itu belum memiliki hutan hijau. Justru, permukaan Bumi didominasi oleh organisme aneh bernama Prototaxites. Benda ini adalah jamur raksasa yang tingginya bisa mencapai 8 meter.

Bayangkan, hiu berenang di laut purba, sementara di darat hanya ada hamparan lumut dan pilar-pilar jamur raksasa. Ekosistem Bumi kala itu benar-benar berbeda dari dunia yang kita kenal sekarang.

Lebih Tua dari Cincin Saturnus

Fakta mencengangkan tidak berhenti di situ. Hiu bahkan kemungkinan besar lebih tua daripada salah satu ikon tata surya kita: cincin Saturnus.

Baca Juga :  Hukum Tiga Tahap: Evolusi Pemikiran Manusia dari Teologis ke Positif

Banyak astronom memperkirakan cincin megah Saturnus baru terbentuk sekitar 10 hingga 100 juta tahun yang lalu. Padahal, hiu sudah ada sejak 400 juta tahun lalu.

Oleh karena itu, secara teknis, hiu telah menyaksikan (dari kejauhan) momen ketika Saturnus masih “polos” tanpa cincin. Predator laut ini adalah saksi bisu dari perubahan kosmik yang luar biasa.

Sang Penyintas Kiamat

Pada akhirnya, hiu bukan sekadar fosil hidup. Mereka adalah definisi sejati dari penyintas atau survivor.

Spesies ini telah berhasil melewati empat dari lima peristiwa kepunahan massal terbesar dalam sejarah Bumi. Hiu selamat dari “Kematian Besar” (The Great Dying) pada zaman Permian yang memusnahkan 96% kehidupan laut. Bahkan, mereka selamat dari hantaman asteroid yang membunuh seluruh dinosaurus.

Maka, kita harus menaruh hormat pada predator ini. Pohon mungkin tinggi menjulang, tetapi hiu memiliki ketangguhan evolusi yang tak tertandingi oleh makhluk lain.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap
Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak
Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa
Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar
Kapal Mati Mesin di Perairan Pulau Pari, Gulkarmat Evakuasi 150 Penumpang
Home Industry Vape THC di Bali Terbongkar, Omzet Diduga Capai Rp300 Miliar
TPA Jatiwaringin Tangerang Terbakar 15 Hektare, BNPB: 40 Persen Api Sudah Padam

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 20:17 WIB

Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang

Sabtu, 18 Juli 2026 - 19:13 WIB

Trump Ancam Kanada dengan Tarif Baru Akibat Asap

Selasa, 7 Juli 2026 - 21:55 WIB

Tarumajaya Bekasi Penuhi Sampah dan Genangan, Warga Desak Dedi Mulyadi Bertindak

Senin, 6 Juli 2026 - 05:24 WIB

Polisi Ringkus Pemotor Ninja RR yang Tampar Pengendara di Jagakarsa

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Berita Terbaru

Langkah baru pengembangan game Soulslike. Sutradara Xia Siyuan mendirikan studio Chengdu Indolphinity guna menggarap sekuel Wuchang: Fallen Feathers bersama 505 Games. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Penerbit 505 Games Resmi Mengumumkan Sekuel Wuchang

Jumat, 31 Jul 2026 - 06:03 WIB

Langkah taktis amankan benteng udara. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menemui Donald Trump di Washington guna membahas produksi mandiri rudal Patriot. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Zelenskyy dan Trump Gelar Pertemuan Penting di Gedung Putih

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:12 WIB