UMKM Indonesia Berpeluang Tembus Pasar Global, Ini Strategi Mendag di APEC

Rabu, 4 November 2026 - 20:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengikuti pertemuan tingkat menteri APEC ke-37 secara daring. (Posnews/Kemendag)

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengikuti pertemuan tingkat menteri APEC ke-37 secara daring. (Posnews/Kemendag)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Perdagangan Budi Santoso mendorong integrasi ekonomi Asia-Pasifik yang lebih inklusif.

Dia ingin negara berkembang dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) ikut menikmati manfaat perdagangan, investasi, serta kemajuan teknologi.

Menurut Budi, kerja sama regional harus membuka lebih banyak peluang usaha. Selain memperlancar perdagangan, integrasi ekonomi perlu memperkuat konektivitas dan ketahanan rantai pasok.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara itu, transformasi digital, inovasi, dan industri hijau dapat meningkatkan produktivitas sekaligus membuka pasar baru.

Hal tersebut disampaikan Budi dalam Sesi Kedua Pertemuan Tingkat Menteri ke-37 Kerja Sama Ekonomi Asia Pasifik (37th APEC Ministerial Meeting/AMM) secara daring, Selasa malam (3/11/2026).

“Indonesia menekankan bahwa berbagai manfaat tersebut harus menjangkau ekonomi berkembang dan UMKM. Kita perlu memperkuat partisipasi mereka dalam rantai nilai regional dan global agar keduanya dapat melangkah melalui cakupan dari lokal menuju global. Mari kita bersama-sama memastikan integrasi ekonomi dapat menghasilkan peluang pertumbuhan baru yang inklusif dan berkelanjutan bagi kawasan,” kata Budi.

Indonesia Perkuat Akses UMKM ke Pasar Internasional

Budi menegaskan, Indonesia mendukung penguatan integrasi ekonomi melalui Putrajaya Vision 2040 dan pengembangan Free Trade Area of the Asia-Pacific (FTAAP).

Baca Juga :  Jakarta Muslim Fashion Week 2026 Raup Rp122 Miliar, Indonesia Calon Pusat Modest Fashion Dunia

FTAAP merupakan agenda jangka panjang untuk memperdalam integrasi perdagangan kawasan Asia-Pasifik.

Untuk mewujudkannya, APEC perlu memperkuat riset kebijakan, pemetaan rantai pasok, pertukaran informasi, dan peningkatan kapasitas setiap ekonomi anggota.

“Berbagai inisiatif ini perlu mempertimbangkan kondisi pasar (market-driven), memanfaatkan berbagai perjanjian perdagangan regional yang ada, serta memperhatikan perbedaan kapasitas dan prioritas masing-masing ekonomi,” ujarnya.

APEC Bahas AI, Logistik, dan Perdagangan Digital

Pertemuan AMM ke-37 dibuka Menteri Perdagangan Tiongkok Wang Wentao bersama Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi.

Para menteri membahas sejumlah agenda strategis, antara lain penguatan perdagangan dunia, pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang aman, efisiensi logistik, pemberdayaan UMKM, transisi energi, dan pemberantasan korupsi.

Pertemuan juga mengevaluasi pelaksanaan Aotearoa Plan of Action selama lima tahun terakhir. Hasil pembahasan selanjutnya dibawa ke KTT APEC pada 18–19 November 2026.

Dalam forum tersebut, Wang Wentao mengajukan tiga langkah untuk memperkuat ekonomi Asia-Pasifik.

Pertama, mempercepat agenda FTAAP melalui dialog perdagangan, penyelarasan aturan, serta pengurangan hambatan perdagangan dan investasi.

Kedua, memperkuat rantai pasok melalui perbaikan iklim usaha, keterbukaan investasi, dan dialog pemerintah dengan sektor swasta.

Ketiga, memperluas penggunaan teknologi untuk meningkatkan efisiensi perdagangan. Upaya tersebut mencakup pengembangan AI, digitalisasi, dan pemanfaatan dokumen perdagangan elektronik.

Indonesia Dorong Reformasi WTO

Selain integrasi regional, Budi menekankan pentingnya memperkuat sistem perdagangan multilateral melalui Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

Baca Juga :  Lomba Diskon dan Digitalisasi Mal di Jakarta, Pramono Anung Semarakkan Nataru 2026

Indonesia mendorong reformasi WTO agar tetap mengutamakan kepentingan anggota dan pengambilan keputusan berdasarkan konsensus.

Indonesia juga meminta agar perlakuan khusus dan berbeda (Special and Differential Treatment/S&DT) bagi negara berkembang tetap menjadi bagian penting dalam sistem perdagangan internasional.

Selain itu, Indonesia mendukung pemulihan sistem penyelesaian sengketa dua tingkat (two-tier dispute settlement) WTO. Langkah ini dinilai penting untuk membangun kembali kepercayaan terhadap aturan perdagangan dunia.

Budi juga menyoroti perlunya kebijakan perdagangan yang seimbang dalam sektor perikanan, pertanian, dan perdagangan elektronik.

Kebijakan tersebut harus memperhatikan keberlanjutan, pembangunan, ketahanan pangan, serta ruang kebijakan bagi negara berkembang.

“APEC dapat melengkapi berbagai upaya ini melalui kerja sama praktis dan dialog,” imbuhnya.

APEC merupakan forum kerja sama ekonomi yang melibatkan 21 ekonomi di kawasan Asia-Pasifik. Forum ini mendorong pertumbuhan melalui perdagangan, investasi, dan peningkatan konektivitas.

Meski keputusan APEC bersifat sukarela dan tidak mengikat (non-binding), forum tersebut menjadi wadah koordinasi dan komitmen bersama untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang terbuka, inklusif, dan berkelanjutan.

Melalui penguatan kerja sama ini, Indonesia berharap UMKM semakin mudah memperluas pasar, meningkatkan daya saing, dan masuk ke rantai perdagangan global. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musik Indonesia Berpeluang Mendunia, Ekspor Alat Musik Capai Rp6,2 Triliun
AS Jadi Pasar Strategis RI, Surplus Dagang Capai US$12,47 Miliar dalam 8 Bulan
Fesyen Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp20,25 Miliar di Arab Saudi
Kriya Jogja Punya Peluang Mendunia, 215 UMKM Dibekali Strategi Ekspor
Sambal Hijau Badendeng Bikin Pengunjung Senegal Ketagihan di Pangan Nusa Expo 2026
Gula Aren hingga Bumbu Nusantara Dilirik Buyer Asing, S’RASA Bidik Pasar Jepang
TEI 2026 Diikuti 151 Negara, Kemendag Kawal Kesepakatan Ekspor hingga Terealisasi
Cuma Mulai dari 8 Botol, UMKM Papua Ini Kini Tembus 100 Gerai

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 20:17 WIB

UMKM Indonesia Berpeluang Tembus Pasar Global, Ini Strategi Mendag di APEC

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Musik Indonesia Berpeluang Mendunia, Ekspor Alat Musik Capai Rp6,2 Triliun

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:58 WIB

AS Jadi Pasar Strategis RI, Surplus Dagang Capai US$12,47 Miliar dalam 8 Bulan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Fesyen Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp20,25 Miliar di Arab Saudi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Kriya Jogja Punya Peluang Mendunia, 215 UMKM Dibekali Strategi Ekspor

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. (Posnews/Kominfo)

JABODETABEK

3.418 PNS Baru DKI Diingatkan Pramono soal Etika Bermedsos

Rabu, 4 Nov 2026 - 19:51 WIB