Indonesia Dikepung 3 Siklon, BMKG Peringatkan Hujan Ekstrem dan Gelombang Tinggi

Selasa, 16 Desember 2025 - 09:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan peringatan tiga siklon tropis yang mengepung Indonesia dan berpotensi memicu cuaca ekstrem. (Posnews/Setpres)

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan peringatan tiga siklon tropis yang mengepung Indonesia dan berpotensi memicu cuaca ekstrem. (Posnews/Setpres)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Teuku Faisal Fathani mengungkapkan Indonesia saat ini dikepung tiga siklon tropis sekaligus, yakni Siklon Bakung, bibit siklon 93S, dan bibit siklon 95S.

Ketiga sistem cuaca ini berpotensi memicu hujan ekstrem dan gelombang tinggi di berbagai wilayah.

Selanjutnya, Faisal menjelaskan Siklon Bakung berkembang di barat daya Lampung dan bergerak menjauh.

Meski demikian, kekuatannya justru meningkat dari kategori 1 ke kategori 2, bahkan sempat menyentuh kategori 3 dengan kecepatan angin 65 knot, sehingga dinilai lebih berbahaya dibanding Siklon Senyar.

Baca Juga :  Demo Ojol 17 September 2025 di Jakarta: Ribuan Driver Tuntut Potongan Aplikator 10%

“Saat ini ada tiga siklon yang mengepung Indonesia. Yang pertama adalah Siklon Bakung,” ujar Faisal saat Sidang Kabinet Paripurna bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Senin (15/12/2025).

Oleh karena itu, BMKG memperketat pemantauan pergerakan Siklon Bakung selama dua hingga tiga hari ke depan. BMKG berharap siklon ini tidak mendekat ke wilayah Indonesia agar tidak memicu lonjakan curah hujan ekstrem.

Sementara itu, bibit siklon 93S terpantau di wilayah Bali, Nusa Tenggara, dan Jawa Timur, sedangkan bibit siklon 95S muncul di selatan Papua.

Kondisi ini meningkatkan potensi hujan lebat hingga sangat lebat serta gelombang tinggi di perairan sekitar.

Selain itu, BMKG bersama BNPB, BPBD, dan Basarnas mengimbau masyarakat tetap waspada dan siap menghadapi cuaca ekstrem.

Indonesia juga terus berkoordinasi dengan Australia, Jepang, dan India sebagai Tropical Cyclone Warning Center yang ditunjuk WMO.

Untuk mengantisipasi dampak terburuk, BMKG melakukan modifikasi cuaca di enam wilayah, mulai dari Jawa, Bali, Lampung, hingga Nusa Tenggara.

Langkah ini dinilai mampu menekan curah hujan hingga 20–50 persen menjelang puncak musim hujan Januari–Februari. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda
Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026
Cuaca Ekstrem di Ciamis, 80 Lebih Rumah Rusak Disapu Angin Kencang
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 169 Ribu Kendaraan Menyeberang ke Jawa dari Bakauheni
Cuaca Jabodetabek 29 Maret 2026: Hujan Meluas, Bogor Berpotensi Diguyur Lebat
‘Bang Jago’ Palak Pengendara di Tanah Abang, Rampas Kartu E-Toll, 2 Pelaku Dibekuk Polisi
Bongkar Jaringan Ketamine! Bareskrim Sita 6,2 Kg Ketamine di Deli Serdang, Nilai Rp18,7 Miliar
Diplomasi yang Retak: Marco Rubio Bantah Klaim Zelenskyy Soal Syarat Penyerahan Donbas

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:09 WIB

Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:48 WIB

Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:31 WIB

Cuaca Ekstrem di Ciamis, 80 Lebih Rumah Rusak Disapu Angin Kencang

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:20 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 169 Ribu Kendaraan Menyeberang ke Jawa dari Bakauheni

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:08 WIB

Cuaca Jabodetabek 29 Maret 2026: Hujan Meluas, Bogor Berpotensi Diguyur Lebat

Berita Terbaru