Iran Jawab Tantangan AS: Siagakan 1.000 Drone Strategis

Jumat, 30 Januari 2026 - 08:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sinyal kontradiktif dari Muscat. Perundingan nuklir pertama sejak serangan udara Juni 2025 berakhir dengan atmosfer positif, namun Washington langsung menjatuhkan sanksi baru terhadap armada minyak Iran. Dok: Istimewa.

Sinyal kontradiktif dari Muscat. Perundingan nuklir pertama sejak serangan udara Juni 2025 berakhir dengan atmosfer positif, namun Washington langsung menjatuhkan sanksi baru terhadap armada minyak Iran. Dok: Istimewa.

TEHERAN, POSNEWS.CO.ID – Gendang perang kembali bertalu di Timur Tengah. Pada hari Rabu (29/1), Angkatan Darat Iran mengirimkan sinyal perlawanan yang jelas terhadap tekanan Amerika Serikat. Mereka secara resmi memasukkan 1.000 drone strategis ke dalam formasi tempur empat cabang militernya.

Menurut laporan kantor berita semi-resmi Tasnim, spesialis angkatan darat bekerja sama dengan kementerian pertahanan untuk mengembangkan drone-drone ini. Tujuannya adalah menjawab ancaman yang terus berkembang.

Lebih spesifik, Iran mengklaim teknologi drone ini menggabungkan “pelajaran dari perang 12 hari,” merujuk pada konflik intensitas tinggi sebelumnya. Oleh karena itu, langkah ini merespons langsung pengepungan militer yang sedang berlangsung di perairan mereka.

Armada “Masif” USS Abraham Lincoln Tiba

Faktanya, pengerahan drone ini terjadi hanya berselang dua hari setelah kapal induk USS Abraham Lincoln tiba di wilayah tersebut pada 27 Januari. Kehadiran kapal induk ini menempatkan kekuatan udara AS dalam jarak tembak untuk operasi potensial yang menargetkan Iran.

Baca Juga :  Rekor Baru: IEA Lepas 400 Juta Barel Cadangan Minyak untuk Redam Krisis Teluk

Presiden AS Donald Trump tidak menutupi niatnya. Dalam unggahan di Truth Social pada 28 Januari, ia sesumbar bahwa sebuah “armada masif”—yang lebih besar dari armada Venezuela—sedang menuju Iran.

Selain itu, Trump secara terbuka mendukung protes anti-pemerintah yang meletus di Iran sejak akhir Desember 2025 akibat krisis ekonomi. “Bantuan sedang dalam perjalanan,” tulis Trump. Ia menyerukan warga Iran untuk “mengambil alih institusi” dan mencatat nama-nama pembunuh mereka.

Rapat Perang di Washington

Sementara itu, roda mesin perang berputar cepat di Washington. Pada hari Rabu (29/1), pemerintahan Trump menjadi tuan rumah bagi pejabat pertahanan dan intelijen senior dari Israel dan Arab Saudi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara khusus, pertemuan tingkat tinggi ini membahas strategi menghadapi Iran. Diskusi berlangsung saat laporan menyebutkan Presiden Trump sedang mempertimbangkan opsi serangan militer. Akibatnya, Israel, Arab Saudi, dan negara-negara lain di kawasan berada dalam siaga tinggi selama berhari-hari guna mengantisipasi dampak dari potensi serangan AS.

Baca Juga :  Pariwisata Jepang Melambat: Ketegangan Geopolitik

Diplomasi Menit Terakhir di Ankara

Di tengah ancaman konfrontasi fisik, jalur diplomasi bekerja keras untuk mencegah bencana. Beberapa negara Timur Tengah telah mengeluarkan pernyataan tegas. Mereka melarang pihak mana pun menggunakan wilayah mereka untuk tindakan militer terhadap Iran.

Selanjutnya, Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, berencana terbang ke Turki pada Jumat (30/1). Kunjungan ini sangat krusial.

Sumber Kementerian Luar Negeri Turki menyebutkan bahwa Menlu Hakan Fidan akan menekankan posisi Ankara. Turki mengikuti perkembangan di Iran dengan cermat dan menegaskan bahwa keamanan, perdamaian, dan stabilitas Iran sangat penting bagi Ankara. Harapannya, dialog ini dapat menjadi rem darurat bagi eskalasi yang kian tak terkendali.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bareskrim Bongkar Tambang Nikel Ilegal di Konawe Utara, 2 Bos Perusahaan Jadi Tersangka
Polri Gelar Mudik Balik Gratis Presisi 2026, Wujudkan Arus Balik Lebaran Aman dan Lancar
Macet 32 Km Menuju Pelabuhan Gilimanuk, 17 Pemudik Tumbang Kepanasan Saat Antre Kapal
Modus Toko Pulsa dan Sembako Terbongkar, Polisi Sita Ribuan Obat Daftar G
Cuaca Jabodetabek & Kota Besar Hari Ini: Hujan Ringan – Lebat, Waspada Angin Kencang
Maling Spesialis Alfamart Ngamuk di Tanjung Priok, Todong Sajam Saat Kepergok Warga
Polda Jabar Razia Truk Sumbu Tiga di Sumedang, 85 Kendaraan Melanggar Terjaring
KAI Tambah 19 Kereta Api Jarak Jauh Mudik Lebaran 2026 dari Gambir dan Pasar Senen

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 14:05 WIB

Bareskrim Bongkar Tambang Nikel Ilegal di Konawe Utara, 2 Bos Perusahaan Jadi Tersangka

Senin, 16 Maret 2026 - 10:44 WIB

Polri Gelar Mudik Balik Gratis Presisi 2026, Wujudkan Arus Balik Lebaran Aman dan Lancar

Senin, 16 Maret 2026 - 10:25 WIB

Macet 32 Km Menuju Pelabuhan Gilimanuk, 17 Pemudik Tumbang Kepanasan Saat Antre Kapal

Senin, 16 Maret 2026 - 09:42 WIB

Modus Toko Pulsa dan Sembako Terbongkar, Polisi Sita Ribuan Obat Daftar G

Senin, 16 Maret 2026 - 03:14 WIB

Cuaca Jabodetabek & Kota Besar Hari Ini: Hujan Ringan – Lebat, Waspada Angin Kencang

Berita Terbaru