Rekor Baru: IEA Lepas 400 Juta Barel Cadangan Minyak untuk Redam Krisis Teluk

Kamis, 12 Maret 2026 - 08:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Darurat energi global. IEA dan G7 sepakat melakukan penarikan cadangan minyak terbesar sepanjang sejarah guna mengatasi dampak blokade Selat Hormuz oleh Iran. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Darurat energi global. IEA dan G7 sepakat melakukan penarikan cadangan minyak terbesar sepanjang sejarah guna mengatasi dampak blokade Selat Hormuz oleh Iran. Dok: Istimewa.

TOKYO, POSNEWS.CO.ID – Badan Energi Internasional (IEA) mengumumkan kesepakatan 32 negara anggotanya untuk melepas cadangan minyak darurat pada hari Rabu. Mereka akan menarik total 400 juta barel minyak dari cadangan strategis guna mengatasi gangguan pasar energi. Langkah ini menjadi respon kolektif terbesar IEA sejak invasi Rusia ke Ukraina pada tahun 2022.

Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol, menegaskan bahwa tantangan pasar minyak saat ini memiliki skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Para pemimpin negara G7 menyambut baik langkah ini setelah melakukan pertemuan virtual untuk membahas situasi Timur Tengah. Mereka fokus mengantisipasi dampak ekonomi dari serangan Amerika Serikat dan Israel ke Iran.

Respon Agresif Jepang terhadap Blokade Hormuz

Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, mengambil langkah paling proaktif di antara anggota G7. Jepang mulai menarik cadangan minyak nasionalnya sejak Senin depan tanpa menunggu keputusan kolektif IEA. Hal ini terjadi karena Jepang bergantung pada Timur Tengah untuk 90 persen impor minyak mentahnya.

Blokade Selat Hormuz oleh Iran mengancam stabilitas ekonomi Jepang secara langsung. Saat ini, Iran dilaporkan mulai memasang ranjau di jalur pelayaran vital tersebut. Sebagai respon awal, Jepang akan melepas cadangan swasta untuk konsumsi 15 hari. Selanjutnya, pemerintah akan menarik cadangan negara setara dengan kebutuhan satu bulan.

Dampak Sistemik Penutupan Jalur Energi Global

Penutupan Selat Hormuz menghentikan aliran seperlima konsumsi minyak dunia. Iran mengancam keamanan jalur pelayaran melalui serangan langsung dan pemasangan ranjau. Perdana Menteri Takaichi mengutuk keras tindakan Iran tersebut dalam pertemuan virtual G7. Ia meminta Iran segera menghentikan ancaman terhadap jalur pelayaran yang aman.

G7 menyatakan dukungan penuh terhadap langkah-langkah proaktif untuk menstabilkan pasar. Penggunaan cadangan strategis menjadi senjata utama untuk menahan lonjakan harga energi di tingkat konsumen. Saat ini, negara anggota IEA memegang total lebih dari 1,2 miliar barel cadangan minyak darurat. Amerika Serikat dan Jepang sendiri menyimpan gabungan 700 juta barel.

Baca Juga :  Muktamar PPP Ricuh, 3 Kader Jadi Korban Pemukulan dan Lempar Kursi

Diplomasi Energi dan Solidaritas Internasional

Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, menyebut kesepakatan IEA ini sebagai bukti solidaritas internasional. Ia menegaskan bahwa dunia harus bertindak bersama untuk memastikan pasokan energi tetap stabil. Jepang berjanji akan terus melakukan upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan di Timur Tengah.

Setiap anggota IEA wajib memegang cadangan minyak setara dengan 90 hari impor bersih. Ketentuan ini bertujuan agar dunia selalu siap menghadapi gangguan pasokan yang parah. Pelepasan 400 juta barel ini mengirim pesan kuat kepada pasar global bahwa komunitas internasional siap mengintervensi harga yang mulai melambung tinggi.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay
Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu
Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus
Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle
Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang
Vietnam Siapkan Aturan Ketat Larang Anak di Bawah 16 Tahun
Warga al-Obeid Hadapi Serangan Drone dan Pemerkosaan
Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:30 WIB

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:00 WIB

Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:30 WIB

Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:00 WIB

Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:51 WIB

Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang

Berita Terbaru