Israel Bombardir Beirut saat AS Waspadai Ancaman Iran terhadap Universitas

Sabtu, 4 April 2026 - 07:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eskalasi di jantung Lebanon. Israel meluncurkan gelombang serangan udara baru ke Beirut di tengah peringatan Jumat Agung, sementara Washington memperingatkan potensi serangan balasan Iran terhadap institusi pendidikan tinggi. Dok: (AP Photo/Hussein Malla)

Eskalasi di jantung Lebanon. Israel meluncurkan gelombang serangan udara baru ke Beirut di tengah peringatan Jumat Agung, sementara Washington memperingatkan potensi serangan balasan Iran terhadap institusi pendidikan tinggi. Dok: (AP Photo/Hussein Malla)

BEIRUT, POSNEWS.CO.ID – Langit Beirut kembali mencekam akibat dentuman ledakan keras pada Jumat malam. Militer Israel melancarkan serangkaian serangan udara ke ibu kota Lebanon saat warga sedang memperingati hari besar keagamaan.

Dalam konteks ini, serangan tersebut menyasar wilayah pinggiran selatan yang merupakan basis kekuatan Hezbollah. Wartawan di lapangan melaporkan tiga ledakan besar yang menggetarkan pusat kota sesaat setelah matahari terbenam.

Gempuran di Jumat Agung dan Strategi Zona Keamanan

Israel memperkeras kampanye militernya di Lebanon guna melumpuhkan kelompok Hezbollah yang didukung Iran. Militer Israel sebelumnya telah mengeluarkan perintah evakuasi bagi warga di tujuh lingkungan padat penduduk. Oleh karena itu, warga sipil terpaksa melarikan diri di tengah situasi hari libur nasional yang seharusnya sakral bagi umat Kristiani dan Muslim di sana.

Pemerintah Israel menegaskan rencana mereka untuk menduduki Lebanon Selatan hingga Sungai Litani. Langkah ini bertujuan menciptakan “zona keamanan” permanen guna melindungi warga Israel utara. Akibatnya, lebih dari satu juta orang kini terdampar dalam krisis pengungsian masif di berbagai penjuru Lebanon.

Baca Juga :  KPAD Bekasi Jemput Guru SMPN 13 Diduga Pelecehan Siswi, Alumni Geram

Ancaman Retaliasi Iran terhadap Universitas

Situasi keamanan semakin kompleks dengan munculnya ancaman terhadap sektor pendidikan. Kedutaan Besar Amerika Serikat di Beirut memperingatkan bahwa Iran kemungkinan akan menyerang universitas-universitas di Lebanon. Hal ini terjadi setelah universitas-universitas di dalam wilayah Iran sendiri terkena serangan udara sebelumnya.

Dalam hal ini, Universitas Amerika di Beirut (AUB) telah mengambil langkah preventif dengan memindahkan aktivitas perkuliahan ke sistem daring. Washington mendesak seluruh warga negaranya untuk segera meninggalkan Lebanon guna menghindari terjebak dalam pusaran konflik yang kian tidak terprediksi. “Iran dan milisi sekutunya mungkin berniat membidik lembaga pendidikan,” tulis pernyataan resmi kedutaan tersebut.

Insiden PBB: Tiga Personel UNIFIL Terluka

Ketegangan di perbatasan selatan juga memakan korban dari pihak internasional. Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) melaporkan tiga personelnya terluka akibat ledakan di posisi PBB pada hari Jumat. Bahkan, dua di antaranya dilaporkan mengalami luka serius dan memerlukan penanganan medis segera.

Baca Juga :  Tragedi Samudra Hindia: Kapal Selam AS Tenggelamkan Frigat Iran di Perairan Sri Lanka

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hingga saat ini, sumber ledakan tersebut masih menjadi misteri. Pihak UNIFIL sedang melakukan penyelidikan mendalam untuk memastikan apakah insiden ini merupakan serangan sengaja atau kecelakaan teknis. Oleh sebab itu, keselamatan ribuan penjaga perdamaian kini berada dalam risiko tinggi setelah tiga personel lainnya tewas dalam insiden terpisah awal pekan ini.

Perlawanan Warga Sipil di Garis Depan

Meskipun demikian, puluhan ribu warga Lebanon memilih untuk tetap bertahan di rumah mereka di wilayah selatan. Termasuk di antaranya adalah sekitar 9.000 warga Kristen Lebanon di kota-kota perbatasan. Mereka menegaskan komitmen untuk tidak meninggalkan tanah kelahiran mereka meskipun operasi militer Israel terus merangsek maju.

Pada akhirnya, krisis di Lebanon telah menyebabkan disrupsi terberat bagi tatanan sosial kawasan tahun 2026. Dengan demikian, masa depan stabilitas Timur Tengah kini bergantung pada seberapa cepat komunitas internasional mampu meredam ambisi militer yang mengancam nyawa jutaan warga sipil serta institusi pendidikan dan perdamaian di wilayah tersebut.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir Jakarta Barat Meluas, 12 RT Terendam – Jalan Utama Ikut Tergenang
Rusia Ubah Taktik: Gempuran Siang Hari Hantam Kyiv saat Zelenskyy Tawarkan Gencatan Senjata Paskah
Dendam Lama Berujung Siram Air Keras, Otak Pelaku Bayar Rp9 Juta ke Eksekutor
Banjir Grobogan 2026: 16 Desa Terendam, 3.176 KK Terdampak – Aktivitas Warga Lumpuh
Tragedi Gas Beracun di Jaksel, 4 Pekerja Tewas dalam Tangki – 3 Sesak Napas
Jet Tempur F-15E AS Jatuh di Iran, Satu Awak Hilang
Cuaca Jabodetabek 4 April 2026, Jabodetabek Diguyur Hujan Ringan hingga Sedang
Celah di Jalur Blokade: Kapal Perancis dan Jepang Berhasil Lintasi Selat Hormuz Lewat Jalur Diplomasi

Berita Terkait

Sabtu, 4 April 2026 - 08:52 WIB

Banjir Jakarta Barat Meluas, 12 RT Terendam – Jalan Utama Ikut Tergenang

Sabtu, 4 April 2026 - 08:17 WIB

Rusia Ubah Taktik: Gempuran Siang Hari Hantam Kyiv saat Zelenskyy Tawarkan Gencatan Senjata Paskah

Sabtu, 4 April 2026 - 07:49 WIB

Dendam Lama Berujung Siram Air Keras, Otak Pelaku Bayar Rp9 Juta ke Eksekutor

Sabtu, 4 April 2026 - 07:13 WIB

Israel Bombardir Beirut saat AS Waspadai Ancaman Iran terhadap Universitas

Sabtu, 4 April 2026 - 07:07 WIB

Banjir Grobogan 2026: 16 Desa Terendam, 3.176 KK Terdampak – Aktivitas Warga Lumpuh

Berita Terbaru