Jakarta Siagakan 1.200 Pompa Hadapi Musim Hujan, Pemprov Gerak Cepat Cegah Banjir

Sabtu, 25 Oktober 2025 - 10:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Deretan pompa air milik Pemprov DKI disiagakan di titik rawan banjir Jakarta. Dok: Kominfo DKI JKT

Deretan pompa air milik Pemprov DKI disiagakan di titik rawan banjir Jakarta. Dok: Kominfo DKI JKT

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Musim hujan telah tiba, tradisi banjir Jakarta sudah di mulai. Kini Pemprov DKI Jakarta bergerak cepat mengantisipasi potensi banjir tersebut.

BMKG memastikan wilayah Jakarta dan sekitarnya memasuki periode hujan deras yang berisiko memicu genangan. Pemprov DKI sudah menyiagakan 1.200 pompa air untuk menahan ancaman banjir di Ibu Kota.

“Kami fokus mencegah banjir lewat langkah preventif dan kolaboratif dengan BPBD, Dinas SDA, Bina Marga, dan lintas daerah,” tegas Staf Khusus Gubernur DKI, Chico Hakim.

Baca Juga :  KSPSI Tegaskan 3 Juta Buruh Tidak Ikut Demo HOSTUM Besok

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menambahkan, Pj Gubernur DKI Pramono memerintahkan Dinas SDA mempercepat pengerukan saluran dan drainase di jalur utama menghadapi cuaca ekstrem.

“Semua pompa air harus siaga penuh. Ada 600 pompa portabel dan 600 pompa statis siap beroperasi, termasuk mobil pompa untuk tanggap cepat di titik rawan,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas SDA DKI mempercepat normalisasi lebih dari 100 km saluran dan sungai prioritas, serta membangun tanggul mitigasi banjir rob di Mandala Bahari dan Baywalk Pluit.

Baca Juga :  Banjir Jakarta Meluas, 125 RT dan 14 Ruas Jalan Masih Tergenang Pagi Ini

“Kami memastikan struktur tanggul stabil melalui progres capping beam,” tambahnya.

Pemprov menguji seluruh pompa agar optimal dan ikut dalam JAF 2025 untuk memamerkan inovasi pengendali banjir.

Pemprov juga menguji seluruh sistem pompa agar berfungsi maksimal dan ikut serta dalam Jakarta Adaptation Forum (JAF) 2025 guna menampilkan inovasi pengendalian banjir.

Dengan tambahan sensor curah hujan dan pemantauan ketinggian air real-time, Jakarta kini lebih siap menghadapi musim hujan tahun ini. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam
Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?
Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer
Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global
Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21
Mengapa Isu Perubahan Iklim Menjadi Alat Tawar Politik Baru?
Kematian Dunia Menurun, Namun Nigeria dan Kongo Catat Rekor Kelam
ICE Tahan Ibu dan Anak Autis Kanada Meski Dokumen Legal

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 15:11 WIB

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam

Senin, 23 Maret 2026 - 14:22 WIB

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Maret 2026 - 13:23 WIB

Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer

Senin, 23 Maret 2026 - 12:20 WIB

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Maret 2026 - 11:12 WIB

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Berita Terbaru

Lebih dari sekadar emisi. Perspektif Teori Kritis memandang krisis iklim sebagai manifestasi ketidakadilan sejarah, di mana negara berkembang menanggung beban bencana atas kemakmuran yang dinikmati negara maju. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Mar 2026 - 14:22 WIB

Ilustrasi, Wajah baru kolonialisme? Perspektif Marxisme memandang agenda lingkungan global sebagai alat tawar negara maju (Utara) untuk menghambat industrialisasi dan memperpanjang ketergantungan negara berkembang (Selatan). Dok: Istimerwa.

INTERNASIONAL

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Mar 2026 - 12:20 WIB

Perebutan urat nadi kehidupan. Geopolitik air kini menjadi medan tempur baru bagi negara-negara yang bersaing memperebutkan kedaulatan sumber daya di tengah ancaman kekeringan global 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Senin, 23 Mar 2026 - 11:12 WIB