LONG BEACH, POSNEWS.CO.ID – Di akhir tahun 1960-an, kaum hippie di California sibuk merenungkan cinta dan perdamaian. Namun, dua ilmuwan justru sibuk menatap kaki mereka. Ahli penyakit kaki Charles Brantingham dan fisiolog Bruce Beekman mengajukan teori radikal. Menurut mereka, lantai datar mungkin berbahaya bagi kesehatan kita.
Mereka menduga ada kaitan erat antara epidemi tekanan darah tinggi dengan permukaan lantai. Keseragaman tempat kita berdiri dan berjalan menjadi tersangka utama. Masalahnya, permukaan datar memusatkan tekanan hanya pada beberapa titik kaki.
Akibatnya, gaya hidup modern yang serba mulus ini “membuang” fleksibilitas kaki. Padahal, kaki manusia memiliki 26 tulang, 33 sendi, dan 100 otot. Solusinya ternyata sederhana namun revolusioner. Buatlah lantai bergoyang sedikit.
Eksperimen Lantai Bergoyang
Brantingham dan Beekman lantas menguji teori ini. Mereka meminta 65 pegawai pabrik berdiri di atas matras spons yang tidak rata. Ketidakteraturan kecil ini memaksa telapak kaki relawan menyimpang dari posisi horizontal. Hal ini terjadi setiap kali mereka bergerak.
Hasilnya menakjubkan. Hanya dalam beberapa minggu, intervensi sederhana ini membuat perbedaan besar. Goyangan kecil mengaktifkan sekumpulan otot di kaki. Otot-otot ini kemudian bertindak sebagai pompa untuk mengalirkan darah kembali ke jantung.
Mekanisme ini mencegah penumpukan darah di kaki. Selain itu, stres pada sistem kardiovaskular berkurang. Dua pertiga relawan bahkan melaporkan merasa jauh lebih segar.
Inspirasi dari Jalur Batu China
Ide ini mendapat napas baru baru-baru ini. John Fisher dari Institut Penelitian Oregon merilis temuan serupa. Fisher merancang matras plastik bertekstur kerikil (cobblestone mat) dengan dana dari National Institute of Aging. Matras ini meniru jalur kesehatan di taman-taman China.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Fisher mengakui inspirasinya datang dari Beijing dan Shanghai. Di sana, warga kota rutin berjalan tanpa alas kaki di jalur berbatu. Mereka melakukannya selama 5-10 menit setiap hari. Ternyata, kearifan lokal ini punya dasar ilmiah kuat.
Ia melakukan uji coba terhadap lansia usia 60 tahun ke atas. Subjek berjalan di atas matras kerikil ini selama 16 minggu. Hasilnya, keseimbangan mereka meningkat signifikan dan tekanan darah turun drastis. Matras seharga $35 ini pun ludes terjual dalam waktu singkat.
Taman Telanjang Kaki dan Sepatu Goyang
Tren ini kini merambah Eropa. Di Jerman, Austria, dan Swiss, taman “tapak kaki” (barefoot parks) kian populer. Pengunjung berjalan di atas lumpur, kayu, dan batu untuk mendapatkan pijat refleksi alami.
Bagi yang enggan membuat jalur batu sendiri, inovasi teknologi menawarkan alternatif. Sepatu Masai Barefoot Technology (MBT) hadir dengan sol melengkung. Sol ini memaksa pemakainya bergoyang kecil saat berdiri diam.
Benno Nigg, ilmuwan olahraga dari Universitas Calgary, memuji sepatu ini. Ia menyebutnya sebagai “salah satu hal terbaik yang terjadi pada umat manusia selama bertahun-tahun.” Sepatu ini melatih otot kecil di sekitar pergelangan kaki dan mengurangi ketegangan sendi. Ini membuktikan satu hal: terkadang, sedikit ketidakstabilan justru membuat kita lebih kokoh.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















