Kampung Kadaung Terparah, Banjir Rendam Ratusan Rumah di Cigudeg

Minggu, 19 April 2026 - 11:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Warga terdampak banjir Cigudeg Bogor membersihkan rumah dari lumpur akibat luapan sungai setelah hujan deras. (Posnews/BPBD)

Warga terdampak banjir Cigudeg Bogor membersihkan rumah dari lumpur akibat luapan sungai setelah hujan deras. (Posnews/BPBD)

BOGOR, POSNEWS.CO.ID – Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Cigudeg sejak Sabtu sore, 18 April 2026, memicu banjir di Desa Rengasjajar, Kabupaten Bogor.

Akibatnya, ratusan rumah warga terendam pada Sabtu malam.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, M. Adam Hamdani, menjelaskan banjir mulai terjadi sekitar pukul 19.00 WIB.

Ia menyebut, luapan Kali Cisuda, Kali Cidangdeur, dan Kali Cibungur menjadi pemicu utama genangan yang meluas ke permukiman warga.

BPBD mencatat sejumlah titik terdampak, antara lain Kampung Lebak Wangi Pasar, Lebak Wangi Girang, Pasir Sereh, hingga Kampung Kadaung.

Baca Juga :  Uang Rp60–70 Miliar Jadi Motif Pembunuhan Kacab Bank BRI Mohamad Ilham Pradipta

Sebagian besar rumah yang terendam berada di bantaran sungai, sehingga rentan terdampak saat debit air meningkat.

“Permukiman warga yang terendam memang berada di bantaran sungai,” ujar Adam, Minggu, 19 April 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dari seluruh wilayah terdampak, Kampung Kadaung menjadi lokasi paling parah. Tercatat sebanyak 199 rumah milik 199 kepala keluarga atau 658 jiwa terendam banjir.

Tak hanya permukiman, banjir juga merendam dua fasilitas pondok pesantren di wilayah Lebak Wangi Hilir dan Pasir Sereh.

Meski demikian, BPBD memastikan tidak ada kerusakan bangunan karena banjir bersifat lintasan.

Baca Juga :  Irjen Asep Edi Suheri Pimpin Apel Perdana, Perkenalkan Program “Jaga Jakarta”

Namun begitu, dampak tetap dirasakan warga. Sebanyak enam kepala keluarga atau 23 jiwa di Kampung Lebak Wangi Pasar terpaksa mengungsi ke Masjid Al-Kautsar lantaran rumah mereka dipenuhi lumpur.

“Saat ini air sudah berangsur surut. Namun, ada warga yang masih mengungsi karena kondisi rumah belum layak dihuni,” jelas Adam.

BPBD menegaskan, kebutuhan mendesak saat ini meliputi kasur, pakaian layak pakai, serta logistik tanggap darurat.

Hingga kini, petugas masih berjibaku di lapangan untuk melakukan penanganan dan menyalurkan bantuan kepada warga terdampak.

“Personel masih melakukan penanganan dan distribusi bantuan,” tutupnya. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kontroversi Pembasmian Ikan Sapu-Sapu, MUI Soroti Unsur Penyiksaan
Bareskrim Sikat Kurir 12 Kg Sabu di Bakauheni Jaringan Malaysia, Terendus dari X-Ray
Cuaca Minggu 19 April 2026: Jakarta, Bekasi hingga Bogor Berpotensi Hujan
Menteri HAM Natalius Pigai Tegas, Pengamat Tak Bisa Dipidana karena Kritik
BNN dan NU Alarm Keras: Vape Bisa Jadi Pintu Masuk Narkoba
Bareskrim Bongkar TPPU Raksasa, Rp124 Miliar Diputar Lewat Rekening Siluman
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Vietnam U-17: Wajib Menang atau Tersingkir
KPK Bongkar Masalah MBG, Tata Kelola Lemah hingga Potensi Korupsi

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 11:37 WIB

Kampung Kadaung Terparah, Banjir Rendam Ratusan Rumah di Cigudeg

Minggu, 19 April 2026 - 08:36 WIB

Kontroversi Pembasmian Ikan Sapu-Sapu, MUI Soroti Unsur Penyiksaan

Minggu, 19 April 2026 - 07:24 WIB

Bareskrim Sikat Kurir 12 Kg Sabu di Bakauheni Jaringan Malaysia, Terendus dari X-Ray

Minggu, 19 April 2026 - 07:01 WIB

Cuaca Minggu 19 April 2026: Jakarta, Bekasi hingga Bogor Berpotensi Hujan

Sabtu, 18 April 2026 - 18:23 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Tegas, Pengamat Tak Bisa Dipidana karena Kritik

Berita Terbaru