Kampung Narkoba di OKU Timur Digulung Polisi, 5 Pelaku dan 47 Paket Sabu Disita

Senin, 6 April 2026 - 07:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Penggerebekan kampung narkoba di Kabupaten OKU Timur. (Posnews/Ist)

Penggerebekan kampung narkoba di Kabupaten OKU Timur. (Posnews/Ist)

OGAN KOMERING ULU, POSNEWS.CO.ID – Aksi tegas aparat Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur mengguncang Kabupaten OKU Timur. Polisi menggerebek kampung narkoba yang selama ini meresahkan warga.

Hasilnya, lima pelaku berhasil diamankan bersama puluhan paket sabu siap edar.

Polisi menangkap lima orang dengan peran berbeda. Mereka adalah:

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

  • Chandra alias Can alias Obong (33) diduga sebagai bandar
  • Tommy Arif (29), Risky (23), Andoni alias Doni (36), dan Irsan alias Paijo (41) sebagai pembeli sekaligus pengguna

Dengan demikian, polisi langsung memutus mata rantai peredaran di lokasi tersebut.

Baca Juga :  Truk Tangki BBM Meledak di SPBU Palmerah, Satu Luka Bakar

Berawal dari Laporan Warga, Polisi Bergerak Cepat

Kasatresnarkoba Polres OKU Timur, AKP Guntur, menjelaskan pengungkapan ini bermula dari laporan warga.

Warga mencurigai, rumah tersebut kerap dijadikan tempat transaksi dan pesta sabu.

Menindaklanjuti informasi itu, polisi melakukan penyelidikan hingga akhirnya melakukan penggerebekan pada Selasa (31/3/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat penggerebekan berlangsung, petugas menemukan lima pelaku di lokasi.

  • Dua orang berada di luar rumah
  • Tiga orang berada di dalam

Seketika, para pelaku panik dan mencoba kabur. Namun, polisi yang sudah mengepung lokasi berhasil menangkap mereka tanpa perlawanan berarti.

Baca Juga :  Pengemudi Ojol Diduga Dikeroyok Saat Antar Penumpang di Kembangan Jakarta Barat

Barang Bukti Lengkap: Sabu hingga Alat Hisap

Dari hasil penggeledahan, polisi menyita:

  • 47 paket sabu siap edar
  • 7 paket tambahan dengan berat bruto 2,09 gram
  • Alat hisap (bong)
  • Timbangan digital
  • Jarum suntik dan perlengkapan lain

Barang bukti ini menguatkan dugaan bahwa lokasi tersebut aktif digunakan untuk transaksi dan konsumsi narkoba.

Saat ini, polisi masih mengembangkan kasus untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk pemasok utama.

Penggerebekan ini menjadi bukti bahwa peran masyarakat sangat penting dalam memutus peredaran narkoba. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Selebriti Lawan Deepfake AI dengan Hukum Trademark
Dendam Lama Meledak di Panggung Nikahan, Lansia Tanjung Priok Ditangkap
AS Wajibkan Pelamar Green Card Ajukan Aplikasi dari Negara Asal
Ledakan Gas Tewaskan 90 Pekerja, Bencana Terburuk dalam 17 Tahun
Ini Tampang Kecot Rampok Wanita Bogor, Mobil Dijual Murah buat Judol dan Foya-foya
Lebih 202 Ribu Jemaah Indonesia Siap Jalani Puncak Haji Armuzna
Marinir AS Uji HIMARS untuk Tangkal Agresi China
Sopir Diduga Mengantuk, Innova Rombongan DPR RI Hantam Dump Truk

Berita Terkait

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:57 WIB

Selebriti Lawan Deepfake AI dengan Hukum Trademark

Minggu, 24 Mei 2026 - 09:57 WIB

Dendam Lama Meledak di Panggung Nikahan, Lansia Tanjung Priok Ditangkap

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:36 WIB

AS Wajibkan Pelamar Green Card Ajukan Aplikasi dari Negara Asal

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:33 WIB

Ledakan Gas Tewaskan 90 Pekerja, Bencana Terburuk dalam 17 Tahun

Minggu, 24 Mei 2026 - 06:55 WIB

Ini Tampang Kecot Rampok Wanita Bogor, Mobil Dijual Murah buat Judol dan Foya-foya

Berita Terbaru

Taylor Swift hingga Matthew McConaughey kini menggunakan hukum merek dagang untuk melindungi wajah dan suara mereka dari kloning kecerdasan buatan. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Selebriti Lawan Deepfake AI dengan Hukum Trademark

Minggu, 24 Mei 2026 - 12:57 WIB

Pemerintahan Donald Trump mewajibkan warga asing yang mencari izin tinggal tetap (green card) untuk meninggalkan Amerika Serikat dan mengajukan aplikasi dari negara asal mereka. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

AS Wajibkan Pelamar Green Card Ajukan Aplikasi dari Negara Asal

Minggu, 24 Mei 2026 - 08:36 WIB

Tragedi di kedalaman bumi. Ledakan gas dahsyat di tambang batu bara Liushenyu, China, merenggut setidaknya 90 nyawa, memicu seruan Presiden Xi Jinping untuk memperketat standar keselamatan kerja nasional. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ledakan Gas Tewaskan 90 Pekerja, Bencana Terburuk dalam 17 Tahun

Minggu, 24 Mei 2026 - 07:33 WIB