Kanwil KemenHAM DK Jakarta Gandeng Walikota Jakarta Pusat, Perkuat Penguatan HAM dan Sosialisasi PRISMA

Minggu, 20 Juli 2025 - 21:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Kanwil KemenHAM DK Jakarta, Mikael Azedo Harwito, bersama Walikota Jakarta Pusat, Arifin, dalam audiensi penguatan HAM dan sosialisasi aplikasi PRISMA di Kantor Walikota Jakarta Pusat.

Kepala Kanwil KemenHAM DK Jakarta, Mikael Azedo Harwito, bersama Walikota Jakarta Pusat, Arifin, dalam audiensi penguatan HAM dan sosialisasi aplikasi PRISMA di Kantor Walikota Jakarta Pusat.

JAKARTA, ONLINEWS.CO.ID — Upaya penguatan pemahaman Hak Asasi Manusia (HAM) di tingkat daerah terus digencarkan.

Kali ini, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Daerah Khusus Jakarta (Kanwil KemenHAM DK Jakarta) melakukan audiensi bersama Walikota Jakarta Pusat sebagai langkah awal membangun kolaborasi penguatan HAM di wilayah ibukota.

Audiensi yang digelar pada Senin, 2 Juni 2025 tersebut, dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil KemenHAM DK Jakarta, Mikael Azedo Harwito, dan diterima oleh Walikota Jakarta Pusat, Arifin, di Kantor Walikota Jakarta Pusat.

Baca juga: POLRI dan YPKTB Siapkan Pemimpin Masa Depan Lewat “Kereta Kader Bangsa” — Wujud Nyata Slogan Students of Today, Leaders of Tomorrow

Dalam pertemuan itu, Mikael menjelaskan pentingnya program mainstreaming atau pengarusutamaan HAM yang saat ini sedang digalakkan oleh KemenHAM.

Program ini bertujuan memperkuat pemahaman dan penerapan HAM di berbagai sektor, mulai dari kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), pelaku usaha, hingga komunitas masyarakat.

“Kami ingin memastikan bahwa HAM tidak hanya menjadi sekadar konsep, tetapi bisa diterapkan nyata dalam kebijakan dan kehidupan sehari-hari. Mainstreaming HAM menjadi salah satu prioritas kami agar perspektif hak asasi benar-benar hidup di tengah masyarakat,” ujar Mikael dalam audiensi tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, Mikael juga memperkenalkan PRISMA, sebuah aplikasi inovatif yang dikembangkan KemenHAM untuk membantu pelaku bisnis dalam menilai risiko pelanggaran HAM dalam kegiatan operasional mereka.

Baca Juga :  KPK Alihkan Penahanan Yaqut Cholil Qoumas Jadi Tahanan Rumah, Ini Alasannya

Ia berharap pemerintah daerah bisa berperan aktif dalam mensosialisasikan PRISMA kepada dunia usaha di Jakarta Pusat.

“Melalui PRISMA, perusahaan dapat melakukan penilaian mandiri terhadap potensi risiko pelanggaran HAM yang mungkin terjadi dalam aktivitas bisnis mereka. Kami berharap ini menjadi alat bantu yang efektif untuk mendorong bisnis yang lebih bertanggung jawab secara sosial,” tambahnya.

Respons Positif dari Walikota Jakarta Pusat

Walikota Jakarta Pusat, Arifin, menyambut baik gagasan yang dibawa oleh Kanwil KemenHAM DK Jakarta.

Ia menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh program penguatan HAM dan menyinergikannya dengan berbagai program pemerintah kota yang ada.

“Kami sangat mengapresiasi inisiatif Kanwil KemenHAM DK Jakarta. Pemerintah Kota Jakarta Pusat siap menjadi mitra aktif dalam menyosialisasikan nilai-nilai HAM, baik kepada masyarakat, komunitas, maupun pelaku usaha. Kolaborasi ini sangat penting untuk menciptakan ekosistem masyarakat yang inklusif dan sadar HAM,” ungkap Arifin.

Terkait dengan aplikasi PRISMA, Arifin mengusulkan agar Suku Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Jakarta Pusat bisa dilibatkan sebagai mitra utama dalam pelaksanaan sosialisasi.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem Jabodetabek 17–18 Januari 2026, BMKG Ingatkan Risiko Banjir

Ia juga mengusulkan untuk menghadirkan langsung narasumber dari Kanwil KemenHAM dalam kegiatan tersebut, sehingga informasi yang diberikan kepada dunia usaha menjadi lebih komprehensif dan aplikatif.

“Kami ingin dunia usaha di Jakarta Pusat tidak hanya berorientasi pada keuntungan semata, tetapi juga memiliki komitmen terhadap perlindungan hak-hak asasi manusia. Melalui sinergi ini, kami yakin akan terbentuk iklim bisnis yang sehat dan berkeadilan,” pungkas Arifin.

Dihadiri Jajaran Pejabat Terkait

Audiensi ini turut dihadiri oleh sejumlah pejabat dari kedua belah pihak. Dari Kanwil KemenHAM DK Jakarta hadir Kepala Bidang Pelayanan dan Kepatuhan HAM, Rulinawaty, dan Kepala Bidang Instrumen dan Penguatan HAM, Ratna Dumasari.

Sementara dari pihak Pemkot Jakarta Pusat turut hadir Kepala Bagian Hukum Kantor Walikota Jakarta Pusat, Ani Suryani, beserta jajaran Unit Perangkat Daerah terkait lainnya.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal yang strategis dalam memperkuat pemahaman HAM di kalangan ASN, masyarakat, dan pelaku usaha di Jakarta Pusat.

Ke depan, kolaborasi antara pemerintah daerah dan Kanwil KemenHAM DK Jakarta diharapkan semakin intensif untuk mewujudkan Jakarta Pusat sebagai wilayah yang ramah HAM dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.

Kanwil KemenHAM DK Jakarta Gandeng Walikota Jakarta Pusat, Perkuat Penguatan HAM dan Sosialisasi PRISMA
Kepala Kanwil KemenHAM DK Jakarta, Mikael Azedo Harwito, bersama Walikota Jakarta Pusat, Arifin, dalam audiensi penguatan HAM dan sosialisasi aplikasi PRISMA di Kantor Walikota Jakarta Pusat.

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam
Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?
Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer
Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global
Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21
Mengapa Isu Perubahan Iklim Menjadi Alat Tawar Politik Baru?
Kematian Dunia Menurun, Namun Nigeria dan Kongo Catat Rekor Kelam
ICE Tahan Ibu dan Anak Autis Kanada Meski Dokumen Legal

Berita Terkait

Senin, 23 Maret 2026 - 15:11 WIB

Mendorong Ecocide ke Dalam Statuta Roma dan Memburu Korporasi Perusak Alam

Senin, 23 Maret 2026 - 14:22 WIB

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Maret 2026 - 13:23 WIB

Sekuritisasi Perubahan Iklim: Ketika Kerusakan Alam Menjadi Ancaman Militer

Senin, 23 Maret 2026 - 12:20 WIB

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Maret 2026 - 11:12 WIB

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Berita Terbaru

Lebih dari sekadar emisi. Perspektif Teori Kritis memandang krisis iklim sebagai manifestasi ketidakadilan sejarah, di mana negara berkembang menanggung beban bencana atas kemakmuran yang dinikmati negara maju. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Keadilan Iklim Adalah Isu Etika Paling Krusial Tahun 2026?

Senin, 23 Mar 2026 - 14:22 WIB

Ilustrasi, Wajah baru kolonialisme? Perspektif Marxisme memandang agenda lingkungan global sebagai alat tawar negara maju (Utara) untuk menghambat industrialisasi dan memperpanjang ketergantungan negara berkembang (Selatan). Dok: Istimerwa.

INTERNASIONAL

Menakar Kritik Negara Selatan terhadap Standar Lingkungan Global

Senin, 23 Mar 2026 - 12:20 WIB

Perebutan urat nadi kehidupan. Geopolitik air kini menjadi medan tempur baru bagi negara-negara yang bersaing memperebutkan kedaulatan sumber daya di tengah ancaman kekeringan global 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Geopolitik Sungai Lintas Batas di Abad ke-21

Senin, 23 Mar 2026 - 11:12 WIB