Kapal Selam Nuklir China Uji Coba Rudal ke Pasifik

Selasa, 7 Juli 2026 - 06:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Langkah berani Beijing di Shanghai. Presiden Xi Jinping menawarkan teknologi AI terbuka untuk menantang pengaruh Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

Langkah berani Beijing di Shanghai. Presiden Xi Jinping menawarkan teknologi AI terbuka untuk menantang pengaruh Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Armada laut militer China kembali memamerkan kekuatan tempur mereka di kawasan Pasifik.

Unjuk Kekuatan Nuklir China di Samudra Pasifik

Kapal selam nuklir China meluncurkan rudal pembawa hulu ledak tiruan ke perairan internasional. Kantor berita Xinhua menyebut peluncuran berlangsung tepat pukul 12.01 siang waktu setempat.

Rudal mendarat dengan mulus pada area sasaran tanpa penjelasan koordinat lokasi terperinci. Xinhua mengklaim peluncuran ini sebagai agenda latihan rutin tahunan militer China. Mereka menegaskan latihan tersebut tidak menargetkan negara atau sasaran khusus mana pun.

Australia Sebut Aksi Beijing Mengganggu Stabilitas

Menteri Luar Negeri Australia Penny Wong memprotes keras uji coba rudal tersebut. Wong menyampaikan kritik saat menghadiri konferensi pers di Suva, ibu kota Fiji.

Ia mengakui pihak China telah mengirim pemberitahuan awal sebelum melangsungkan peluncuran. Namun, Wong menilai aksi militer ini mengganggu stabilitas keamanan regional Pasifik. Australia menuntut transparansi militer terkait penumpukan senjata yang berjalan sangat cepat.

Jepang dan Selandia Baru Suarakan Protes Keras

Pemerintah Jepang juga mendesak Beijing menghentikan aktivitas militer yang provokatif. Tokyo menerima pemberitahuan mengenai potensi jatuhnya puing antariksa hari Minggu kemarin.

Baca Juga :  Medan Perang Siber: Masa Depan Konflik di Domain Kelima

Kantor berita Kyodo melaporkan rudal mendarat di luar Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE). Meskipun demikian, Jepang tetap menyatakan kekhawatiran mendalam atas manuver militer China.

Menteri Luar Negeri Selandia Baru Winston Peters menyuarakan keprihatinan serupa kepada media. Peters menerima informasi peluncuran beberapa jam setelah uji coba rudal selesai.

Selandia Baru menolak keras penggunaan wilayah Pasifik Selatan sebagai lokasi uji coba rudal. Uji coba rudal ini menandai unjuk kekuatan terbaru setelah peluncuran ICBM tahun 2024.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar
Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati
Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali
Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan
Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan
Tiongkok Tampil Sebagai Pemasok Utama Teknologi Air Global
Ancaman Ruyung dan Tabrakan Mobil Memicu Kekhawatiran
Pelajar dan Guru Turun ke Jalanan Athena Menuntut Hunian Murah

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 09:19 WIB

Perayaan Meriah Festival Sembilan Dewa Kaisar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 08:00 WIB

Fenomena Fesyen Gothic Lolita Jepang Kembali Memikat Hati

Selasa, 27 Oktober 2026 - 07:14 WIB

Lonceng Perdamaian Cenderamata Jepang Ditemukan Kembali

Senin, 26 Oktober 2026 - 06:00 WIB

Hiu Viral Bukang-i Kembali Menerobos Masuk ke Kanal Kota Busan

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Pembangunan Kota Vietnam Mengancam Keberadaan Hutan

Berita Terbaru