Rusia Gempur Kyiv dengan Rudal Balistik

Selasa, 7 Juli 2026 - 07:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sistematis dan mematikan. Rusia memaksa jutaan anak Ukraina mengikuti pelatihan militer di wilayah pendudukan. Dok: Istimewa.

Sistematis dan mematikan. Rusia memaksa jutaan anak Ukraina mengikuti pelatihan militer di wilayah pendudukan. Dok: Istimewa.

KYIV, POSNEWS.CO.ID – Pasukan militer Rusia kembali melancarkan gempuran udara berskala besar ke jantung pertahanan Ukraina.

Serangan Rudal Balistik Rusia Hantam Permukiman Kyiv

Militer Rusia meluncurkan serangan rudal balistik ke wilayah Kyiv pada Senin dini hari. Serangan udara maut tersebut menewaskan sedikitnya delapan orang warga sipil. Hantaman rudal juga melukai puluhan warga di sekitar ibu kota Ukraina.

Peristiwa mengerikan ini berlangsung menjelang perhelatan KTT NATO di Ankara, Turki. Ini merupakan serangan udara kedua ke wilayah ibu kota dalam sepekan terakhir. Kedua belah pihak terus meningkatkan intensitas serangan jarak jauh mereka. Perang hebat ini kini telah berkecamuk selama lebih dari empat tahun.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Seorang jurnalis asing di Kyiv mendengar lebih dari sepuluh ledakan keras. Ledakan tersebut terjadi setelah sirene peringatan rudal balistik berbunyi nyaring. Beberapa menit kemudian, kilatan cahaya terang menghiasi langit malam kota.

Baca Juga :  Benteng Arktik: Kanada dan Prancis Buka Konsulat di Nuuk

Kepala Administrasi Militer Kyiv Tymur Tkachenko mengonfirmasi serangan udara Rusia tersebut. Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengimbau warga segera memasuki bunker penyelamatan. Sistem pertahanan udara Ukraina bekerja keras menghalau gempuran musuh.

Hantaman rudal memicu empat titik kebakaran besar pada gedung permukiman. Petugas medis mengevakuasi tujuh jenazah di Kyiv dan satu korban di Bucha. Serangan brutal ini juga melukai sedikitnya 34 orang warga setempat.

Misi Damai Donald Trump di KTT NATO Ankara

Presiden AS Donald Trump akan menghadiri KTT NATO di Ankara mulai Selasa. Trump berencana menemui Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy pada hari Rabu mendatang. Pertemuan bilateral tersebut bertujuan membahas formula penghentian perang secara permanen.

Setelah itu, Trump juga berniat menghubungi Presiden Rusia Vladimir Putin. Pemerintah Amerika Serikat ingin menghidupkan kembali proses negosiasi damai yang mandek.

Sebelumnya, Putin dan Zelenskyy sempat menghubungi Trump secara terpisah pada hari Sabtu. Mereka menyampaikan ucapan selamat atas peringatan HUT ke-250 Amerika Serikat.

Baca Juga :  Trump Justifikasi Perang Iran, Jepang Merasa Dilecehkan

Saling Balas Serangan Jauh di Krimea dan Moskow

Ukraina gencar menargetkan fasilitas energi di dalam wilayah Rusia belakangan ini. Langkah strategis tersebut bertujuan melemahkan pasokan logistik militer Kremlin.

Gubernur Krimea Mikhail Razvozhayev menyebut serangan Ukraina memutus aliran listrik di Sevastopol. Sementara itu, Wali Kota Moskow Sergei Sobyanin membagikan laporan pertahanan udara terbaru. Pasukan Rusia berhasil menembak jatuh beberapa gelombang pesawat tanpa awak milik Ukraina. Gempuran drone tersebut mengarah langsung ke wilayah ibu kota Rusia.

Perebutan Sengit Kota Strategis Kostyantynivka

Presiden Zelenskyy menegaskan pasukannya masih mempertahankan kota Kostyantynivka di Donetsk. Kota tersebut merupakan gerbang pertahanan yang sangat krusial bagi militer Ukraina.

Sebelumnya, pihak Rusia mengklaim telah menguasai sepenuhnya kota strategis tersebut. Zelenskyy menyebut klaim sepihak Kremlin tersebut sebagai kebohongan publik semata. Ia memperingatkan bahwa Rusia sedang menyiapkan serangan skala besar berikutnya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan
Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida
Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah
Arab Saudi dan UEA Kompak Tegaskan Persaudaraan
Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros
Andy Burnham Resmi Mengambil Alih Kepemimpinan Inggris
Parlemen Jepang Gagal Sepakati Pemotongan Pajak Makanan
Menlu ASEAN Kumpul Bahas Tensi Hormuz dan South China Sea

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:57 WIB

Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:41 WIB

Menteri Lingkungan Mundur, Parlemen Sahkan Aturan Pestisida

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:29 WIB

Dua Tanker Minyak Saudi Putar Balik di Laut Merah

Rabu, 22 Juli 2026 - 10:00 WIB

Arab Saudi dan UEA Kompak Tegaskan Persaudaraan

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:29 WIB

Hakim AS Tunda Penyatuan Raksasa Paramount dan Warner Bros

Berita Terbaru