HUT ke-250 AS, Trump Serukan Batasan Pemilu Baru

Minggu, 5 Juli 2026 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Peringatan bersejarah di bawah bayang-bayang politik partisan. Presiden Donald Trump menyampaikan pidato tajam bergaya kampanye di National Mall untuk memperingati HUT ke-250 Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

Peringatan bersejarah di bawah bayang-bayang politik partisan. Presiden Donald Trump menyampaikan pidato tajam bergaya kampanye di National Mall untuk memperingati HUT ke-250 Amerika Serikat. Dok: Istimewa.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Donald Trump menandai peringatan hari ulang tahun ke-250 Amerika Serikat dengan pidato politik yang sangat tajam.

Pidato Gaya Kampanye di Tengah Gelombang Panas

Badai petir menunda awal acara tersebut selama hampir dua jam. Setelah cuaca membaik, Trump muncul di National Mall untuk menyampaikan pidato. Pidato tersebut berlangsung kurang dari 40 menit. Durasi ini jauh lebih pendek daripada pidato-pidato Trump sebelumnya.

Suhu udara ekstrem yang mencapai 39 derajat Celsius menyengat wilayah ibu kota. Gelombang panas ini memaksa pembatalan sejumlah parade di sekitar lokasi. Petugas sempat mengevakuasi pengunjung ke museum terdekat saat badai mendekat. Namun, ribuan pendukung setia tetap bertahan demi mendengarkan pidato sang presiden.

Serukan Batasan Pemilu dan Soroti Capaian Militer

Trump memuji berbagai pencapaian besar dalam sejarah Amerika Serikat. Ia menyebut kemenangan perang, pendaratan di bulan, dan penerbangan pertama Wright bersaudara. Namun, ia segera mengalihkan fokus ke isu politik domestik yang kontroversial.

Presiden mendesak Kongres segera mengesahkan undang-undang pemilu yang baru. Aturan ini akan membatasi penggunaan surat suara pos secara ketat. Regulasi tersebut juga mewajibkan bukti kewarganegaraan bagi setiap pendaftar pemilu.

Trump juga memperingatkan bahaya kebangkitan paham komunisme di dalam negeri. Ia menyamakan ancaman ideologi tersebut dengan penyakit kanker yang mematikan. Selain itu, ia mengklaim bahwa pemerintahannya telah melumpuhkan kekuatan militer Iran sepenuhnya.

Kontroversi Politik dalam Perayaan ‘Freedom 250’

Kelompok bentukan Trump, Freedom 250, memimpin perayaan akbar ini. Mereka menyisihkan komite nonpartisan yang berdiri sejak 2016. Panitia mengubah sebagian besar area National Mall menjadi pameran rakyat raksasa. Area tersebut menampilkan komidi putar besar di samping stan kelompok konservatif dan kontraktor pertahanan.

Baca Juga :  Mengapa Kita Bermimpi? Menelisik Sains di Balik Aktivitas Bawah Sadar

Langkah ini memicu kritik tajam karena mengubah perayaan nasional menjadi panggung politik. Beberapa negara bagian pimpinan Demokrat menolak mengirim delegasi mereka ke Washington. Banyak penampil juga membatalkan kehadiran karena khawatir akan bias politik. Jajak pendapat Reuters/Ipsos menunjukkan mayoritas warga AS menilai perayaan HUT ke-250 ini terlalu partisan.

Upaya Perubahan Wajah Ibu Kota yang Belum Sempurna

Pemerintahan Trump mencoba mempercantik wajah ibu kota menjelang perayaan bersejarah ini. Petugas merenovasi sejumlah air mancur dan patung di Washington. Namun, proyek renovasi kolam Lincoln Memorial Reflecting Pool senilai 15 juta dolar AS menemui hambatan.

Air kolam tersebut kini tampak keruh karena gangguan pertumbuhan alga yang parah. Cat dinding kolam juga terlihat mulai mengelupas di beberapa sudut. Kamera pengawas dan barisan tentara kini menjaga ketat area monumen bersejarah tersebut dari jarak dekat.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Trump Tegaskan Gencatan Senjata AS-Iran Resmi Berakhir
Penembakan Houston Bongkar Kelalaian ICE dan DHS
Zelenskyy Bentuk Pasukan Khusus Penghancur Energi Rusia
Trump Siapkan Seribu Rudal Pasca-Pemakaman Ali Khamenei
Rusia Paksa 1,6 Juta Anak Ukraina Ikut Indoktrinasi Militer
Langkah Mulus Andy Burnham: Kantongi Dukungan 80 Persen
Militer AS: Gencatan Senjata Selat Hormuz Runtuh
Flu Burung H5 Serang Australia: Kasus Pertama

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 09:00 WIB

Trump Tegaskan Gencatan Senjata AS-Iran Resmi Berakhir

Minggu, 12 Juli 2026 - 08:00 WIB

Penembakan Houston Bongkar Kelalaian ICE dan DHS

Minggu, 12 Juli 2026 - 07:00 WIB

Zelenskyy Bentuk Pasukan Khusus Penghancur Energi Rusia

Minggu, 12 Juli 2026 - 06:00 WIB

Trump Siapkan Seribu Rudal Pasca-Pemakaman Ali Khamenei

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:07 WIB

Rusia Paksa 1,6 Juta Anak Ukraina Ikut Indoktrinasi Militer

Berita Terbaru