Kasus Riset Palsu Terungkap, Kemendiktisaintek Kumpulkan Bukti untuk Proses Hukum

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto. (Posnews/Ist)

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, memastikan pemerintah akan menempuh jalur hukum dalam kasus dugaan riset palsu yang melibatkan peneliti Indonesia di forum ilmiah internasional.

Saat ini, Kemendiktisaintek masih mengumpulkan data dan bukti sebagai dasar proses hukum terhadap pihak yang diduga terlibat.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memberikan efek jera sekaligus menjaga integritas riset nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami terus mengumpulkan data yang nantinya menjadi dasar proses hukum terhadap terduga pelaku. Jika tidak ada tindakan hukum, kami khawatir kasus seperti ini akan terus berulang,” kata Brian dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Gedung Nusantara I, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Baca Juga :  Menag Tegaskan Kurban Bukan Sekadar Ritual, Tapi Solusi Stunting

Selain itu, tim investigasi menemukan dugaan pencatutan afiliasi sejumlah perguruan tinggi di Indonesia dalam publikasi ilmiah tanpa izin resmi.

Menurut Brian, penggunaan nama perguruan tinggi tanpa persetujuan merupakan bentuk pelanggaran yang mengarah pada tindakan penipuan.

“Mereka menggunakan atau mencatut nama perguruan tinggi tanpa izin. Itu berarti ada unsur penipuan,” ujarnya.

Lebih lanjut, hasil investigasi tersebut akan terus dikoordinasikan dengan berbagai pihak untuk menentukan langkah penanganan berikutnya.

Brian menegaskan, meski sebagian terduga pelaku berada di luar lingkungan kampus, kasus tersebut tetap berdampak terhadap reputasi riset Indonesia di tingkat global.

“Masalah ini dapat menimbulkan citra negatif terhadap peneliti Indonesia di mata dunia internasional,” tuturnya.

Baca Juga :  Kasus Penghasutan Demo 2025 Runtuh, Hakim Bebaskan Delpedro Marhaen dan Tiga Aktivis

Tak hanya itu, kualitas karya ilmiah yang dipersoalkan juga dinilai jauh dari standar akademik yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Dari sisi substansi, kualitas karya tersebut sangat tidak memadai sebagai karya ilmiah yang layak dipertanggungjawabkan,” katanya.

Karena itu, pemerintah memastikan penanganan kasus dugaan riset palsu akan terus dikawal hingga tuntas.

Langkah tersebut diharapkan mampu memberikan efek jera sekaligus mencegah praktik serupa yang dapat merusak kredibilitas dunia penelitian Indonesia.

“Proses ini akan terus kami lanjutkan agar memberikan efek jera dan mencegah munculnya pelanggaran serupa di masa mendatang,” pungkas Brian. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan
Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai
Puluhan Negara Desak Solusi Dua Negara demi Akhiri Konflik
Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump
Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan
AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP
Tanah Longsor Sapu Tujuh Persen Populasi Orangutan
Putri Bajrakitiyabha Wafat pada Usia 47 Tahun

Berita Terkait

Sabtu, 13 Juni 2026 - 18:15 WIB

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 16:00 WIB

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:05 WIB

Pentagon Rilis 72 Dokumen Rahasia UFO Era Trump

Sabtu, 13 Juni 2026 - 13:02 WIB

Uni Eropa Sepakat Memulai Negosiasi Keanggotaan

Sabtu, 13 Juni 2026 - 12:21 WIB

AOC Resmi Luncurkan Monitor Gaming AGP277QKP

Berita Terbaru

Gebrakan besar di perbatasan. Otoritas Hong Kong menyita ratusan ribu barang palsu termasuk jersi Piala Dunia siap ekspor senilai dua puluh juta dolar AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Bea Cukai Hong Kong Sita Ribuan Jersi Piala Dunia Tiruan

Sabtu, 13 Jun 2026 - 18:15 WIB

Terobosan besar diplomasi global. Amerika Serikat dan Iran mendekati kesepakatan damai akhir untuk mengakhiri perang tiga bulan dan memulihkan pasokan energi dunia. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Amerika Serikat dan Iran Dekati Kesepakatan Damai

Sabtu, 13 Jun 2026 - 16:00 WIB