Ucapan “Lu Punya Otak Nggak?” Picu Kecaman, PWI Desak Hotman Paris Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 - 18:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir. (Posnews/PWI)

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir. (Posnews/PWI)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Ucapan “lu punya otak nggak?” yang dilontarkan pengacara Hotman Paris kepada seorang wartawan memicu kecaman keras.

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat menilai pernyataan tersebut merendahkan profesi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

PWI menegaskan, wartawan memiliki hak untuk bertanya kepada narasumber. Sebaliknya, narasumber juga berhak menjawab atau menolak menjawab pertanyaan. Namun, komunikasi tetap harus berlangsung secara etis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir mengatakan, wartawan menjalankan tugas untuk kepentingan publik dan mendapat perlindungan Undang-Undang Pers.

“Setiap orang berhak menyampaikan pendapat, menjawab atau menolak menjawab pertanyaan wartawan. Namun tidak ada alasan untuk merendahkan martabat profesi wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik,” ujar Akhmad Munir, Minggu (19/7/2026).

PWI Minta Hotman Paris Klarifikasi dan Minta Maaf

PWI Pusat menegaskan, desakan klarifikasi dan permintaan maaf itu tidak berkaitan dengan substansi perkara hukum yang sedang ditangani Hotman Paris. PWI juga tidak mempersoalkan hak advokat dalam membela kliennya.

Baca Juga :  Polsek Koja Gelar Nobar Piala Dunia, Polisi dan Warga Bersorak Bersama

Namun, PWI meminta advokat menyampaikan pembelaan hukum secara etis dan tetap menghormati profesi lain, termasuk wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Karena itu, PWI Pusat meminta Hotman Paris memberikan klarifikasi kepada publik dan menyampaikan permintaan maaf kepada insan pers.

“Narasumber boleh mengkritik pertanyaan wartawan. Namun, sampaikan kritik itu secara santun dan profesional tanpa merendahkan martabat insan pers,” kata Akhmad Munir.

Iwakum Ikut Kecam Ucapan Hotman Paris

Kecaman serupa datang dari Ikatan Wartawan Hukum (Iwakum). Organisasi tersebut menilai ucapan Hotman Paris berpotensi merendahkan martabat wartawan dan mengarah pada pembungkaman kebebasan pers.

Ketua Umum Iwakum Irfan Kamil meminta Hotman Paris menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.

“Kami sangat mengecam dan menuntut Hotman Paris untuk meminta maaf atas pernyataan-pernyataannya yang merendahkan wartawan dan mengarah pada pembungkaman kebebasan pers,” kata Kamil, Minggu (19/7/2026).

Baca Juga :  Cuaca Minggu 19 April 2026: Jakarta, Bekasi hingga Bogor Berpotensi Hujan

Ucapan tersebut menjadi sorotan setelah Hotman Paris menggelar konferensi pers pada Jumat (17/7/2026), usai mendampingi mantan Jampidsus Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah yang menjadi tersangka kasus korupsi.

Dalam konferensi pers itu, Hotman Paris melontarkan kalimat “lu punya otak nggak?” kepada seorang wartawan yang mengajukan pertanyaan.

PWI Ingatkan Wartawan Tetap Profesional

Meski mengecam pernyataan tersebut, PWI Pusat tetap mengingatkan seluruh wartawan untuk menjalankan tugas secara profesional, independen, akurat, dan berimbang.

PWI juga meminta wartawan berpedoman pada Kode Etik Jurnalistik saat menjalankan tugas.

PWI menegaskan akan terus melindungi wartawan yang menghadapi intimidasi, pelecehan, ancaman, atau tindakan yang menghambat kerja jurnalistik.

“Pers yang merdeka tidak lahir dari rasa takut, melainkan dari jaminan bahwa wartawan dapat bekerja secara profesional tanpa intimidasi,” tegas Akhmad Munir.

Menurut PWI, menghormati wartawan berarti menghormati hak masyarakat untuk memperoleh informasi.

Karena itu, advokat dan wartawan harus saling menghormati serta menjunjung tinggi etika dalam setiap interaksi. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komnas HAM Ingatkan Polisi, Pengamanan Aksi Mahasiswa Harus Humanis
Ribuan Mahasiswa Siap Aksi di Bundaran HI Besok, Bawa 5 Tuntutan
KPK Belum Dalami Dugaan Amplop untuk Menhut, Fokus Kasus Kuansing
Jual Beli Data hingga Judol Meresahkan, Kapolri dan Menkomdigi Perkuat Kolaborasi
MUI Soroti Klaim Imam Mahdi di Bangkalan, Korban Rugi Rp1,3 Miliar
Musim Hujan Mundur hingga 30 Hari, BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Akhir Tahun
Harta Pejabat Tak Sesuai LHKPN Bisa Dirampas? Ini Usulan Wakil Ketua KPK
Api Masih Mengintai di Lahan Gambut, 17.942 Hektare Karhutla Belum Padam

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Ribuan Mahasiswa Siap Aksi di Bundaran HI Besok, Bawa 5 Tuntutan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:24 WIB

KPK Belum Dalami Dugaan Amplop untuk Menhut, Fokus Kasus Kuansing

Selasa, 27 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Jual Beli Data hingga Judol Meresahkan, Kapolri dan Menkomdigi Perkuat Kolaborasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 10:36 WIB

MUI Soroti Klaim Imam Mahdi di Bangkalan, Korban Rugi Rp1,3 Miliar

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:09 WIB

Musim Hujan Mundur hingga 30 Hari, BMKG Ingatkan Ancaman Banjir Akhir Tahun

Berita Terbaru