Bripda Nopandri Ditemukan Gugur, Bareskrim Buru Pelaku Penyerangan di Katingan

Sabtu, 4 Juli 2026 - 21:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, meninggal. (Pixabay)

Ilustrasi, meninggal. (Pixabay)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kabar duka kembali menyelimuti Polri.

Setelah sempat dinyatakan hilang saat operasi pemberantasan narkoba di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, Bripda Nopandri Ramadhana akhirnya ditemukan dalam kondisi gugur.

Gugurnya anggota Satresnarkoba Polres Katingan itu menambah daftar korban dalam operasi yang berujung penyerangan brutal terhadap aparat kepolisian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Direktur Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga almarhum.

Ia menegaskan Bripda Nopandri gugur saat menjalankan tugas memberantas peredaran narkotika.

“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga Bripda Nopandri. Almarhum gugur saat menjalankan tugas. Semoga mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan serta kekuatan,” kata Eko, Sabtu (4/7/2026).

Eko menegaskan Bareskrim Polri menjadikan peristiwa tersebut sebagai perhatian serius. Karena itu, tim gabungan terus memburu seluruh pelaku yang diduga terlibat dalam penyerangan terhadap anggota polisi.

Baca Juga :  Tawuran di Depok Digagalkan, Polisi Tangkap 5 Remaja dan Sita 2 Parang

“Tim masih terus melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Kami tidak akan berhenti sampai seluruh pelaku berhasil diamankan dan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” tegasnya.

Bareskrim Polri juga berkoordinasi dengan Polda Kalimantan Tengah dan Polres Katingan untuk mempercepat penyelidikan sekaligus mempersempit ruang gerak para pelaku.

Polisi mengajak masyarakat yang mengetahui keberadaan pelaku agar segera memberikan informasi kepada aparat.

“Kami mengimbau masyarakat mendukung proses penegakan hukum dengan memberikan informasi yang dapat membantu penyelidikan. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Polri memastikan penyelidikan dan pengejaran akan terus dilakukan hingga seluruh pelaku ditangkap sebagai bentuk komitmen memberikan keadilan bagi anggota yang gugur saat bertugas.

Penyerangan Brutal Saat Gerebek Bandar Sabu

Insiden bermula saat Satresnarkoba Polres Katingan menggerebek bandar sabu berinisial BIO, seorang residivis kasus narkotika, di Desa Tumbang Kalemei pada Rabu (1/7/2026) dini hari.

Baca Juga :  Pramono Anung Soroti Pembuangan Sampah Ilegal, Hotel dan Restoran Ikut Diawasi

Operasi dilakukan setelah polisi menerima laporan masyarakat terkait dugaan peredaran sabu di wilayah tersebut.

Sebanyak 12 personel diterjunkan dan dibagi menjadi dua tim. Tim pertama menangkap target, sedangkan tim kedua memberikan dukungan pengamanan.

Meski target berhasil diamankan, situasi mendadak berubah ketika penghuni rumah dan sejumlah warga menyerang petugas menggunakan parang.

Massa kemudian bertambah dan menyerang polisi dengan senjata tajam serta senjata api rakitan.

Menghadapi serangan tersebut, personel berupaya menyelamatkan diri sambil menunggu bantuan. Sejumlah anggota bahkan terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan.

Dalam insiden itu, Aipda Yudhie Perdana Putra gugur di lokasi akibat luka senjata tajam.

Kini, Bripda Nopandri Ramadhana juga dipastikan gugur, sementara tim gabungan masih melanjutkan penanganan kasus serta memburu para pelaku penyerangan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Eks Pejabat Pajak Ditahan KPK, Uang Sponsorship Fashion Anak Terseret
Korban Gempa Flores Dapat Bantuan Rumah hingga Rp30 Juta, Ini Syaratnya
Pigai Ingin HAM Jadi Pelajaran Wajib, Bukan Sekadar Bab
Kabar Gembira Driver Ojol, Perpres Perlindungan Ditargetkan Terbit Awal September
Uang PT BKS Mengalir ke Bebizie, KPK: Bukan Bayaran Manggung
Jelang Demo BEM UI, 21 Orang Diciduk Bawa Molotov dan Petasan Bukan Mahasiswa
Tragedi Gempa NTT, 1.245 Orang Jadi Korban dan 27.700 Warga Mengungsi
Menaker Yassierli Dorong Santunan BPJS Ketenagakerjaan Jadi Modal Usaha

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:23 WIB

Eks Pejabat Pajak Ditahan KPK, Uang Sponsorship Fashion Anak Terseret

Rabu, 19 Agustus 2026 - 08:45 WIB

Korban Gempa Flores Dapat Bantuan Rumah hingga Rp30 Juta, Ini Syaratnya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:58 WIB

Pigai Ingin HAM Jadi Pelajaran Wajib, Bukan Sekadar Bab

Rabu, 19 Agustus 2026 - 07:18 WIB

Kabar Gembira Driver Ojol, Perpres Perlindungan Ditargetkan Terbit Awal September

Rabu, 19 Agustus 2026 - 06:46 WIB

Uang PT BKS Mengalir ke Bebizie, KPK: Bukan Bayaran Manggung

Berita Terbaru

Rasa waswas menyelimuti warga Jawa Barat yang berkendara malam hingga dini hari, seiring maraknya aksi begal dalam sebulan terakhir di berbagai wilayah. Dok: Istimewa.

HUKRIM

Waspada Begal Malam di Jawa Barat, Polda Catat 23 Kasus

Rabu, 19 Agu 2026 - 21:28 WIB