POSNEWS.CO.ID, BERLIN – Sejumlah politisi Jerman melontarkan kritik tajam atas aksi bentrokan dan penjarahan pada Sabtu kemarin.
Insiden perusakan tersebut terjadi di sela-sela aksi demonstrasi besar yang dipelopori oleh kelompok gerakan pemuda nasional.
Meskipun demikian, beberapa politisi mengingatkan agar aksi anarkis tidak mengaburkan tuntutan utama para peserta unjuk rasa damai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perdana Menteri Negara Bagian Hesse Boris Rhein menegaskan bahwa tindakan kekerasan tersebut sangat tidak dapat diterima.
Menteri Dalam Negeri Alexander Dobrindt menuding kelompok sayap kiri radikal dan perusuh komunitas imigran sebagai dalang kerusuhan.
Namun demikian, ia menilai tingkat keparahan gangguan keamanan di Jerman masih lebih rendah ketimbang peristiwa di Paris.
Puluhan Ribu Pemuda Gen Z Menuntut Perhatian Terhadap Biaya Hidup Dan Pendidikan
Puluhan ribu orang berpartisipation dalam aksi unjuk rasa yang berjalan atas inisiasi kelompok GenZ regelt! (Gen Z Mengatasi Ini!).
Para demonstran menuntut perhatian pemerintah terhadap prioritas pemuda, mulai dari tingginya biaya hidup hingga pemotongan anggaran pendidikan.
Namun demikian, perusuh bertopeng memanfaatkan momen dengan menjarah berbagai toko di Frankfurt serta memicu bentrokan di Berlin, Koln, dan Hamburg.
Aparat kepolisian terpaksa menyemprotkan meriam air untuk memblokir aksi pemuda yang melemparkan bom Molotov ke arah petugas.
Bahkan, gerakan unjuk rasa pemuda di Jerman ini mengambil inspirasi langsung dari aksi serupa di Prancis dan Italia.
Ketua Partai Sayap Kiri Die Linke Ines Schwerdtner menegaskan bahwa tuntutan demonstran damai tidak boleh hilang akibat tindakan vandalisme.
Perdebatan Parpol Serta Rencana Aksi Unjuk Rasa Lanjutan Pada Pertengahan November
Keluarga besar Partai Hijau melalui Franziska Brantner menyayangkan timbulnya aksi kekerasan yang merugikan tujuan luhur mayoritas demonstran.
Sementara itu, Partai Sayap Kanan AfD menyalahkan ekstremisme sayap kiri serta kebijakan migrasi yang tidak terkendali atas insiden tersebut.
Meskipun mendapat kecaman, kelompok GenZ regelt! menegaskan melalui situs resminya bahwa rangkaian unjuk rasa ini baru merupakan permulaan.
Oleh karena itu, pihak penyelenggara mengajak para pemuda untuk kembali turun ke jalan melangsungkan aksi demonstrasi susulan pada 14 November mendatang.
Dengan demikian, Pemerintah Jerman kini memperketat pengamanan di area publik guna mengantisipasi potensi eskalasi gelombang unjuk rasa pemuda berikutnya.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













