Kronologi Wali Kota Bekasi Dihadang Golok Saat Penertiban PKL di Teluk Pucung

Senin, 9 Februari 2026 - 08:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, petugas Satpol PP menertibkan PKL. (Posnews/MR)

Ilustrasi, petugas Satpol PP menertibkan PKL. (Posnews/MR)

BEKASI, POSNEWS.CO.ID – Begini-lah jadinya jika warga sudah emosi. Aksi penertiban Pedagang Kaki Lima (PKL) di Teluk Pucung, Bekasi Utara, berubah menegangkan.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menghadapi ancaman senjata tajam jenis golok dari seorang warga saat memimpin langsung operasi penertiban. Rekaman video kejadian itu pun viral di media sosial dan menuai sorotan publik.

Peristiwa tersebut terjadi saat Satpol PP Kota Bekasi menertibkan bangunan liar berupa tempat penyimpanan kelapa berbahan besi yang berdiri di bahu jalan, tepat di depan ruko dan dinilai mengganggu ketertiban umum serta arus lalu lintas.

Meski situasi memanas, Tri Adhianto menegaskan penertiban telah melalui tahapan sesuai prosedur. Pemerintah Kota Bekasi, kata dia, lebih dulu menyampaikan imbauan dan sosialisasi kepada para pedagang sebelum tindakan pembongkaran dilakukan.

“Kami sudah memberikan imbauan sebelumnya. Petugas juga kami minta bertindak persuasif dan sesuai aturan,” ujar Tri, Minggu (8/2/2026).

Baca Juga :  Tragedi Bantargebang Berakhir, Operasi SAR Ditutup Setelah 13 Korban Ditemukan

Terkait ancaman golok yang diarahkan ke petugas dan dirinya, Tri menyatakan tidak gentar. Namun, ia justru menyoroti bahaya pembiaran pelanggaran yang terus berulang tanpa penegakan hukum.

“Saya bukan khawatir soal goloknya. Yang saya khawatirkan adalah jika pelanggaran dibiarkan dan akhirnya menjadi kebiasaan. Lama-lama pelanggar merasa paling benar,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tri menilai kemarahan warga tersebut merupakan akumulasi pembiaran selama bertahun-tahun. Menurutnya, penegakan aturan yang terlambat justru memicu resistensi di lapangan.

“Kemarahan itu muncul karena selama ini tidak pernah ditindak. Ketika aturan ditegakkan, baru muncul reaksi keras,” tambahnya.

Insiden Bermula Membongkar Bangunan Penyimpanan Kelapa

Berdasarkan video yang beredar, insiden bermula ketika petugas Satpol PP mulai membongkar bangunan penyimpanan kelapa.

Seorang pria berbaju merah tiba-tiba datang dan melarang petugas melanjutkan penertiban.

Baca Juga :  Razia PKL dan Parkir Liar di Pademangan, Satpol PP–Dishub Tertibkan Trotoar dan Badan Jalan

“Woy, woy, jangan yang ini,” teriak pria tersebut sambil mendekati petugas.

Adu mulut pun tak terhindarkan. Situasi kemudian semakin mencekam ketika pria tersebut masuk ke dalam ruko dan kembali sambil membawa golok. Ia mengacungkan senjata tajam ke arah petugas hingga membuat petugas mundur ke arah wali kota.

Perekam video terdengar berteriak memperingatkan situasi.
“Awas pak wali, amankan itu orangnya,” ucap suara dalam rekaman.

Melihat eskalasi konflik, Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro langsung turun tangan.

Ia memberikan penjelasan dan pengertian kepada pria tersebut hingga situasi berhasil dikendalikan tanpa korban jiwa.

Hingga kini, Pemkot Bekasi memastikan penertiban PKL tetap berjalan sebagai bagian dari penegakan Perda Ketertiban Umum.

Pemerintah juga menegaskan komitmennya menata kota tanpa kompromi terhadap ancaman kekerasan. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Modus Toko Pulsa dan Sembako Terbongkar, Polisi Sita Ribuan Obat Daftar G
Cuaca Jabodetabek & Kota Besar Hari Ini: Hujan Ringan – Lebat, Waspada Angin Kencang
Maling Spesialis Alfamart Ngamuk di Tanjung Priok, Todong Sajam Saat Kepergok Warga
Polda Jabar Razia Truk Sumbu Tiga di Sumedang, 85 Kendaraan Melanggar Terjaring
KAI Tambah 19 Kereta Api Jarak Jauh Mudik Lebaran 2026 dari Gambir dan Pasar Senen
Anggota DPRD DKI Edukasi Warga Soal Mudik Aman Saat Bagi Takjil di Tanjung Priok
Perebutan Dominasi Chip Semikonduktor: Geopolitik Teknologi yang Menentukan Masa Depan
Diplomasi Iklim di Ujung Tanduk: Mengapa Komitmen Net-Zero Terhambat Kepentingan Nasional?

Berita Terkait

Senin, 16 Maret 2026 - 09:42 WIB

Modus Toko Pulsa dan Sembako Terbongkar, Polisi Sita Ribuan Obat Daftar G

Senin, 16 Maret 2026 - 03:14 WIB

Cuaca Jabodetabek & Kota Besar Hari Ini: Hujan Ringan – Lebat, Waspada Angin Kencang

Minggu, 15 Maret 2026 - 23:07 WIB

Maling Spesialis Alfamart Ngamuk di Tanjung Priok, Todong Sajam Saat Kepergok Warga

Minggu, 15 Maret 2026 - 22:43 WIB

Polda Jabar Razia Truk Sumbu Tiga di Sumedang, 85 Kendaraan Melanggar Terjaring

Minggu, 15 Maret 2026 - 22:20 WIB

KAI Tambah 19 Kereta Api Jarak Jauh Mudik Lebaran 2026 dari Gambir dan Pasar Senen

Berita Terbaru