Sumur Minyak Tradisional Meledak di Aceh Timur, Kobaran Api Masih Berkobar

Minggu, 5 Juli 2026 - 20:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan kobaran api akibat ledakan sumur minyak tradisional di Gampong Lhok Lemak, Kabupaten Aceh Timur, Minggu (5/7/2026). (Posnews/Tangkapan layar video)

Petugas pemadam kebakaran berupaya memadamkan kobaran api akibat ledakan sumur minyak tradisional di Gampong Lhok Lemak, Kabupaten Aceh Timur, Minggu (5/7/2026). (Posnews/Tangkapan layar video)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Ledakan dahsyat mengguncang sumur minyak tradisional di Gampong Lhok Lemak, Kecamatan Darul Ihsan, Kabupaten Aceh Timur, pada Minggu (5/7/2026).

Kobaran api masih berkobar hingga siang hari, sementara petugas gabungan terus berupaya memadamkan kebakaran dan mengamankan lokasi.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Timur, AKP Novrizaldi, mengatakan penyebab ledakan masih dalam penyelidikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Polisi memprioritaskan proses pemadaman sebelum melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

“Belum diketahui penyebab pasti kebakaran akibat ledakan sumur minyak tersebut,” kata Novrizaldi.

Baca Juga :  Paus Leo Tutup Tur Afrika dengan Kecaman Ketimpangan Ekonomi

Lima Mobil Damkar Dikerahkan

Untuk mengendalikan kobaran api, petugas mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi.

Namun, proses pemadaman berlangsung sulit karena sumur minyak masih mengeluarkan material yang mudah terbakar.

Akibatnya, api terus menyala dan berisiko merambat ke perkebunan kelapa sawit di sekitar lokasi. Petugas pun bekerja ekstra hati-hati agar kebakaran tidak meluas.

Sementara itu, polisi memasang garis pembatas dan mengisolasi area sumur minyak guna mencegah warga mendekati lokasi yang masih berbahaya.

Warga Diminta Menjauh

Puluhan warga terlihat memadati sekitar lokasi untuk menyaksikan proses pemadaman.

Aparat keamanan berulang kali mengimbau masyarakat menjaga jarak guna mengantisipasi kemungkinan ledakan susulan.

Baca Juga :  BEM UI dan BEM SI Gelar Aksi di Mapolda Metro Jaya Tuntut Keadilan Korban Ojol

Selain memadamkan api, petugas terus melakukan pengamanan agar proses penanganan berjalan aman dan tidak mengganggu keselamatan personel di lapangan.

Penyebab Masih Diselidiki

Berdasarkan informasi awal, api diduga muncul setelah terjadi ledakan di area sumur minyak tradisional.

Meski demikian, kepolisian belum menyimpulkan penyebab pasti dan masih mengumpulkan keterangan serta bukti di lokasi kejadian.

Hingga berita ini ditulis, belum ada laporan resmi mengenai korban jiwa, korban luka, maupun nilai kerugian material akibat insiden tersebut.

Polisi memastikan informasi lebih lanjut akan disampaikan setelah proses penyelidikan dan pendataan selesai. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gempa NTT: Korban Tewas Jadi 71 Orang, BMKG Catat 3.002 Gempa Susulan
Bocah 12 Tahun Meninggal di Rumah, Polisi Dalami Dugaan Pemicu Peristiwa
Hitadipa Jadi Kampung Papua Damai, TNI Dorong Warga Bangkit dan Sejahtera
Gempa M7,7 NTT Tewaskan 70 Orang, 132 Luka dan SAR Fokus Penyisiran
Diskon Pajak Kendaraan Banten hingga 40 Persen Mulai 18 Agustus 2026
Konflik Warisan, Paman dan Keponakan Duel di Rembang Berujung Maut
Warga Halmahera Utara Serahkan 16 Senpi Ilegal dan 138 Amunisi ke Polisi
Gempa NTT Terkini: 68 Warga Meninggal, 213 Orang Luka

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:04 WIB

Gempa NTT: Korban Tewas Jadi 71 Orang, BMKG Catat 3.002 Gempa Susulan

Rabu, 19 Agustus 2026 - 15:38 WIB

Bocah 12 Tahun Meninggal di Rumah, Polisi Dalami Dugaan Pemicu Peristiwa

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:00 WIB

Hitadipa Jadi Kampung Papua Damai, TNI Dorong Warga Bangkit dan Sejahtera

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:03 WIB

Gempa M7,7 NTT Tewaskan 70 Orang, 132 Luka dan SAR Fokus Penyisiran

Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:25 WIB

Diskon Pajak Kendaraan Banten hingga 40 Persen Mulai 18 Agustus 2026

Berita Terbaru

Rasa waswas menyelimuti warga Jawa Barat yang berkendara malam hingga dini hari, seiring maraknya aksi begal dalam sebulan terakhir di berbagai wilayah. Dok: Istimewa.

HUKRIM

Waspada Begal Malam di Jawa Barat, Polda Catat 23 Kasus

Rabu, 19 Agu 2026 - 21:28 WIB