Latihan Berujung Maut, Dua Atlet Terjun Payung Tewas Tenggelam di Laut Pangandaran

Selasa, 30 Desember 2025 - 21:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dua Atlet Terjun Payung Tewas Jatuh dari Ketinggian 10.000 Kaki di Pangandaran. (Posnews/Ist)

Dua Atlet Terjun Payung Tewas Jatuh dari Ketinggian 10.000 Kaki di Pangandaran. (Posnews/Ist)

PANGANDARAN, POSNEWS.CO.ID – Petaka berdarah menghantam langit Pangandaran. Dua atlet terjun payung asal Kabupaten Bandung tewas mengenaskan setelah kehilangan kendali.

Kedua korban terjun bebas dari ketinggian 10.000 kaki di kawasan Bojongsalawe, Desa Karangjaladri, Kecamatan Parigi, Selasa (30/12/2025) siang.

Korban Rusli dan Widiasih meregang nyawa usai jatuh ke laut saat menjalani latihan terjun payung. Angin kencang mendadak berubah arah dan menghancurkan kendali penerjunan.

Peristiwa maut ini terjadi sekitar pukul 10.15 WIB. Lima atlet lepas landas menggunakan pesawat latih Cessna 185 PK-SRC milik Fly School Ganesha. Namun nahas, di ketinggian ribuan kaki, cuaca berkhianat.

Baca Juga :  Update Longsor Cilacap: 2 Jenazah Ditemukan, Tim SAR Kejar 5 Korban Yang Hilang

Angin berbelok tajam. Pendaratan kacau. Tiga atlet berhasil mendarat darurat di Pantai Bojongsalawe dan selamat. Dua lainnya justru tercebur ke laut lepas.

Petugas menemukan satu korban dalam kondisi tak bernyawa akibat tenggelam. Sementara satu korban sempat hilang sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

Baca Juga :  Gadis Bekasi Diduga Korban Begal Aplikasi Kencan: Dibonceng, Ditipu, Motor Dirampas

β€œKorban meninggal dunia dua orang, Rusli dan Widiasih, atlet terjun payung asal Kabupaten Bandung,” tegas Kapolres Pangandaran AKBP Andri Kurniawan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aparat gabungan Polres Pangandaran, Basarnas, Satpolairud, hingga TNI AL langsung menyisir lokasi, mengevakuasi korban, dan mengamankan area kejadian. Seluruh aktivitas terjun payung langsung dihentikan.

Polisi kini menyelidiki penyebab pasti kecelakaan dan menegaskan keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam setiap olahraga ekstrem.

Penulis : Hadwan

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Matinya Diplomasi Rahasia? Dampak Kebocoran Data Intelijen terhadap Hubungan Bilateral
Mudik 2026: Wakapolri Ungkap Puncak Arus dan Strategi Pengamanan di Merak-Bakauheni
Nasionalisme Vaksin dan Kesenjangan Kesehatan: Pelajaran dari Pandemi untuk Masa Depan
Wakapolda Metro Jaya Cek Pos Bandara Soetta, Layanan Gratis Pindah Terminal Mudik 2026
Pengamanan Ketat di Cikunir, Polisi Siap Hadapi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026
Efek Konflik Timur Tengah, ASN Jakarta Bakal WFH untuk Tekan Konsumsi BBM
Pabrik Uang Palsu di Purwakarta Digerebek, Pelaku Ditangkap di Warung Nasi Goreng
Pukulan Telak bagi RFK Jr.: Hakim AS Blokir Perombakan Kebijakan Vaksin Nasional

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 21:31 WIB

Matinya Diplomasi Rahasia? Dampak Kebocoran Data Intelijen terhadap Hubungan Bilateral

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:44 WIB

Mudik 2026: Wakapolri Ungkap Puncak Arus dan Strategi Pengamanan di Merak-Bakauheni

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:30 WIB

Nasionalisme Vaksin dan Kesenjangan Kesehatan: Pelajaran dari Pandemi untuk Masa Depan

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:28 WIB

Wakapolda Metro Jaya Cek Pos Bandara Soetta, Layanan Gratis Pindah Terminal Mudik 2026

Selasa, 17 Maret 2026 - 20:12 WIB

Pengamanan Ketat di Cikunir, Polisi Siap Hadapi Lonjakan Arus Mudik Lebaran 2026

Berita Terbaru