Mahasiswa Gagal Long March ke Bundaran HI, Demo di Sudirman Diadang Aparat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dok: Mahasiswa bernegosiasi dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat saat demonstrasi di depan Gedung UOB, Sudirman, 28 Oktober 2026.

Dok: Mahasiswa bernegosiasi dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat saat demonstrasi di depan Gedung UOB, Sudirman, 28 Oktober 2026.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Langkah mahasiswa menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, terhenti setelah aparat kepolisian menghadang rombongan mereka di depan Gedung UOB, Jalan Jenderal Sudirman, Rabu (28/10/2026).

Mahasiswa pun terlibat adu argumen dengan Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold E.P. Hutagalung saat berupaya mendapatkan izin untuk melanjutkan demonstrasi.

Rombongan mahasiswa tiba di lokasi sekitar pukul 14.18 WIB. Mereka ingin menyampaikan aspirasi di Bundaran HI, tetapi aparat membatasi pergerakan massa sehingga mereka belum bisa melanjutkan perjalanan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Reynold turun langsung menemui para mahasiswa. Namun, larangan menggelar aksi di Bundaran HI memicu perdebatan.

Mahasiswa berusaha bernegosiasi agar dapat menyampaikan tuntutan di lokasi yang mereka tuju.

Di tengah negosiasi tersebut, elemen mahasiswa lainnya terus berdatangan dari arah Sudirman. Mereka tidak mengenakan jas almamater, tetapi membawa bendera kampus masing-masing.

Situasi itu menunjukkan bahwa ketegangan tidak hanya berkaitan dengan pengaturan keamanan, tetapi juga menyangkut keinginan mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi di ruang publik yang mereka pilih.

Jalan Sudirman Macet, Polisi Terapkan Rekayasa Lalu Lintas

Penutupan jalan di sekitar lokasi aksi menyebabkan arus lalu lintas mengalami kemacetan.

Baca Juga :  Kebakaran Hebat SPBE Cimuning Bekasi, 12 Orang Luka Bakar Parah hingga 70 Persen

Dampaknya, perjalanan masyarakat di koridor Sudirman–Thamrin berpotensi terhambat, terutama bagi pengendara yang hendak melintas menuju pusat Jakarta.

Sebelumnya, Polda Metro Jaya telah mengumumkan rekayasa lalu lintas secara situasional untuk mengantisipasi demonstrasi di kawasan Bundaran HI, Monas, Gedung DPR/MPR RI, dan Tugu Tani.

Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya mengimbau pengendara menghindari kawasan aksi jika tidak memiliki keperluan mendesak.

Masyarakat juga diminta menggunakan jalur alternatif dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

Pengendara dapat memantau perkembangan kondisi jalan melalui akun resmi TMC Polda Metro Jaya sebelum menentukan rute perjalanan.

Polda Metro Verifikasi 53 Elemen Aksi

Demonstrasi pada Rabu (28/10/2026) berlangsung bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Polda Metro Jaya mengonfirmasi telah menerima pemberitahuan aksi dari 53 elemen mahasiswa dan masyarakat yang berencana menggelar demonstrasi di sejumlah titik Jakarta.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyatakan kepolisian menghormati hak masyarakat untuk menyampaikan pendapat.

Petugas juga mengutamakan keselamatan peserta demonstrasi dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.

Salah satu kelompok yang merencanakan aksi di Bundaran HI adalah aliansi BEM dari sejumlah perguruan tinggi yang tergabung dalam Komite Selamatkan Daulat Rakyat atau Komite Sadar.

Baca Juga :  Sekuriti Supermarket di Jakarta Barat Gondol Sembako Rp70 Juta untuk Judi Online

Mereka mengusung lima kelompok tuntutan, yakni penanganan bencana dan pembenahan tata kelola lahan; penggunaan APBN untuk kepentingan rakyat; penurunan biaya pendidikan dan pemerataan layanan dasar; pemberantasan korupsi, kolusi, dan nepotisme; serta perlindungan kebebasan berpendapat dan penegakan hak asasi manusia.

Berbagai tuntutan itu mencakup persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari akses pendidikan dan pekerjaan hingga pengelolaan anggaran negara serta perlindungan hak sipil.

Negosiasi Mahasiswa Jadi Sorotan

Bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, aksi tersebut menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah.

Di sisi lain, kepolisian bertugas menjaga keamanan dan mengatur aktivitas di kawasan yang menjadi pusat transportasi serta kegiatan ekonomi.

Karena itu, penanganan demonstrasi perlu memperhatikan hak peserta untuk menyampaikan aspirasi sekaligus keselamatan masyarakat umum.

Dialog antara mahasiswa dan aparat menjadi penting agar perbedaan pandangan tidak berkembang menjadi bentrokan.

Hingga laporan ini disusun, belum ada informasi terverifikasi mengenai hasil akhir negosiasi di depan Gedung UOB atau keputusan apakah mahasiswa akhirnya diizinkan melanjutkan perjalanan menuju Bundaran HI.

POSNEWS.CO.ID akan terus memantau perkembangan aksi, termasuk pergerakan massa, keputusan aparat di lapangan, dan dampaknya terhadap lalu lintas Jakarta. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polri dan Tiongkok Perkuat Aliansi Bongkar Clandestine Lab 1,2 Ton Sabu di Aceh
Viral Warga Ambil Besi Proyek Jembatan Rusun, Begini Penjelasan Polsek Cilincing
Sopir Maxim Dibacok Penumpang hingga 22 Jahitan, Begini Kronologinya
14.324 Personel Siaga Amankan Demo 28 Oktober, Mahasiswa Bawa 5 Tuntutan
Baru Hari Pertama, E-TLE Rekam 103.779 Pelanggaran di Operasi Patuh Jaya 2026
Aksi Anak Tiris di Jakarta Utara Bahayakan Pengendara, Warga Minta Patroli
Aksi Sigap Satpam Rusun Kapuk Muara Gagalkan Dugaan Pencurian Motor
Terekam CCTV hingga Viral, 3 Terduga Pencuri Motor Diciduk Dini Hari di Bekasi

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:38 WIB

Mahasiswa Gagal Long March ke Bundaran HI, Demo di Sudirman Diadang Aparat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:53 WIB

Polri dan Tiongkok Perkuat Aliansi Bongkar Clandestine Lab 1,2 Ton Sabu di Aceh

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:15 WIB

Viral Warga Ambil Besi Proyek Jembatan Rusun, Begini Penjelasan Polsek Cilincing

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:43 WIB

Sopir Maxim Dibacok Penumpang hingga 22 Jahitan, Begini Kronologinya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Baru Hari Pertama, E-TLE Rekam 103.779 Pelanggaran di Operasi Patuh Jaya 2026

Berita Terbaru