Medan Ekstrem Hambat Evakuasi 8 Korban Helikopter Jatuh di Sekadau Kalimantan Barat

Jumat, 17 April 2026 - 07:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim SAR mengevakuasi korban helikopter PK-CFX yang jatuh di wilayah terjal Sekadau Kalimantan Barat. (Posnews/BPBD)

Tim SAR mengevakuasi korban helikopter PK-CFX yang jatuh di wilayah terjal Sekadau Kalimantan Barat. (Posnews/BPBD)

KALIMANTAN BARAT, POSNEWS.CO.ID – Tragedi jatuhnya helikopter kembali terjadi. Kali ini, helikopter PK-CFX milik PT Matthew Air dilaporkan jatuh di Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat.

Seluruh kru dan penumpang yang berjumlah delapan orang dipastikan meninggal dunia.

Kepastian ini disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Sekadau, Iptu Zainal Abidin, yang ikut turun langsung dalam proses pencarian dan evakuasi di lokasi kejadian, Kamis (16/4/2026) malam.

“Total delapan korban sudah ditemukan, semuanya dalam kondisi meninggal dunia,” tegasnya.

Evakuasi Bertahap, 5 Jenazah Sudah Diangkat

Hingga malam hari, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi lima jenazah dari lokasi jatuhnya helikopter.

Baca Juga :  BNN Sikat Kampung Narkoba, 1.259 Orang Diciduk, 19 Senpi - Bandar Pakai Drone Pantau Aparat

Seluruh korban yang ditemukan telah dimasukkan ke dalam kantong jenazah untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Sementara itu, tiga korban lainnya masih berada di dalam badan helikopter. Posisi korban terjepit puing-puing, sehingga proses evakuasi membutuhkan waktu dan peralatan khusus.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proses evakuasi berjalan dramatis. Tim gabungan harus berjibaku dengan medan terjal dan kondisi lokasi yang sulit dijangkau.

Badan helikopter ditemukan berada di area ekstrem, sehingga menyulitkan akses penyelamatan.

Operasi ini melibatkan unsur TNI, Polri, serta Basarnas. Petugas menggunakan alat pemotong untuk membuka badan helikopter demi mengeluarkan korban yang terjepit.

Baca Juga :  Ibu Diterkam Buaya di Waduk Persemaian Tarakan, Polisi Sigap Selamatkan Korban

Evakuasi Dilanjutkan Pagi Hari

Karena kondisi gelap dan keterbatasan medan, proses evakuasi sementara dihentikan. Tim SAR akan melanjutkan operasi pada Jumat pagi (17/4/2026).

“Karena kondisi tidak memungkinkan, evakuasi dilanjutkan besok pagi,” ujar Zainal.

Saat ini, fokus utama tim di lapangan adalah mengevakuasi seluruh korban dan memastikan jenazah segera dibawa ke fasilitas medis untuk proses identifikasi.

Peristiwa ini menjadi duka mendalam sekaligus pengingat pentingnya keselamatan penerbangan, terutama di wilayah dengan medan berat seperti Kalimantan Barat. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengapa Komputasi Ini Bisa Mengubah Segalanya?
Lonjakan Harga Dunia Picu Kerusakan Hutan dan Krisis Merkuri
Sopir Angkot Disiram Bensin Lalu Dibakar di Tanah Abang, Pelaku Akhirnya Dibekuk
Raja Charles III Temui Donald Trump di Gedung Putih
Bea Cukai Marunda Santuni Yatim dan Lansia di Cilincing, Aksi Nyata Kepedulian Sosial
Laboratorium Narkoba di Apartemen Salemba Digerebek, 5 Kg Tembakau Sintetis Disita
Ragunan Diserbu 80 Ribu Pengunjung di H+2 Lebaran 2026, Motor Dominasi
Stok Beras Nasional Melimpah, Mentan Amran Pastikan Aman hingga 2026

Berita Terkait

Minggu, 17 Mei 2026 - 08:37 WIB

Mengapa Komputasi Ini Bisa Mengubah Segalanya?

Rabu, 6 Mei 2026 - 14:58 WIB

Lonjakan Harga Dunia Picu Kerusakan Hutan dan Krisis Merkuri

Kamis, 30 April 2026 - 14:27 WIB

Sopir Angkot Disiram Bensin Lalu Dibakar di Tanah Abang, Pelaku Akhirnya Dibekuk

Selasa, 28 April 2026 - 11:46 WIB

Raja Charles III Temui Donald Trump di Gedung Putih

Jumat, 24 April 2026 - 09:43 WIB

Bea Cukai Marunda Santuni Yatim dan Lansia di Cilincing, Aksi Nyata Kepedulian Sosial

Berita Terbaru

Kompensasi bagi

INTERNASIONAL

Trump Luncurkan Dana Kompensasi $1,7 Miliar: Pendukung Beraksi

Kamis, 21 Mei 2026 - 13:47 WIB

Diplomasi penuh ancaman. Presiden Donald Trump mengeklaim negosiasi damai dengan Iran berada di tahap akhir, namun tetap memberikan ultimatum serangan militer. Kebuntuan ini terus memicu volatilitas harga minyak global. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Trump Ancam Serangan

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:43 WIB

Ilustrasi, Kepatuhan digital menjadi pertaruhan. Pengadilan Federal Australia menjatuhkan denda A$650.000 kepada X Corp karena gagal memberikan informasi mengenai penanganan konten eksploitasi seksual anak kepada otoritas keamanan daring. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Pengadilan Australia Denda X Corp: Kegagalan Transparansi

Kamis, 21 Mei 2026 - 11:40 WIB