JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan ibadah kurban Iduladha 1447 Hijriah tidak hanya bermakna ritual keagamaan, tetapi juga membantu memperkuat ketahanan pangan dan menekan angka stunting di Indonesia.
Menurut Menag, distribusi daging kurban dapat meningkatkan asupan protein masyarakat, terutama anak-anak dan keluarga kurang mampu.
“Daging kurban bukan sekadar simbol ibadah, tetapi bentuk nyata kepedulian sosial yang mendukung pemenuhan gizi dan pencegahan stunting,” ujar Nasaruddin Umar, Selasa (26/5/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kurban Perkuat Solidaritas Sosial
Nasaruddin mengatakan nilai kurban mengajarkan umat untuk mengutamakan kepentingan masyarakat luas dan memperkuat solidaritas sosial.
Karena itu, ia mengajak masyarakat menjadikan Iduladha 2026 sebagai momentum meningkatkan kepedulian terhadap warga yang membutuhkan pangan bergizi.
Selain itu, tradisi berbagi daging kurban dinilai mampu memperkuat gotong royong dan pemerataan kesejahteraan.
“Semangat berkurban menggerakkan solidaritas dan menghadirkan keadilan sosial,” katanya.
Menag Minta Distribusi Kurban Tepat Sasaran
Menag juga meminta panitia kurban memastikan distribusi hewan kurban tepat sasaran agar manfaatnya dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
Ia berharap Iduladha dapat memperluas empati sosial sekaligus membantu meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Pemerintah menetapkan Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026 berdasarkan sidang isbat Kementerian Agama pada 17 Mei 2026. **
Editor : Hadwan












