Mendag Budi Santoso Ungkap Kunci Masa Depan Kakao Indonesia

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Mendag Budi Santoso menghadiri konferensi kakao internasional IICC 2026 di Yogyakarta dan mendorong penguatan industri kakao Indonesia. (Posnews/Kemendag)

Mendag Budi Santoso menghadiri konferensi kakao internasional IICC 2026 di Yogyakarta dan mendorong penguatan industri kakao Indonesia. (Posnews/Kemendag)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkap kunci untuk memperkuat masa depan industri kakao Indonesia.

Menurutnya, pemerintah, petani, pelaku usaha, lembaga keuangan, akademisi, dan mitra internasional harus bekerja sama.

Budi menyampaikan hal itu saat menjadi pembicara kunci dalam The 9th Indonesia International Cocoa Conference (IICC) di Yogyakarta, Kamis (23/7/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menilai kolaborasi menjadi semakin penting karena industri kakao menghadapi tantangan sekaligus peluang besar di pasar global.

“Kakao terus mendukung kehidupan ratusan ribu keluarga petani. Komoditas ini juga membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi perdesaan,” kata Budi.

Karena itu, pemerintah ingin mendorong kakao Indonesia tidak hanya dijual sebagai bahan mentah. Sebaliknya, Indonesia harus memperkuat pengolahan dan menciptakan produk dengan nilai tambah lebih tinggi.

“Visi Indonesia jelas, yaitu menjadi hub global bagi produk kakao dan cokelat premium yang berkelanjutan dan bernilai tambah,” ujarnya.

Ekspor Kakao Indonesia Naik Tiga Kali Lipat

Kinerja ekspor kakao Indonesia terus menunjukkan perkembangan positif. Pada 2025, nilai ekspor kakao Indonesia mencapai 3,60 miliar dolar AS.

Angka tersebut melonjak tiga kali lipat dibandingkan 2021 yang hanya mencapai 1,2 miliar dolar AS. Peningkatan ini menunjukkan kuatnya permintaan pasar global terhadap produk kakao Indonesia.

Baca Juga :  Iseng Kirim Teror Bom ke SDN Srengseng, Pria di Jagakarsa Diciduk, Ini Kronologinya

Selain itu, Indonesia juga mendapat pengakuan dari International Cocoa Organization (ICCO) sebagai salah satu penghasil kakao bercita rasa unggul atau fine flavour cocoa.

Pengakuan tersebut membuka peluang lebih besar bagi Indonesia untuk mengisi pasar kakao premium dunia.

Namun, Budi menegaskan Indonesia harus terus meningkatkan kualitas. Inovasi, indikasi geografis, dan produksi berkelanjutan menjadi faktor penting untuk memperkuat daya saing.

“Strategi ekspor Indonesia harus fokus pada peningkatan nilai tambah, pemenuhan standar internasional, diversifikasi pasar, serta pemanfaatan perjanjian perdagangan internasional,” tegasnya.

25 Perjanjian Dagang Jadi Modal Ekspansi

Pemerintah saat ini telah menerapkan 25 perjanjian perdagangan dengan negara mitra. Selain itu, dua perjanjian masih berada dalam proses ratifikasi.

Sebanyak 11 perjanjian dagang lainnya juga masih dalam tahap perundingan.

Salah satu yang paling dinantikan ialah Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Perjanjian tersebut dinilai dapat membuka akses lebih besar bagi produk Indonesia ke pasar Uni Eropa.

Pemerintah juga terus mendorong negosiasi perdagangan resiprokal dengan Amerika Serikat.

Budi optimistis berbagai perjanjian tersebut dapat memperkuat daya saing sekaligus memperluas pasar ekspor kakao Indonesia.

Kemendag Kerahkan 46 Perwakilan Dagang

Untuk mempercepat ekspor, Kementerian Perdagangan mengerahkan 46 perwakilan perdagangan RI di 33 negara.

Para perwakilan tersebut bertugas membuka peluang pasar, mempromosikan produk Indonesia, serta mempertemukan eksportir dengan calon pembeli dari luar negeri.

Baca Juga :  Business Networking Kemendag Perkuat Ekspor Produk Indonesia ke Pasar Global

“Jangan sungkan-sungkan menghubungi kami dan perwakilan kami di luar negeri,” ujar Budi.

Industri Kakao Indonesia Punya Peluang Besar

Vice President & Managing Director Cargill untuk Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru yang turut hadir dalam konferensi tersebut menilai masa depan kakao Indonesia sangat cerah.

Namun, ia menekankan pentingnya kolaborasi dan inovasi untuk menjawab perubahan tren konsumen.

Saat ini, konsumen semakin tertarik pada produk yang autentik, bersumber dari petani lokal, diproduksi secara berkelanjutan, serta menawarkan tekstur dan cita rasa baru.

Tren tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk memperkuat posisinya sebagai pusat pengolahan dan inovasi kakao di Asia hingga pasar global.

ICCO Dorong Indonesia Tingkatkan Produksi Biji Kakao

Direktur Eksekutif International Cocoa Organization (ICCO), Michel Arrion, juga menilai Indonesia telah mengalami perkembangan besar dalam industri kakao.

Menurutnya, Indonesia tidak lagi hanya berperan sebagai produsen. Kini, Indonesia semakin kuat sebagai negara pengolah kakao untuk memenuhi kebutuhan industri cokelat.

“Indonesia memberikan banyak nilai tambah terhadap biji kakao untuk kepentingan industri cokelat. Kami yakin Indonesia akan semakin memperoleh banyak manfaat jika meningkatkan produksi biji kakaonya,” kata Michel.

Karena itu, peningkatan produksi di tingkat petani menjadi tantangan penting yang harus segera dijawab.

Dengan kolaborasi yang kuat, inovasi, dan peningkatan produksi, Indonesia berpeluang besar menjadikan kakao sebagai salah satu komoditas unggulan bernilai tambah tinggi di pasar dunia. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komisi VI DPR Setujui 4 Perjanjian Dagang, Mendag Bidik Pasar Ekspor Baru
Indonesia dan Chile Perluas Akses Pasar, Forum Bisnis Jadi Sorotan
Produk Kosmetik Indonesia Laris di Filipina, Potensi Transaksi Tembus Rp26,35 Miliar
Harga Patokan Ekspor Emas Turun Jadi USD131.839 per Kilogram
Kopi hingga Kakao Indonesia Jadi Primadona di Korea Import Expo 2026
Putusan WTO DS622 Jadi Modal Indonesia Perjuangkan Akses Ekspor ke Uni Eropa
Kemendag Perkuat Ekspor Industri Padat Karya Lewat Perjanjian Dagang
Peluang Emas! Kemendag Ajak Pelaku Fesyen Tembus Pasar Arab Saudi

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:55 WIB

Mendag Budi Santoso Ungkap Kunci Masa Depan Kakao Indonesia

Rabu, 22 Juli 2026 - 17:08 WIB

Komisi VI DPR Setujui 4 Perjanjian Dagang, Mendag Bidik Pasar Ekspor Baru

Senin, 20 Juli 2026 - 20:47 WIB

Indonesia dan Chile Perluas Akses Pasar, Forum Bisnis Jadi Sorotan

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:28 WIB

Produk Kosmetik Indonesia Laris di Filipina, Potensi Transaksi Tembus Rp26,35 Miliar

Rabu, 15 Juli 2026 - 23:06 WIB

Harga Patokan Ekspor Emas Turun Jadi USD131.839 per Kilogram

Berita Terbaru

Langkah baru dunia balap simulasi. Pengembang iRacing resmi mengumumkan tanggal rilis game NASCAR 26 yang membawa fitur lintasan dinamis dan sistem gugur AI DNF. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

iRacing Resmi Umumkan Tanggal Rilis Game Balap NASCAR 26

Jumat, 24 Jul 2026 - 09:07 WIB

Peluang baru game olahraga fantasi. Slitherine mengambil alih lisensi Warhammer Blood Bowl dan menjanjikan pembaruan gratis bagi pemilik Blood Bowl 3. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Slitherine Resmi Umumkan Peluncuran Warhammer Blood Bowl

Jumat, 24 Jul 2026 - 08:00 WIB