Ritel Dituntut Makin Cerdas, Mendag Dorong Adopsi Teknologi

Kamis, 27 Agustus 2026 - 08:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Teknologi Jadi Kunci Masa Depan Industri Ritel Indonesia. (Posnews/Kemendag)

Teknologi Jadi Kunci Masa Depan Industri Ritel Indonesia. (Posnews/Kemendag)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Industri ritel Indonesia menghadapi perubahan besar. Konsumen kini semakin mudah membandingkan harga, mencari informasi, hingga berbelanja melalui berbagai kanal.

Karena itu, pelaku usaha ritel tidak cukup hanya mengandalkan produk dan harga murah.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menilai teknologi dan pengalaman konsumen menjadi kunci agar industri ritel tetap kompetitif di tengah perubahan perilaku masyarakat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pesan tersebut disampaikan Budi setelah mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto pada pembukaan Indonesia Retail Summit and Expo (IRSE) 2026 di PIK Avenue, Jakarta Utara, Rabu (26/8/2026).

Kemendag juga mengonfirmasi agenda pembukaan IRSE 2026 tersebut.

“Transformasi industri ritel menjadi semakin penting dalam menghadirkan pengalaman belanja yang konsisten dan relevan dengan kebutuhan konsumen,” ujar Budi.

Menurutnya, pelaku ritel perlu menggunakan teknologi secara tepat. Langkah tersebut dapat membantu pelaku usaha membaca perubahan perilaku konsumen sekaligus meningkatkan daya saing.

Konsumen Makin Kritis

Perkembangan teknologi membuat konsumen memiliki lebih banyak pilihan. Mereka juga dapat memperoleh informasi produk dengan cepat sebelum memutuskan membeli.

Karena itu, ritel harus bergerak lebih cepat.

Pelaku usaha perlu memahami kebutuhan konsumen, memperbaiki pelayanan, serta menghadirkan pengalaman belanja yang mudah dan relevan.

Dengan begitu, toko fisik tidak sekadar menjadi tempat transaksi. Ritel juga dapat menjadi ruang interaksi antara produk, teknologi, dan konsumen.

Baca Juga :  Fortuner Hantam Bajaj di Dekat Stasiun Jakarta Kota, Pengemudi Meninggal Dunia

Ritel Jadi Penghubung Ekonomi

Budi menegaskan sektor ritel memiliki posisi penting dalam perdagangan dalam negeri. Ritel menghubungkan produk dari industri hingga sampai ke tangan konsumen.

Dengan kata lain, denyut aktivitas ritel ikut menggambarkan kekuatan konsumsi masyarakat.

Pemerintah karena itu mendorong pelaku industri ritel terus berinovasi, memperkuat daya saing, dan membuka ruang kolaborasi.

“IRSE dapat menjadi ruang untuk membahas perkembangan dan tantangan industri ritel sekaligus ruang kolaborasi untuk menangkap peluang baru dan memperkuat perdagangan dalam negeri,” kata Budi.

Ekonomi Tumbuh, Konsumsi Tetap Jadi Kekuatan

Data terbaru BPS menunjukkan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan (yoy). Secara semester I 2026, ekonomi tumbuh 5,45 persen.

Angka tersebut memperlihatkan konsumsi domestik tetap menjadi bagian penting dalam menjaga momentum ekonomi nasional.

Pemerintah pun terus mendorong aktivitas belanja masyarakat melalui berbagai program, termasuk Belanja di Indonesia Aja (BINA) dan Indonesia Shopping Festival (ISF).

Di sisi lain, perkembangan pembayaran digital semakin mempercepat perubahan pola belanja masyarakat.

QRIS Perkuat Digitalisasi Ritel

Digitalisasi juga semakin dekat dengan kehidupan pelaku usaha, terutama UMKM.

Berdasarkan data pemerintah yang disampaikan dalam rangkaian IRSE 2026, QRIS telah digunakan oleh 65,77 juta pengguna dan diterima oleh 44,86 juta merchant.

Sebanyak 96,68 persen merchant tersebut merupakan pelaku UMKM.

Kondisi itu menunjukkan bahwa transformasi digital bukan lagi sekadar pilihan bagi pelaku ritel.

Teknologi pembayaran, pemasaran digital, kecerdasan buatan, hingga analisis perilaku konsumen kini menjadi bagian dari persaingan bisnis.

Baca Juga :  Wamendag Roro: Digitalisasi UMKM Perkuat Perdagangan dan Akses Pasar Global

Ritel Konvensional Harus Beradaptasi

Ketua Umum HIPPINDO Budihardjo Iduansjah juga menilai pelaku ritel luring harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Pemanfaatan algoritma, kecerdasan buatan atau AI, serta digitalisasi dapat membantu peritel meningkatkan kemampuan menjangkau konsumen.

“Ritel luring harus beradaptasi agar tidak ketinggalan,” ujarnya.

Pesannya jelas. Toko fisik tidak harus kalah oleh teknologi. Sebaliknya, teknologi dapat menjadi alat untuk membuat pengalaman belanja semakin kuat.

IRSE 2026 Jadi Ruang Kolaborasi

IRSE 2026 mengusung tema “Rethinking Retail: The Future is Customer-Led”. Tema tersebut menegaskan bahwa masa depan industri ritel harus berorientasi pada kebutuhan konsumen.

Tahun ini, IRSE menghadirkan 31 sesi konferensi, 55 pembicara, dan 93 peserta pameran. Agenda tersebut mencakup konferensi, diskusi panel, pameran inovasi ritel, jejaring bisnis, hingga penjajakan kemitraan.

Selain itu, IRSE 2026 juga menghadirkan Harmoni Award 2026 sebagai bentuk apresiasi kepada perusahaan ritel, merek lokal, serta ekosistem pendukung yang berkontribusi terhadap perekonomian nasional.

Teknologi Bukan Sekadar Gaya

Transformasi ritel pada akhirnya bukan hanya soal memasang teknologi terbaru.

Pelaku usaha harus mampu menggunakan teknologi untuk memahami konsumen, mempercepat pelayanan, mengurangi hambatan transaksi, dan menciptakan pengalaman belanja yang lebih nyaman.

Ritel yang mampu membaca perubahan akan bertahan. Ritel yang berani beradaptasi berpeluang tumbuh lebih jauh.

Di tengah ekonomi yang tetap tumbuh dan konsumsi domestik yang menjadi salah satu penopang utama, peluang industri ritel masih terbuka lebar.

Tantangannya kini adalah bagaimana pelaku usaha mengubah teknologi menjadi nilai nyata bagi konsumen dan peluang baru bagi bisnis. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anak Muda Mau Mulai Bisnis? Mendag Ungkap Peluang Waralaba hingga Pasar Global
Jangan Asal Mengejar Cuan, Pemerintah Blokir 812 Situs Trading Ilegal
Kopi, Teh dan Kakao Indonesia Siap Serbu Pasar Global di TEI 2026
HPE Emas Turun 3,5 Persen Awal Oktober 2026, Ini Penyebabnya
Wajib Halal 18 Oktober 2026, Kemendag Dorong UMK Naik Kelas
Mendag Busan ke AS, 4 Isu Perdagangan Global Jadi Sorotan di G20
Lowongan Kerja Sinar Mas September 2026, SMA hingga S2 Bisa Daftar
Wamendag Dorong UMKM Kuliner Naik Kelas, Bukan Cuma Jual Makanan Enak

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:12 WIB

Anak Muda Mau Mulai Bisnis? Mendag Ungkap Peluang Waralaba hingga Pasar Global

Jumat, 9 Oktober 2026 - 07:58 WIB

Jangan Asal Mengejar Cuan, Pemerintah Blokir 812 Situs Trading Ilegal

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:32 WIB

Kopi, Teh dan Kakao Indonesia Siap Serbu Pasar Global di TEI 2026

Kamis, 1 Oktober 2026 - 06:12 WIB

HPE Emas Turun 3,5 Persen Awal Oktober 2026, Ini Penyebabnya

Rabu, 30 September 2026 - 08:24 WIB

Wajib Halal 18 Oktober 2026, Kemendag Dorong UMK Naik Kelas

Berita Terbaru

Protes pelajar menuntut anggaran pendidikan meluas di Prancis, Belgia, dan Italia dengan ribuan penangkapan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Prancis Bersiap Menghadapi Unjuk Rasa Massal Pelajar

Selasa, 13 Okt 2026 - 15:43 WIB

Kepolisian Korea Selatan menangkap pria pelaku penikaman massal di supermarket Incheon yang melukai delapan orang. Dok; Istimewa.

INTERNASIONAL

Polisi Korea Selatan Menangkap Pelaku Penikaman Massal

Selasa, 13 Okt 2026 - 14:53 WIB