Insiden BYD Disorot Kemendag, Pemeriksaan Teknis Masih Berlangsung

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kemendag mengawal penanganan konsumen setelah insiden kendaraan BYD pada 31 Juli 2026. (Posnews/Ist)

Kemendag mengawal penanganan konsumen setelah insiden kendaraan BYD pada 31 Juli 2026. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kementerian Perdagangan (Kemendag) memperkuat pengawasan terhadap perlindungan konsumen setelah insiden kendaraan BYD pada 31 Juli 2026.

Pemerintah meminta proses penanganan berjalan transparan, sementara pemeriksaan teknis kendaraan masih berlangsung.

Melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN), Kemendag memanggil dan meminta klarifikasi PT BYD Motor Indonesia pada 13 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan konsumen memperoleh hak, informasi yang jelas, serta penanganan yang bertanggung jawab.

Kemendag Minta BYD Jelaskan Penanganan Konsumen

Direktur Pemberdayaan Konsumen Kemendag Immanuel Tarigan Sibero mengatakan klarifikasi diperlukan untuk memastikan pelaku usaha memenuhi kewajibannya kepada konsumen.

“Klarifikasi dilaksanakan sebagai bagian dari upaya Kementerian Perdagangan memastikan pemenuhan hak konsumen serta tindak lanjut yang tepat oleh pelaku usaha,” kata Immanuel.

Dalam pertemuan itu, Head of Public Relations and Government Relations BYD Indonesia Luther Panjaitan bersama jajaran menjelaskan kronologi kejadian, langkah penanganan konsumen, hingga perkembangan pemeriksaan teknis kendaraan.

Insiden Terjadi di Jalan Tol

Berdasarkan penjelasan BYD, insiden terjadi pada 31 Juli 2026 sekitar pukul 07.30 WIB. Saat melintas di jalan tol, konsumen melihat kondisi tidak wajar pada kendaraannya.

Baca Juga :  Buruh Ultimatum Pemerintah, Upah 2026 Naik 7,77% atau Mogok Nasional

Konsumen kemudian menghubungi layanan pelanggan BYD. Petugas memberikan panduan keselamatan dan konsumen sudah berada di luar kendaraan sebelum insiden terjadi.

Selanjutnya, Dealer BYD Karawang mendatangi lokasi untuk membantu proses penanganan dan evakuasi kendaraan.

BYD kemudian berkoordinasi dengan dealer untuk memberikan dukungan kepada konsumen sekaligus melakukan pemeriksaan teknis.

Penyebab Insiden Belum Final

Kemendag menegaskan pemeriksaan teknis masih berjalan. Karena itu, BYD belum menyampaikan kesimpulan final mengenai penyebab insiden.

BYD juga menjelaskan sistem serta fitur keselamatan kendaraan kepada Kemendag. Namun, penjelasan tersebut belum menjadi kesimpulan mengenai penyebab kejadian.

Pemerintah meminta pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh agar hasilnya dapat memberikan kepastian sekaligus menjadi dasar evaluasi dan pencegahan.

Artinya, publik perlu menunggu hasil pemeriksaan teknis sebelum menarik kesimpulan mengenai penyebab insiden.

Konsumen Sudah Terima Mobil Pengganti

Di sisi lain, BYD telah memberikan dukungan kendaraan sementara kepada konsumen melalui dealer.

Setelah kedua pihak mencapai kesepakatan penyelesaian, BYD menyerahkan kendaraan pengganti kepada konsumen pada 8 Agustus 2026.

Sementara itu, pemeriksaan teknis terhadap kendaraan yang mengalami insiden tetap berlanjut.

“Respons cepat terhadap konsumen merupakan hal yang penting. Konsumen telah mendapatkan kendaraan pengganti, sementara proses pemeriksaan teknis tetap dilanjutkan agar penyebab kejadian dapat diketahui secara menyeluruh,” ujar Immanuel.

Baca Juga :  PINTAR BI 2026: Cara Mudah Tukar Uang Baru Jelang Ramadan dan Idulfitri

Kemendag Ingatkan Pelaku Usaha

Direktur Jenderal PKTN Moga Simatupang mengingatkan seluruh pelaku usaha agar menjalankan kewajiban perlindungan konsumen.

Pelaku usaha harus memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur. Selain itu, perusahaan perlu menangani setiap pengaduan secara profesional dan bertanggung jawab.

Ditjen PKTN juga akan menindaklanjuti temuan dalam perkara tersebut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Langkah ini penting karena perlindungan konsumen bukan hanya soal menyelesaikan persoalan setelah insiden terjadi.

Pelaku usaha juga harus membangun sistem pengaduan yang cepat, terbuka, dan berpihak pada keselamatan konsumen.

Konsumen Bisa Ajukan Pengaduan

Bagi konsumen yang mengalami kendala terkait produk BYD, pengaduan dapat disampaikan terlebih dahulu melalui layanan pelanggan BYD di 0800-168-6868 atau kanal resmi BYD.

Jika membutuhkan fasilitasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengajukan pengaduan kepada Direktorat Pemberdayaan Konsumen Kemendag melalui WhatsApp 0853-1111-1010.

Konsumen sebaiknya menyertakan identitas diri, kronologi kejadian, serta bukti pendukung agar laporan dapat diproses secara lebih mudah.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa keselamatan konsumen harus menjadi prioritas.

Pemeriksaan yang transparan, respons cepat, dan informasi yang jujur menjadi kunci untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap produk otomotif. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kemendag Perkuat Produk Lokal dan Salurkan Rp250 Juta untuk Korban Gempa NTT
1.000 Ton Beras Indonesia Diekspor ke Malaysia
KADI Selidiki Impor SAP China, Industri Nasional Minta Perlindungan
Kreator Indonesia Raup Peluang Rp17 Miliar di Pameran Seoul 2026
Budi Santoso Tegaskan Komitmen Indonesia Perkuat Sistem Perdagangan BRICS
Mendag Budi Santoso Dorong Sistem Perdagangan Berbasis Aturan untuk UMKM
Indonesia dan Mesir Percepat Perundingan Dagang PTA dan FTA
Sanur Fashion Week 2026 Jadi Panggung Wastra Indonesia

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 21:40 WIB

Insiden BYD Disorot Kemendag, Pemeriksaan Teknis Masih Berlangsung

Selasa, 18 Agustus 2026 - 08:28 WIB

Kemendag Perkuat Produk Lokal dan Salurkan Rp250 Juta untuk Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:30 WIB

1.000 Ton Beras Indonesia Diekspor ke Malaysia

Jumat, 14 Agustus 2026 - 15:11 WIB

KADI Selidiki Impor SAP China, Industri Nasional Minta Perlindungan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 12:49 WIB

Kreator Indonesia Raup Peluang Rp17 Miliar di Pameran Seoul 2026

Berita Terbaru

Rasa waswas menyelimuti warga Jawa Barat yang berkendara malam hingga dini hari, seiring maraknya aksi begal dalam sebulan terakhir di berbagai wilayah. Dok: Istimewa.

HUKRIM

Waspada Begal Malam di Jawa Barat, Polda Catat 23 Kasus

Rabu, 19 Agu 2026 - 21:28 WIB