Nostalgia Abad 21: Era Y2K

Kamis, 30 Oktober 2025 - 05:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Dari low-rise jeans hingga warna glossy, mengapa Gen Z terobsesi dengan tren fashion Y2K yang bahkan tidak mereka alami? Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Dari low-rise jeans hingga warna glossy, mengapa Gen Z terobsesi dengan tren fashion Y2K yang bahkan tidak mereka alami? Dok: Istimewa.

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID — Coba perhatikan pusat perbelanjaan atau linimasa media sosial Anda. Sesuatu yang familier dari masa lalu kini kembali dengan kekuatan penuh: era Y2K. Low-rise jeans (jeans pinggul rendah), baby tees (kaus ketat berukuran kecil), warna-warna metalik dan glossy, serta aksesori manik-manik yang ceria tiba-tiba ada di mana-mana.

Dunia fashion saat ini tengah mengalami gelombang nostalgia besar-besaran terhadap gaya tahun 2000-an awal. Akibatnya, kita melihat kebangkitan estetika yang dulu orang asosiasikan dengan Britney Spears, Paris Hilton, dan film Mean Girls.

Nostalgia Tanpa Pengalaman

Hal yang paling menarik dari tren ini adalah paradoksnya. Penggerak utama kebangkitan Y2K adalah Gen Z, sebuah generasi yang secara teknis masih terlalu muda (atau bahkan belum lahir) untuk mengalami era tersebut secara sadar.

Lalu, bagaimana mereka bisa “rindu” pada masa yang tidak mereka jalani? Jawabannya ternyata terletak pada psikologi nostalgia dan cara kerja siklus tren di era digital.

Mengapa Y2K? Pelarian & Optimisme

Kebangkitan Y2K bukan sekadar soal pakaian, melainkan sebuah fenomena psikologis. Para ahli melihat ini sebagai bentuk pelarian dari dunia modern.

Era Y2K, setidaknya dalam kenangan kolektif, memiliki asosiasi dengan optimisme teknologi yang naif (sebelum krisis finansial 2008 dan ledakan media sosial yang toksik), keceriaan yang cenderung “norak”, dan eksperimentasi mode yang berani. Oleh karena itu, estetika yang ceria dan penuh warna ini menjadi antitesis dari dunia saat ini yang sering terasa rumit, cemas, dan penuh krisis. Gen Z sebenarnya tidak merindukan realitas tahun 2000-an; mereka merindukan ide atau citra yang diwakilinya.

Baca Juga :  Kebangkitan Horor Indonesia: Eksploitasi Klenik atau Kekayaan Budaya?

Siklus 20 Tahun

Secara klasik, pakar mode sering merujuk pada “Siklus 20 Tahun”. Ini adalah teori bahwa fashion dan tren budaya cenderung berputar setiap dua dekade.

Dua puluh tahun adalah waktu yang pas bagi sebuah tren untuk “mati”, terlupakan oleh generasi yang lebih tua, dan kemudian “ditemukan kembali” sebagai sesuatu yang baru dan keren oleh generasi muda. Apa yang dulu milenial anggap kuno, kini Gen Z anggap sebagai vintage dan otentik. Selain itu, TikTok dan Instagram hanya berfungsi sebagai akselerator yang menyebarkan siklus ini lebih cepat dari sebelumnya.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Adaptasi Game Raksasa: A24 Selesaikan Syuting Film Elden Ring
Spider-Man Brand New Day Siap Sapu Bersih Bioskop
Babak Baru Semesta Family Guy: Serial Spin-off
Ambisi Ryan Reynolds: Deadpool Keempat Siap Disajikan
Inde Navarrette Terima Kado Langka Modern Warfare 2
Novel Baru Dragonlance War Wizard Rilis Agustus
Adaptasi Film The Odyssey Tuai Kritik Keras dari Penerjemah
Avengers: Doomsday Pamerkan Robert Downey Jr. Sebagai Doctor Doom

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:24 WIB

Adaptasi Game Raksasa: A24 Selesaikan Syuting Film Elden Ring

Selasa, 28 Juli 2026 - 11:22 WIB

Spider-Man Brand New Day Siap Sapu Bersih Bioskop

Jumat, 24 Juli 2026 - 06:30 WIB

Babak Baru Semesta Family Guy: Serial Spin-off

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:32 WIB

Ambisi Ryan Reynolds: Deadpool Keempat Siap Disajikan

Selasa, 21 Juli 2026 - 10:30 WIB

Inde Navarrette Terima Kado Langka Modern Warfare 2

Berita Terbaru

Langkah taktis dua raksasa ekonomi. Intervensi gabungan otoritas keuangan Jepang dan Amerika Serikat mendongkrak nilai tukar yen hingga level 157 per dolar AS. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mata Uang Yen Melesat Tajam Sentuh Level 157 Per Dolar

Minggu, 2 Agu 2026 - 06:18 WIB