Mulut Disumpal Kain, Wanita 22 Tahun Tewas di Kebun Roraya, Polisi Tangkap J

Kamis, 17 September 2026 - 08:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi mengamankan lokasi penemuan wanita muda yang tewas di kawasan perkebunan Desa Roraya, Konawe Selatan.

Polisi mengamankan lokasi penemuan wanita muda yang tewas di kawasan perkebunan Desa Roraya, Konawe Selatan.

KONAWE SELATAN, POSNEWS.CO.ID – Misteri kematian wanita muda berinisial AN (22) di sebuah perkebunan Desa Roraya, Kecamatan Tinanggea, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Sulawesi Tenggara, mulai menemui titik terang.

Polisi menangkap seorang pria berinisial J (30) yang diduga berkaitan dengan kematian AN. Penangkapan dilakukan Tim URC Alpha Polres Konawe Selatan bersama personel Polsek Tinanggea pada Rabu (16/9/2026) sekitar pukul 22.30 Wita.

Kasat Reskrim Polres Konawe Selatan AKP Taufik Hidayat membenarkan penangkapan tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

β€œPelaku sudah diamankan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan,” kata Taufik, Kamis (17/9/2026).

Sebelumnya, warga dibuat geger setelah menemukan jasad AN di kawasan perkebunan milik warga pada Rabu sekitar pukul 10.10 Wita.

Saat ditemukan, kondisi korban mengenaskan. Mulutnya tersumbat kain dan polisi menemukan sejumlah tanda yang dinilai janggal pada tubuh korban.

Ditemukan di Kebun, Mulut Disumpal

Jasad AN pertama kali ditemukan warga berinisial SP di kawasan perkebunan milik warga berinisial NT.

Warga kemudian melaporkan temuan tersebut kepada aparat. Polisi bergerak ke lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), meminta keterangan saksi dan melakukan pemeriksaan awal.

Baca Juga :  Sadis! Pegawai SPBU Bogor Dibacok Usai Pergoki Pelaku Ganjal ATM

AN diketahui merupakan warga Kecamatan Baito, Konawe Selatan. Sehari-hari, korban bekerja sebagai pelayan di sebuah rumah makan di Kecamatan Tinanggea.

Temuan di lokasi membuat penyidik tidak langsung menyimpulkan penyebab kematian.

Polisi menemukan memar dan lebam pada bagian leher serta kepala korban. Selain itu, pakaian korban ditemukan dalam kondisi tersingkap.

Kain yang menyumbat mulut korban kemudian diketahui merupakan celana milik korban.

Meski temuan tersebut menimbulkan dugaan adanya kekerasan, polisi tetap menunggu hasil pemeriksaan forensik untuk memastikan mekanisme dan penyebab kematian.

Polisi Lakukan Autopsi

Untuk mengungkap penyebab kematian secara medis, jenazah AN dievakuasi ke RS Bhayangkara Kendari.

Tim forensik kemudian melakukan autopsi pada Rabu malam sekitar pukul 20.30 Wita. Penyidik masih menunggu hasil pemeriksaan tersebut untuk mencocokkannya dengan hasil olah TKP dan keterangan saksi.

Langkah ini penting karena kondisi fisik korban saja belum cukup untuk memastikan bagaimana kematian terjadi.

Hasil autopsi nantinya dapat menjadi salah satu alat penting bagi penyidik untuk menyusun rangkaian peristiwa secara lebih utuh.

Terduga Pelaku Ditangkap Malam Hari

Beberapa jam setelah jasad AN ditemukan, polisi bergerak mengejar orang yang diduga berkaitan dengan kasus tersebut.

Baca Juga :  Korban Gempa NTT Jadi 14 Orang, Ribuan Warga Mengungsi

J ditangkap di Kelurahan Tinanggea sekitar pukul 22.30 Wita. Setelah diamankan, pria tersebut dibawa ke Polres Konawe Selatan untuk menjalani pemeriksaan.

Berdasarkan pemeriksaan awal polisi, J diduga menganiaya korban pada sekitar pukul 01.30 Wita.

Penyidik menduga persoalan hubungan pribadi menjadi salah satu pemicu. Polisi menyebut J diduga merasa sakit hati setelah rencana lamaran ditolak keluarga korban.

Selain itu, penyidik juga mendalami dugaan kecemburuan setelah J melihat AN berkomunikasi dengan seorang pria melalui telepon seluler.

Namun, seluruh dugaan tersebut masih menjadi bagian dari penyidikan dan harus dibuktikan melalui proses hukum.

Polisi Dalami Rangkaian Kekerasan

Dalam keterangan awal penyidik, J diduga melakukan kekerasan terhadap korban hingga menyebabkan AN tidak berdaya.

Polisi juga menduga tersangka kemudian menyumbat mulut korban menggunakan celana milik AN.

Sejumlah barang telah diamankan sebagai barang bukti, di antaranya sepeda motor Yamaha Mio tanpa nomor polisi, sweter lengan panjang warna biru navy, kaus hitam, serta satu unit ponsel Vivo warna hijau tosca.

Polisi juga masih mencari telepon seluler milik korban dan barang lain yang dinilai berkaitan dengan perkara tersebut. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kasus Ponpes Hamalatul Quran, Kasat Reskrim, Kanit Pidum dan Kanit PPA-PPO Diganti
Polri Tunjuk AKBP Indra Maulana Saputra Jadi Kapolres Sukoharjo
Diserang Saat Duduk di Motor, ASN di Ilaga Dievakuasi Pisau Masih Tertancap
Demi Biayai Pacar, Wanita di Bone Curi dan Gadaikan Motor Ibu Kandung
Ibu dan 2 Anak Korban Kecelakaan di Pantura Lamongan, Honda Jazz Diduga Kabur
Dikira Eksekusi Baru, Dua Video Kekerasan di Papua Ternyata Rekaman Lama
Mengaku Dibacok Begal, Pria Ini Habiskan Rp3,6 Juta Uang Pinjaman untuk Judol
Camry Tabrak Water Barrier dan APV di Simpang Sentul, Satu Orang Luka

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 19:49 WIB

Kasus Ponpes Hamalatul Quran, Kasat Reskrim, Kanit Pidum dan Kanit PPA-PPO Diganti

Senin, 2 November 2026 - 18:57 WIB

Polri Tunjuk AKBP Indra Maulana Saputra Jadi Kapolres Sukoharjo

Senin, 2 November 2026 - 16:28 WIB

Diserang Saat Duduk di Motor, ASN di Ilaga Dievakuasi Pisau Masih Tertancap

Senin, 2 November 2026 - 08:14 WIB

Demi Biayai Pacar, Wanita di Bone Curi dan Gadaikan Motor Ibu Kandung

Senin, 2 November 2026 - 07:20 WIB

Ibu dan 2 Anak Korban Kecelakaan di Pantura Lamongan, Honda Jazz Diduga Kabur

Berita Terbaru

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
(Posnews/Kominfo)

JABODETABEK

Pramono Datangi 44 Kecamatan, Tak Mau Hanya Terima Laporan

Senin, 2 Nov 2026 - 19:12 WIB