Menkeu Purbaya Pastikan RAPBN 2026 Tak Pangkas Dana Transfer ke Daerah

Kamis, 11 September 2025 - 10:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah memastikan RAPBN 2026 tidak memangkas anggaran Transfer ke Daerah (TKD). Dok-Setpres

Pemerintah memastikan RAPBN 2026 tidak memangkas anggaran Transfer ke Daerah (TKD). Dok-Setpres

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah tidak akan lagi memangkas anggaran Transfer ke Daerah (TKD) dalam penyusunan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026.

Purbaya menekankan penambahan anggaran TKD harus melalui pembahasan intensif bersama DPR RI. Hingga kini, proses penyusunan RAPBN 2026 terus berlangsung di Senayan.

“Apakah ada dana tambahan ke daerah atau tidak, dan berapa jumlahnya, masih dalam perhitungan. Kita belum tahu, karena masih dibahas dengan DPR. Tapi yang pasti, kita tidak akan memotong anggaran lagi,” tegasnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (10/9/2025).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebijakan Fiskal Pro-Pertumbuhan Jadi Fokus

Menurutnya, pemerintah akan fokus menjalankan kebijakan fiskal yang pro-pertumbuhan. Salah satu instrumen utama adalah optimalisasi transfer ke daerah untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional.

Baca Juga :  Pendaftaran Ulang Pedagang Eks Barito di SFK Lenteng Agung Dimulai, Tak Daftar Hilang Kios

Selain itu, Purbaya menekankan perlunya efektivitas belanja negara. “Yang penting penyerapan anggaran lebih baik dan manajemen kas lebih terkontrol, sehingga tidak mengganggu stabilitas sistem keuangan nasional,” ujarnya.

Lebih lanjut, Purbaya mengungkapkan pemerintah akan mengalihkan dana sekitar Rp200 triliun dari total Rp425 triliun yang saat ini mengendap di Bank Indonesia (BI) ke sektor perbankan. Dana tersebut berasal dari pungutan pajak dan berbagai sumber penerimaan negara.

Ia menambahkan, Presiden Prabowo Subianto sudah menyetujui mekanisme ini agar bank lebih leluasa menyalurkan kredit untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Sudah disetujui. Sistemnya bukan pinjaman ke bank, tapi lebih mirip deposito. Penyaluran kredit nanti jadi kewenangan bank. Namun, kalau pemerintah membutuhkan, dana itu bisa ditarik kembali,” jelas Purbaya.

Baca Juga :  Insiden BYD Disorot Kemendag, Pemeriksaan Teknis Masih Berlangsung

Dengan mekanisme tersebut, uang negara tidak lagi mengendap, melainkan berputar dalam sistem perekonomian. Purbaya meyakini kebijakan ini akan mempercepat laju ekonomi nasional.

Ia juga menegaskan, pengalihan dana ke perbankan membuat bank wajib menyalurkan kredit. Namun, ia tidak khawatir langkah ini memicu inflasi tinggi.

“Inflasi hanya terjadi kalau pertumbuhan ekonomi melampaui potensi maksimalnya. Saat ini pertumbuhan kita masih di kisaran 5 persen, sedangkan potensi bisa mencapai 6,5 persen atau lebih. Jadi masih jauh dari risiko inflasi berlebihan. Inilah yang disebut demand for inflation,” pungkasnya. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Musik Indonesia Berpeluang Mendunia, Ekspor Alat Musik Capai Rp6,2 Triliun
AS Jadi Pasar Strategis RI, Surplus Dagang Capai US$12,47 Miliar dalam 8 Bulan
Fesyen Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp20,25 Miliar di Arab Saudi
Kriya Jogja Punya Peluang Mendunia, 215 UMKM Dibekali Strategi Ekspor
Sambal Hijau Badendeng Bikin Pengunjung Senegal Ketagihan di Pangan Nusa Expo 2026
Gula Aren hingga Bumbu Nusantara Dilirik Buyer Asing, S’RASA Bidik Pasar Jepang
TEI 2026 Diikuti 151 Negara, Kemendag Kawal Kesepakatan Ekspor hingga Terealisasi
Cuma Mulai dari 8 Botol, UMKM Papua Ini Kini Tembus 100 Gerai

Berita Terkait

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Musik Indonesia Berpeluang Mendunia, Ekspor Alat Musik Capai Rp6,2 Triliun

Kamis, 29 Oktober 2026 - 10:58 WIB

AS Jadi Pasar Strategis RI, Surplus Dagang Capai US$12,47 Miliar dalam 8 Bulan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Fesyen Indonesia Catat Potensi Transaksi Rp20,25 Miliar di Arab Saudi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Kriya Jogja Punya Peluang Mendunia, 215 UMKM Dibekali Strategi Ekspor

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Sambal Hijau Badendeng Bikin Pengunjung Senegal Ketagihan di Pangan Nusa Expo 2026

Berita Terbaru