Mensesneg: Banjir Jabodetabek Akibat Tata Ruang Rusak dan Penyusutan Situ Tinggal 200 Lokasi

Kamis, 22 Januari 2026 - 19:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mensesneg Prasetyo Hadi. (Posnews/Sekneg)

Mensesneg Prasetyo Hadi. (Posnews/Sekneg)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan, banjir Jabodetabek tidak semata dipicu hujan deras.

Pemerintah menilai kerusakan lingkungan dan perubahan tata ruang ikut memperparah bencana yang terus berulang.

Menurut Prasetyo, intensitas hujan tinggi pada puncak musim hujan akhir Januari memang berpengaruh.

Namun, banjir kian parah karena alih fungsi lahan, pendangkalan sungai, dan tata ruang yang tak terkendali.

“Curah hujan hanya salah satu faktor. Perubahan tata ruang dan pendangkalan daerah aliran sungai jelas memperbesar dampaknya,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga :  Richard Lee Kembali Dipanggil Polda Metro 19 Februari 2026, Status Tersangka Tetap Sah

Lebih jauh, Prasetyo mengungkap menyusutnya situ, danau, dan telaga di Jabodetabek ikut melemahkan daya tampung air.

Data pemerintah mencatat, wilayah ini dulunya memiliki sekitar 1.000 situ, namun kini tersisa sekitar 200 lokasi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Berkurangnya situ ini jelas menghilangkan fungsi alami penahan banjir. Ini masalah serius,” tegasnya.

Baca Juga :  Hujan Deras Picu Banjir Jakarta, 35 RT Terendam dan 23 Ruas Jalan Lumpuh - Air Capai 70 Cm

Merespons kondisi tersebut, Presiden Prabowo Subianto langsung memerintahkan pembentukan tim lintas kementerian untuk mempercepat penanganan banjir secara menyeluruh.

Pemerintah melibatkan Bappenas, Kemenko Infrastruktur, Kementerian PUPR, ATR/BPN, Kementerian Kehutanan, Kementerian Pertanian, hingga Kemendagri guna menangani persoalan dari hulu ke hilir.

Prasetyo menegaskan, banjir Jabodetabek merupakan masalah lintas provinsi yang tak bisa diselesaikan secara parsial.

Pemerintah menargetkan solusi menyeluruh agar bencana banjir tidak terus berulang di masa mendatang. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Teror Air Keras di Parung Panjang, 3 Pelajar Jadi Korban – 2 Jalani Operasi
Daftar 10 Korban Tewas KRL vs Argo Bromo Terungkap, Semua Perempuan – Ini Identitasnya
TNI Tembak Mati Komandan OPM Jeki Murib di Ilaga, Dalang Teror Berdarah Papua Tewas
Manchester United Dekati Zona Liga Champions: Casemiro dan Sesko Amankan Kemenangan di Old Trafford
Musk vs OpenAI: Gugatan Pengkhianatan Misi Non-Profit
15 Korban Tewas, Polisi Periksa Sopir Taksi Usai Insiden Kereta di Bekasi Timur
Identifikasi Korban Kecelakaan Kereta Dikebut, 7 Keluarga Melapor – Ini Imbauan Polisi
Babak Baru Microsoft dan OpenAI: Hentikan Bagi Hasil Pendapatan demi Kemandirian dan IPO

Berita Terkait

Selasa, 28 April 2026 - 19:58 WIB

Teror Air Keras di Parung Panjang, 3 Pelajar Jadi Korban – 2 Jalani Operasi

Selasa, 28 April 2026 - 19:19 WIB

Daftar 10 Korban Tewas KRL vs Argo Bromo Terungkap, Semua Perempuan – Ini Identitasnya

Selasa, 28 April 2026 - 19:00 WIB

TNI Tembak Mati Komandan OPM Jeki Murib di Ilaga, Dalang Teror Berdarah Papua Tewas

Selasa, 28 April 2026 - 17:56 WIB

Manchester United Dekati Zona Liga Champions: Casemiro dan Sesko Amankan Kemenangan di Old Trafford

Selasa, 28 April 2026 - 17:49 WIB

Musk vs OpenAI: Gugatan Pengkhianatan Misi Non-Profit

Berita Terbaru

Duel raksasa teknologi di meja hijau. Elon Musk menuduh OpenAI mengkhianati janji awal mereka sebagai lab nirlaba demi keuntungan komersial dan kemitraan eksklusif dengan Microsoft. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Musk vs OpenAI: Gugatan Pengkhianatan Misi Non-Profit

Selasa, 28 Apr 2026 - 17:49 WIB