Misteri 40 Tahun Terpecahkan: Pesawat NASA Pioneer

Rabu, 21 Januari 2026 - 08:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Sempat diduga sebagai bukti

Ilustrasi, Sempat diduga sebagai bukti "fisika baru" atau materi gelap, penyebab melambatnya pesawat antariksa legendaris ini ternyata tersimpan di desainnya sendiri. Dok: Istimewa.

PASADENA, POSNEWS.CO.ID – Di kedalaman ruang angkasa yang sunyi, terjadi sesuatu yang tidak seharusnya terjadi. Pesawat ruang angkasa Pioneer 10 dan 11 milik NASA, yang diluncurkan pada awal 1970-an, mengalami pengereman misterius.

Awalnya, misi berjalan mulus. Pioneer menjadi wahana pertama yang melintasi sabuk asteroid utama dan menyapa Jupiter. Namun, saat mereka mulai menjauh menuju Saturnus pada awal 1980-an, para navigator di Bumi menyadari kejanggalan: kedua pesawat itu melambat lebih dari perhitungan gravitasi Matahari.

Fenomena ini dikenal sebagai “Anomali Pioneer”. Selama lebih dari 40 tahun, anomali ini membuat para ilmuwan, insinyur, dan penggemar astronomi di seluruh dunia menggaruk-garuk kepala.

Fisika Baru atau Materi Gelap?

Pada awalnya, ilmuwan menganggap remeh perlambatan kecil ini. Mereka mengira itu hanya efek sisa bahan bakar yang menetes. Namun, pada 1998, tim pimpinan John Anderson dari Jet Propulsion Laboratory (JPL) mengonfirmasi bahwa pesawat itu masih kehilangan kecepatan secara konstan, bahkan pada jarak 13 miliar kilometer dari Matahari.

Tahun 1998 adalah masa emas astrofisika. Teleskop Hubble baru saja mengonfirmasi bahwa alam semesta mengembang dengan kecepatan yang semakin tinggi.

Baca Juga :  Bos Singapura Digelandang Imigrasi DKI, Diduga Kerja Ilegal 10 Tahun Pakai Visa Kunjungan

Anomali Pioneer seolah menjadi bukti lokal dari fenomena ekspansi tersebut. Teori-teori liar bermunculan. Beberapa ilmuwan menduga ini ulah materi gelap (dark matter). Yang lain berspekulasi pesawat itu telah menemukan bukti dimensi ekstra. Bahkan, ada yang berani menantang teori relativitas umum Einstein dengan mengusulkan adanya hukum fisika baru.

Detektif Data di Bawah Tangga

Pada 2004, Slava Turyshev memutuskan untuk memecahkan misteri ini sampai ke akarnya. Karena kedua pesawat sudah berhenti berkomunikasi (Pioneer 11 pada 1995, Pioneer 10 pada 2003), Turyshev harus menggali kuburan data.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dibantu oleh The Planetary Society, ia memulai perburuan data “housekeeping” (data operasional pesawat) dan data Doppler lama.

Prosesnya bak film detektif. Data datang dalam berbagai bentuk kuno. Beberapa berupa berkas digital dari navigator JPL. Namun, temuan paling berharga justru berupa kaset pita magnetik yang secara tidak sengaja ditemukan menumpuk di bawah tangga di kantor JPL.

Baca Juga :  Perang Lawan Scammer: 60 Negara Bersatu di Bangkok Hancurkan Sindikat Siber

Totalnya, tim berhasil menyelamatkan lebih dari 43 gigabyte data—sebuah keajaiban mengingat pada tahun 70-an NASA tidak memiliki kewajiban arsip resmi untuk data semacam itu.

Solusi Panas, Bukan Misterius

Setelah merekonstruksi ulang struktur 3D pesawat dari cetak biru lama, tim akhirnya menemukan jawabannya. Ternyata, tidak ada hukum fisika baru. Tidak ada dimensi ekstra.

Pelakunya adalah panas.

Subsistem listrik dan peluruhan plutonium dalam sumber tenaga nuklir Pioneer memancarkan panas. Dalam ruang hampa, foton panas yang memancar ini memberikan dorongan balik yang sangat kecil namun konstan—mirip efek roket yang sangat lemah. Karena desain pesawat yang tidak simetris sempurna, pancaran panas ini secara tidak sengaja mendorong pesawat ke arah yang berlawanan dengan geraknya, menyebabkan efek pengereman.

“Cerita ini menemukan kesimpulannya karena ternyata fisika standar yang menang,” ujar Turyshev. “Meskipun akan sangat menarik jika menemukan jenis fisika baru, setidaknya kami berhasil memecahkan sebuah misteri.”

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ketua Mahendra Siregar dan Pejabat Tinggi Mundur Massal di Tengah Gejolak Pasar
Tabung Pink Berisi Gas N2O di Kamar Lula Lahfah, Polisi Ungkap Bahaya Euforia Mematikan
Polresta Malang Bongkar 31 Kasus Narkoba Januari 2026, 36 Tersangka Ditangkap
Basarnas Temukan 60 Bodypack Korban Longsor Cisarua, 20 Orang Masih Dicari
Rotasi Kapolda dan Pejabat Mabes Polri, Kapolri Tegaskan Profesionalisme
Rumah Siti Nurbaya Digeledah Kejagung, Fokus Kasus Korupsi Perkebunan Sawit
Bau Sampah Mengganggu, RDF Rorotan Dihentikan Sementara oleh Pemprov DKI
Banjir 2 Meter Kepung Kebon Pala, Ditpolairud Polda Metro Jaya Evakuasi Warga

Berita Terkait

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:23 WIB

Ketua Mahendra Siregar dan Pejabat Tinggi Mundur Massal di Tengah Gejolak Pasar

Jumat, 30 Januari 2026 - 21:05 WIB

Tabung Pink Berisi Gas N2O di Kamar Lula Lahfah, Polisi Ungkap Bahaya Euforia Mematikan

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:50 WIB

Polresta Malang Bongkar 31 Kasus Narkoba Januari 2026, 36 Tersangka Ditangkap

Jumat, 30 Januari 2026 - 20:06 WIB

Basarnas Temukan 60 Bodypack Korban Longsor Cisarua, 20 Orang Masih Dicari

Jumat, 30 Januari 2026 - 19:49 WIB

Rotasi Kapolda dan Pejabat Mabes Polri, Kapolri Tegaskan Profesionalisme

Berita Terbaru