Perang Lawan Scammer: 60 Negara Bersatu di Bangkok Hancurkan Sindikat Siber

Jumat, 19 Desember 2025 - 05:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Dunia bersatu lawan penipuan online! 60 negara kumpul di Bangkok, bahas strategi hancurkan sindikat lintas negara dan lindungi korban perdagangan manusia. Dok: Xinhua.

Dunia bersatu lawan penipuan online! 60 negara kumpul di Bangkok, bahas strategi hancurkan sindikat lintas negara dan lindungi korban perdagangan manusia. Dok: Xinhua.

BANGKOK, POSNEWS.CO.ID – Kejahatan penipuan online (online scams) kini bermutasi menjadi ancaman global yang mematikan. Sindikat ini tidak lagi beroperasi secara lokal, melainkan tumbuh menjadi jaringan kejahatan transnasional yang kompleks.

Merespons ancaman tersebut, para pemimpin dunia mengambil langkah agresif. “Konferensi Internasional Kemitraan Global Melawan Penipuan Online” resmi bergulir di Bangkok, Thailand, pada Rabu (17/12/2025).

Kementerian Luar Negeri Thailand dan Kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan (UNODC) menjadi tuan rumah bersama acara ini. Tercatat, delegasi tingkat menteri dan pejabat senior dari 60 negara hadir untuk menyatukan kekuatan melawan musuh bersama.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bedakan Korban dan Pelaku

Menteri Luar Negeri Thailand, Sihasak Phuangketkeow, membuka acara dengan seruan mendesak. Ia meminta kerja sama yang lebih erat dan tindakan cepat untuk menyelamatkan para korban.

Baca Juga :  Balita Terjatuh dari Balkon di Jakarta Timur, Polisi Selidiki Diduga Ditelantarkan Orang Tua

Sihasak menyoroti satu isu krusial dalam penanganan kasus ini. Pentingnya, aparat penegak hukum harus mampu membedakan secara jernih antara korban dan pelaku.

Banyak individu yang terlihat sebagai penipu sebenarnya adalah korban perdagangan manusia. Sindikat memaksa mereka bekerja di “pabrik penipuan” di bawah ancaman kekerasan. Oleh karena itu, fokus utama haruslah pada penyelidikan dan penuntutan jaringan kriminal utamanya.

“Kita harus mencegah korban baru tergelincir ke dalam perangkap ini,” tegas Sihasak.

Kejar Aliran Dana dan Teknologi

Delphine Schantz, Perwakilan UNODC untuk Asia Tenggara dan Pasifik, menekankan evolusi ancaman ini. Sindikat kejahatan terorganisir kini beroperasi dengan teknologi canggih yang terus berubah.

Maka, diskusi dalam konferensi ini berfokus pada langkah-langkah taktis. Para delegasi membahas strategi meningkatkan investigasi lintas batas negara.

Baca Juga :  Takaichi: Pintu Dialog Tak Pernah Tertutup

Selain itu, mereka sepakat untuk mengganggu saluran keuangan jaringan kriminal. Memutus aliran dana haram dianggap sebagai cara paling ampuh untuk melumpuhkan operasi sindikat tersebut.

Tak hanya itu, aparat juga harus memacu diri. Mereka wajib mengimbangi teknologi canggih yang digunakan oleh para sindikat agar tidak tertinggal langkah.

Kerangka Kerja Kolaborasi Masa Depan

Pertemuan dua hari ini menargetkan hasil konkret. Rencananya, para delegasi akan mengadopsi pernyataan bersama (joint statement) pada hari Kamis.

Dokumen tersebut akan menunjukkan kemauan politik yang kuat untuk membangun kemitraan global yang berkelanjutan. Nantinya, kerangka kerja ini akan menjadi landasan bagi kolaborasi masa depan dalam memerangi penipuan berbasis siber yang kian meresahkan warga dunia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Sumber Berita: Xinhua News Agency

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik
Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni
Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan
Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang
Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas
Donald Trump Tolak Iran Terkait Pembukaan Kembali Selat Hormuz
Paus Leo XIV Pimpin Misa Terbuka di Champs-Élysées Paris
Penembakan Massal di Afrika Selatan Menewaskan 27 Orang

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 23:00 WIB

Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik

Minggu, 27 September 2026 - 22:00 WIB

Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni

Minggu, 27 September 2026 - 21:30 WIB

Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan

Minggu, 27 September 2026 - 21:00 WIB

Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang

Minggu, 27 September 2026 - 20:30 WIB

Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas

Berita Terbaru

Otoritas Bangkok menetapkan status bencana di seluruh 50 distrik akibat banjir parah. Simak laporan curah hujan ekstrem dan imbauan gubernur. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Otoritas Bangkok Tetapkan Status Bencana di 50 Distrik

Minggu, 27 Sep 2026 - 23:00 WIB

Ilustrasi, Kepolisian Afrika Selatan menemukan jenazah wanita kesepuluh di Ekurhuleni. Simak rincian penyelidikan polisi dan data lonjakan kekerasan gender. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Polisi Afrika Selatan Temukan Jenazah Wanita Ke-10 di Ekurhuleni

Minggu, 27 Sep 2026 - 22:00 WIB

Ribuan warga Madrid menggelar demonstrasi krisis perumahan usai penggusuran lansia 87 tahun. Simak rincian tuntutan penyewa dan data krisis properti Spanyol. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Warga Madrid Gelar Demonstrasi Tuntut Reformasi Perumahan

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:30 WIB

Ledakan gas ambrukkan bangunan di kawasan Plaka Athena dan menewaskan enam orang termasuk empat warga AS. Simak rincian evakuasi dan investigasinya. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Ledakan Gas Ambrukkan Bangunan di Athena, Tewaskan 6 Orang

Minggu, 27 Sep 2026 - 21:00 WIB

Kolombia mengekstradisi gembong narkoba Geovany Andres Rojas ke AS. Simak rincian pergeseran kebijakan keamanan Presiden Abelardo de la Espriella. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Kolombia Ekstradisi Gembong Narkoba Geovany Andres Rojas

Minggu, 27 Sep 2026 - 20:30 WIB