Misteri Kematian 3 Warga di Tanjung Priok, 6 Saksi Diperiksa – Polisi Dalami Aktivitas Korban

Sabtu, 3 Januari 2026 - 07:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Salah satu korban dalam kondisi kritis dilarikan petugas ke RSUD Koja, Jakarta Utara untuk mendapat pertolongan. (Posnews/Ist)

Salah satu korban dalam kondisi kritis dilarikan petugas ke RSUD Koja, Jakarta Utara untuk mendapat pertolongan. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Tiga orang ditemukan tewas di rumah kontrakan Jalan Warakas VIII, Gang 10 No 108, Tanjung Priok, Jakarta Utara, menyisakan misteri.

Ketiga korban, Siti Solihah (50), Afiah Al Adilah Jamaludin (27), dan Adnan Al Abrar Jamaludin (13), ditemukan dalam kondisi mulut berbusa dan ruam merah di tubuh, Jumat (2/1/2026).

Polisi langsung memeriksa enam saksi, termasuk dua keluarga korban dan empat tetangga. “Empat tetangga sedang kami periksa untuk mengambil keterangan,” ujar Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Onkoseno Grandiarso Sukahar.

Melalui keluarga korban, polisi menelusuri aktivitas terakhir para korban sebelum meninggal.

Baca Juga :  Update Data Korban Bencana di Aceh, Sumut, dan Sumbar, BNPB: 604 Meninggal, 464 Hilang

“Kami masih memeriksa ke mana saja mereka pergi dan apa yang terjadi sebelum ditemukan meninggal,” tambah Onkoseno.

Barang Bukti Disita dan Autopsi Dilakukan

Polisi menyita sejumlah barang dari rumah kontrakan, termasuk botol, sprei, dan pakaian korban.

Seluruh barang bukti akan diperiksa bersama Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri untuk menelusuri penyebab kematian.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Beberapa barang kami amankan untuk penelitian lanjutan bersama Puslabfor,” kata Onkoseno. Sementara itu, jenazah ketiga korban dibawa ke Rumah Sakit Polri untuk pemeriksaan luar dan autopsi.

Kronologi Penemuan Korban

Baca Juga :  Misteri Kematian Selebgram Lula Lahfah, Polisi Periksa 10 Saksi Termasuk Dokter

Kematian para korban pertama kali diketahui saat salah satu anak korban pulang kerja.

Saat membuka pintu rumah, ia menemukan keluarganya tergeletak tak bergerak dengan kondisi mengenaskan dan langsung meminta pertolongan warga sekitar.

“Keterangan awal, anak korban buka pintu dan melihat keluarganya tiduran dengan mulut berbusa. Ia segera minta tolong ke masyarakat sekitar,” jelas Onkoseno.

Di rumah kontrakan itu, dua orang lain selamat, salah satunya kini menjalani perawatan medis dan kondisinya mulai stabil.

Informasi awal menyebutkan, korban ibu adalah orang tua tunggal yang tinggal bersama anak-anaknya, salah satunya berjualan minuman.

Penulis : Muhammad Rian

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global
Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial
Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu
Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda
Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026
Cuaca Ekstrem di Ciamis, 80 Lebih Rumah Rusak Disapu Angin Kencang
Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, 169 Ribu Kendaraan Menyeberang ke Jawa dari Bakauheni
Cuaca Jabodetabek 29 Maret 2026: Hujan Meluas, Bogor Berpotensi Diguyur Lebat

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:30 WIB

Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:10 WIB

Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:05 WIB

Gembong Narkoba Dewi Astutik Segera Dilimpahkan ke Kejaksaan, Otak Kasus 2 Ton Sabu

Minggu, 29 Maret 2026 - 08:09 WIB

Final FIFA Series 2026: Lawan Bulgaria di GBK, Ujian Sesungguhnya Garuda

Minggu, 29 Maret 2026 - 07:48 WIB

Harga Bahan Pokok Stabil, Cabai hingga Bawang Turun Pasca Lebaran 2026

Berita Terbaru

Melawan logika dominasi. Ekofeminisme mengungkap bahwa pemulihan bumi mustahil tercapai tanpa meruntuhkan struktur patriarki yang mengeksploitasi perempuan dan alam secara bersamaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Minggu, 29 Mar 2026 - 16:30 WIB

Menembus batas identitas tunggal. Konsep interseksionalitas membuktikan bahwa perjuangan perempuan tidak bisa menggunakan pendekatan 'satu ukuran untuk semua' guna menghapus penindasan yang berlapis. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Mengapa Interseksionalitas Menjadi Kunci Keadilan Sosial

Minggu, 29 Mar 2026 - 16:10 WIB