Membedah Ekofeminisme dan Krisis Ekologi Global

Minggu, 29 Maret 2026 - 16:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Melawan logika dominasi. Ekofeminisme mengungkap bahwa pemulihan bumi mustahil tercapai tanpa meruntuhkan struktur patriarki yang mengeksploitasi perempuan dan alam secara bersamaan. Dok: Istimewa.

Melawan logika dominasi. Ekofeminisme mengungkap bahwa pemulihan bumi mustahil tercapai tanpa meruntuhkan struktur patriarki yang mengeksploitasi perempuan dan alam secara bersamaan. Dok: Istimewa.

NAIROBI, POSNEWS.CO.ID – Dunia pada tahun 2026 sedang menghadapi guncangan ekologis yang kian hebat. Dalam konteks ini, gerakan Ekofeminisme muncul sebagai pisau analisis yang tajam untuk memahami akar masalah tersebut. Para pemikir feminis berargumen bahwa kehancuran alam merupakan cerminan langsung dari ketidakadilan gender yang telah berlangsung selama berabad-abad.

Negara-negara kini mulai menyadari bahwa kebijakan lingkungan yang buta gender sering kali menemui kegagalan. Oleh karena itu, memahami keterkaitan antara kedaulatan tubuh perempuan dan kelestarian bumi menjadi syarat mutlak bagi kebijakan keamanan manusia yang inklusif.

Paralelisme: Logika Dominasi Patriarki terhadap Alam

Ekofeminisme menyoroti adanya kesamaan pola dalam cara masyarakat memperlakukan perempuan dan alam. Dalam hal ini, keduanya sering kali didefinisikan sebagai entitas yang bersifat pasif, emosional, dan perlu “dikendalikan” oleh rasionalitas manusia (sering kali dikaitkan dengan maskulinitas).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahasa yang kita gunakan sering kali membuktikan hal ini. Istilah seperti “menaklukkan alam” atau “mengeksploitasi sumber daya” memiliki kemiripan dengan narasi kontrol terhadap tubuh perempuan. Akibatnya, perusakan hutan dan pencemaran laut dipandang sebagai hak pemilik modal untuk memuaskan konsumsi jangka pendek. Penganut Ekofeminisme menegaskan bahwa kita tidak bisa menyelamatkan lingkungan jika kita masih memelihara sistem nilai yang membenarkan dominasi satu kelompok atas kelompok lainnya.

Baca Juga :  Dilema ASEAN: Terjepit di Antara Payung Keamanan AS dan Magnet Ekonomi Tiongkok

Perempuan Pedesaan: Korban Terdepan Krisis Iklim

Krisis iklim tahun 2026 memberikan dampak yang sangat tidak proporsional bagi perempuan, terutama di daerah pedesaan. Di banyak wilayah Selatan Global, perempuan memegang tanggung jawab utama dalam menyediakan air, kayu bakar, dan pangan bagi keluarga. Oleh sebab itu, ketika terjadi kekeringan ekstrem atau kegagalan panen, perempuanlah yang harus berjalan lebih jauh dan bekerja lebih keras.

Lebih lanjut, keterbatasan akses terhadap hak milik tanah membuat perempuan sulit mendapatkan bantuan finansial pasca-bencana. Dalam hal ini, kemiskinan perempuan kian dalam seiring dengan hilangnya keanekaragaman hayati lokal. Krisis energi di tahun 2026 memperparah kondisi ini, di mana kelangkaan bahan baku membuat beban kerja domestik perempuan melonjak drastis. Fenomena ini membuktikan bahwa kerentanan lingkungan secara inheren terikat pada kerentanan posisi sosial perempuan.

Solusi Berkelanjutan: Kearifan Lokal dan Kedaulatan Pangan

Menghadapi kehancuran ekosistem, komunitas internasional mulai melirik peran perempuan dalam konservasi. Perempuan pedesaan selama ini bertindak sebagai penjaga benih tradisional dan pengelola sumber daya air yang efisien. Terlebih lagi, praktik pertanian regeneratif yang dipimpin oleh perempuan terbukti lebih tahan banting menghadapi perubahan cuaca yang tidak menentu.

Baca Juga :  Kapal Induk AS Merapat ke Timur Tengah, Iran Siaga

Secara simultan, kearifan lokal ini menawarkan model pembangunan yang tidak eksploitatif. Perempuan cenderung mengutamakan nilai keberlanjutan demi kesejahteraan generasi mendatang daripada keuntungan finansial sesaat. Dengan demikian, memberikan ruang bagi perempuan dalam proses pengambilan keputusan global bukan hanya masalah keadilan, melainkan keharusan strategis. Penguatan kedaulatan pangan nasional akan lebih efektif jika pemerintah melibatkan perempuan sebagai mitra sejajar dalam perumusan kebijakan lingkungan.

Masa depan bumi bergantung pada kemampuan kita untuk meninggalkan logika penaklukan menuju logika kemitraan. Pada akhirnya, Ekofeminisme mengingatkan bahwa pemulihan alam harus berjalan beriringan dengan pembebasan manusia dari segala bentuk penindasan.

Dengan demikian, dunia memerlukan paradigma baru yang menghargai keterhubungan antara semua makhluk hidup. Keadilan ekologis tidak akan pernah terwujud selama ketimpangan gender masih menghambat potensi separuh populasi dunia. Jika kita ingin menghijaukan bumi di tahun 2026, kita harus memulainya dengan menegakkan martabat dan hak asasi setiap perempuan di atas tanah mereka sendiri.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jepang Izinkan Pemerintah Daerah Larang Bisnis Minpaku
Trump Tabrak Aturan PBB: AS Siap Lelang Laut
Resmi Pimpin Partai Buruh Inggris Menuju Downing Street
Skandal Video: Filipina Protes Keras Media Pemerintah China
Serangan Israel Hantam Prosesi Pemakaman di Gaza
Tantang Dominasi AS: Xi Jinping Pimpin Koalisi AI
Serangan Infrastruktur AS-Iran Picu Ancaman Perang
Pemerintah Trump Ancam Cabut Dana Pemilu

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:25 WIB

Jepang Izinkan Pemerintah Daerah Larang Bisnis Minpaku

Minggu, 19 Juli 2026 - 06:00 WIB

Trump Tabrak Aturan PBB: AS Siap Lelang Laut

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:34 WIB

Resmi Pimpin Partai Buruh Inggris Menuju Downing Street

Sabtu, 18 Juli 2026 - 22:30 WIB

Skandal Video: Filipina Protes Keras Media Pemerintah China

Sabtu, 18 Juli 2026 - 21:30 WIB

Serangan Israel Hantam Prosesi Pemakaman di Gaza

Berita Terbaru

Langkah taktis amankan rantai pasok. Raksasa chip TSMC menambah investasi fantastis di AS guna melipatgandakan produksi chip kecerdasan buatan. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

TSMC Tambah Investasi Raksasa 100 Miliar Dolar di Amerika

Minggu, 19 Jul 2026 - 22:43 WIB

Ilustrasi, Langkah taktis di Brussel. Uni Eropa menyetujui komitmen perbaikan dari platform X milik Elon Musk guna mengatasi sanksi denda konten digital. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Uni Eropa Terima Rencana Elon Musk Atasi Pelanggaran Konten X

Minggu, 19 Jul 2026 - 21:30 WIB

Hujan gol bersejarah di Miami. Bukayo Saka mencetak hat-trick luar biasa guna membawa Inggris menundukkan Prancis enam-empat. Dok: Istimewa.

SPORT

Inggris Tekuk Prancis 6-4 Rebut Tempat Ketiga

Minggu, 19 Jul 2026 - 21:25 WIB

Langkah revolusioner galangan kapal modern. Nvidia dan Kawasaki Heavy Industries bersinergi mengembangkan robot pintar guna mengatasi krisis tenaga kerja di Jepang. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Nvidia dan Kawasaki Duet Ciptakan Robot AI Galangan Kapal

Minggu, 19 Jul 2026 - 21:00 WIB

Langkah tegas lindungi lingkungan perumahan. Pemerintah Jepang memberikan hak bagi daerah untuk menutup penuh operasional sewa rumah harian. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Jepang Izinkan Pemerintah Daerah Larang Bisnis Minpaku

Minggu, 19 Jul 2026 - 20:25 WIB