Modus Gesek Kartu Kredit, Sindikat Pencuri Dompet Aktris Korea Jeon Hye Bin Digulung Polisi

Rabu, 3 Desember 2025 - 08:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Polres Gianyar. (Posnews/Ist)

Gedung Polres Gianyar. (Posnews/Ist)

BALI, POSNEWS.CO.ID – Polisi membongkar sindikat pencuri dompet aktris Korea Jeon Hye Bin saat ia berlibur di Ubud, Bali. Dalam operasi itu, aparat menangkap 10 pelaku lintas negara.

Pencurian tersebut menimpa suami Jeon Hye Bin saat mereka berjalan-jalan di Ubud pada 1 Oktober lalu. Akibatnya, dompet korban raib dan kerugian membengkak hingga Rp 132 juta.

Kapolres Gianyar AKBP Chandra C. Kesuma membenarkan insiden itu. “Benar, suami artis Korea jadi korban. Total lima WNA Korea dan China ikut menjadi sasaran. TKP berada di sekitar Puri Ubud dan Pasar Tematik Ubud,” tegasnya.

Baca Juga :  Cuaca Ekstrem dan Banjir, Polairud Polda Metro Jaya Turun Bantu Warga Pesisir

Sindikat Kelas Internasional Dibekuk

Selanjutnya, polisi menangkap empat WNI berinisial PT, IKPS, HL, dan JW. Selain itu, aparat turut memborgol dua warga China JWW dan TW HUA, serta empat warga Mongolia MK, SA, SD, dan GZ.

Kesepuluh pelaku menjalankan peran terstruktur. Empat WNI memasok mesin EDC ilegal, sementara kelompok Mongolia bertindak sebagai eksekutor—mengalihkan perhatian, membuka tas, lalu mencopet dompet korban. Dua warga China berperan sebagai perekrut dan otak utama sindikat.

Baca Juga :  Pemkot Depok Tetapkan Jam Kerja ASN Ramadan 1447 H, Ini Rinciannya

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selanjutnya, polisi mengungkap modus licik mereka. Pelaku menargetkan turis yang menggunakan tas selempang. Setelah dompet dicopet, kartu kredit korban langsung digesek di mesin EDC untuk mengirim uang ke Uganda dan sebagian ke Indonesia.

Dengan pengungkapan ini, polisi menegaskan bahwa Ubud bukan wilayah aman bagi komplotan lintas negara. Sindikat pencopet internasional dipastikan tidak berkutik di hadapan aparat Bali. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

9,1 Juta Warga Benggala Barat Kehilangan Hak Pilih Jelang Pemilu
Modus Tanya Alamat Berujung Pembacokan, Pelaku Begal Dibekuk
Polisi Ringkus 2 Pelaku Penjual Phishing Tools, Kerugian Tembus Rp350 Miliar
Buronan Narkoba 2 Wanita Diburu, Polisi Ungkap Peran Licin di Balik Layar
Tekanan Tiongkok Paksa Presiden Taiwan Batalkan Kunjungan ke Afrika
Aliansi Seoul-Washington: Komandan Militer AS Protes Dugaan Kebocoran Data Nuklir Korut
Kepentingan Bisnis di Atas Segalanya: Ceko Tolak Fasilitas Negara untuk Misi ke Taiwan
Gas Bocor Berujung Petaka, Ledakan Dahsyat Lukai Satu Keluarga di Pandeglang

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 19:53 WIB

9,1 Juta Warga Benggala Barat Kehilangan Hak Pilih Jelang Pemilu

Rabu, 22 April 2026 - 19:45 WIB

Modus Tanya Alamat Berujung Pembacokan, Pelaku Begal Dibekuk

Rabu, 22 April 2026 - 19:28 WIB

Polisi Ringkus 2 Pelaku Penjual Phishing Tools, Kerugian Tembus Rp350 Miliar

Rabu, 22 April 2026 - 19:10 WIB

Buronan Narkoba 2 Wanita Diburu, Polisi Ungkap Peran Licin di Balik Layar

Rabu, 22 April 2026 - 18:46 WIB

Tekanan Tiongkok Paksa Presiden Taiwan Batalkan Kunjungan ke Afrika

Berita Terbaru

Ilustrasi, Demokrasi di bawah ancaman. Revisi daftar pemilih yang kontroversial di Benggala Barat mengakibatkan penghapusan masif hak pilih minoritas, memicu tuduhan manipulasi sistemik dan kegagalan algoritma AI dalam mengenali identitas warga tahun 2026. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

9,1 Juta Warga Benggala Barat Kehilangan Hak Pilih Jelang Pemilu

Rabu, 22 Apr 2026 - 19:53 WIB