JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Di tengah sulitnya mencari pekerjaan, dugaan penipuan rekrutmen PJLP Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara justru menghebohkan media sosial.
Sejumlah warga mengaku menjadi korban setelah dijanjikan bisa masuk kerja melalui “orang dalam” dengan syarat menyetor uang jutaan rupiah.
Kasus ini mencuat setelah akun Facebook Daeng Mardian Syah mengunggah pengakuan sebagai korban.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam unggahannya, ia mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap dugaan penipuan rekrutmen PJLP SDA Jakarta Utara.
“Hati-hati Penipuan Recruitment PJLP (SDA) Sumber Daya Air Jakarta Utara,” tulisnya.
Daeng menyebut seseorang bernama Abdul Rahim Lassanuddin alias Caim diduga menjanjikan pekerjaan PJLP dengan meminta uang muka Rp4 juta per orang.
Unggahan tersebut juga disertai video yang memperlihatkan pria yang disebut sebagai terduga pelaku berjanji akan mengembalikan uang para korban.
Namun hingga kini, menurut pengunggah, pengembalian tersebut belum terealisasi.
Kolom komentar dipenuhi warganet yang mengaku mengetahui kasus serupa.
Salah satu akun bahkan menyatakan pernah bertemu dengan orang yang disebut dalam unggahan dan menilai korbannya sudah cukup banyak.
Sudin SDA Jakarta Utara Buka Suara
Menanggapi informasi yang beredar, Kepala Suku Dinas SDA Jakarta Utara Heria Suwandi menegaskan bahwa proses rekrutmen PJLP di lingkungan Sudin SDA Jakarta Utara dilakukan sesuai ketentuan, secara transparan, objektif, dan tidak dipungut biaya apa pun.
“Apabila terdapat pihak yang mengatasnamakan Sudin SDA Jakarta Utara dengan menjanjikan kelulusan atau meminta sejumlah uang, maka tindakan tersebut merupakan perbuatan orang di luar Sudin SDA Jakarta Utara,” kata Heria saat dikonfirmasi Posnews, Rabu (5/8/2026).
Heria juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada praktik percaloan.
Jika memiliki bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, warga diminta segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum.
“Laporkan saja ke pihak kepolisian jika sudah ada unsur dan bukti kuat agar pelaku diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegasnya.
Hingga Rabu (5/8/2026), polisi belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan penipuan rekrutmen PJLP SDA Jakarta Utara. MR
Editor : Hadwan













