Kebakaran Kebayoran Lama Diduga Korsleting, 180 Jiwa Terdampak

Rabu, 23 September 2026 - 06:21 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kebakaran permukiman warga di Jalan Teuku Nyak Arif Kebayoran Lama Jakarta Selatan. (Posnews/Ist)

Kebakaran permukiman warga di Jalan Teuku Nyak Arif Kebayoran Lama Jakarta Selatan. (Posnews/Ist)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Kebakaran melanda permukiman warga di Jalan Teuku Nyak Arif, Kelurahan Kebayoran Lama Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Selasa (22/9/2026) malam.

Kobaran api sempat membesar dan merembet ke bangunan usaha di sekitar lokasi. Petugas pemadam kebakaran akhirnya berhasil mengendalikan api setelah mengerahkan puluhan armada dan personel.

Kepala Seksi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan Sjukri Bahanan mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 20.31 WIB.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebanyak 24 unit mobil pemadam dengan 128 personel langsung bergerak menuju lokasi. Petugas pertama tiba sekitar pukul 20.39 WIB dan memulai proses pemadaman dua menit kemudian, yakni pukul 20.41 WIB.

Api Diduga Berawal dari Warteg

Menurut Sjukri, api berawal dari area warteg sebelum kemudian menjalar ke bengkel ban yang berada di belakangnya.

Baca Juga :  BNN Gerebek Pabrik Narkoba Tembakau Sintetis di Tangerang - Koki hingga Kurir Dibekuk

β€œApi berawal dari warteg dan menjalar ke bengkel ban,” kata Sjukri.

Saat kejadian, Nanang yang disebut sebagai pemilik warteg sedang berjualan. Ia kemudian mendapat laporan dari warga mengenai munculnya api di bagian atas bangunan kontrakan.

Nanang bersama warga sempat mencoba memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR). Namun, upaya tersebut tidak berhasil. Warga akhirnya meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.

Kobaran api yang cepat membesar membuat petugas harus bekerja ekstra untuk mencegah api menjalar lebih jauh ke permukiman sekitar.

Api Berhasil Dilokalisir

Petugas berhasil melokalisir kebakaran sekitar pukul 21.20 WIB. Setelah itu, proses pendinginan dimulai pada pukul 21.33 WIB untuk memastikan tidak ada lagi titik api yang dapat memicu kebakaran kembali.

Berdasarkan pendataan sementara, kebakaran berdampak pada area sekitar 1.100 meter persegi. Sebanyak 60 kepala keluarga atau sekitar 180 jiwa terdampak dalam peristiwa tersebut.

Meski kebakaran melanda kawasan permukiman cukup luas, petugas memastikan tidak ada korban jiwa maupun korban luka.

Baca Juga :  72 Siswa Keracunan MBG di Duren Sawit Jaktim, Spageti Diduga Penyebab

β€œDugaan penyebab korsleting listrik. Korban luka dan jiwa nihil,” ujar Sjukri.

Warga Perlu Waspadai Korsleting Listrik

Korsleting listrik menjadi salah satu penyebab kebakaran yang perlu diwaspadai di lingkungan permukiman. Karena itu, warga sebaiknya tidak membebani satu stopkontak dengan terlalu banyak perangkat listrik.

Selain itu, kabel yang terkelupas, sambungan listrik yang longgar, serta penggunaan peralatan listrik yang sudah rusak sebaiknya segera diperiksa.

Jika muncul percikan atau bau hangus dari instalasi listrik, warga disarankan segera memutus aliran listrik dan menjauh dari sumber api.

Untuk kebakaran kecil, APAR dapat digunakan jika kondisi memungkinkan dan warga memahami cara penggunaannya.

Namun, jika api cepat membesar atau asap sudah memenuhi ruangan, keselamatan penghuni harus menjadi prioritas. Segera keluar dari bangunan dan hubungi petugas pemadam kebakaran.

Sementara itu, penyebab pasti kebakaran di Jalan Teuku Nyak Arif masih mengacu pada dugaan korsleting listrik berdasarkan keterangan Suku Dinas Gulkarmat Jakarta Selatan. **

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dua Tewas Ledakan Pasar Cimanggis, 12 Korban Luka Dirawat di 3 Rumah Sakit
Diduga Terkait Gas LPG, Ledakan Pasar Cimanggis Masih Diselidiki
Jabodetabek Berawan Tebal, Suhu Bisa Tembus 36 Derajat pada Kamis Ini
Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel, 8 Korban Luka – Personel Brimob Dikerahkan
Polisi Sahabat Anak, Polda Metro Jaya Bangun Kepercayaan Sejak Dini
Cuaca Jabodetabek Hari Ini, Bogor Berpotensi Hujan Petir hingga Malam
Kebakaran di Penjaringan Tewaskan Ibu dan Bocah, 150 Rumah Terdampak
Kopi Plus-Plus KBN Marunda Disorot, Satpol PP Jakut Siapkan Patroli Malam

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Dua Tewas Ledakan Pasar Cimanggis, 12 Korban Luka Dirawat di 3 Rumah Sakit

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:07 WIB

Diduga Terkait Gas LPG, Ledakan Pasar Cimanggis Masih Diselidiki

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:54 WIB

Jabodetabek Berawan Tebal, Suhu Bisa Tembus 36 Derajat pada Kamis Ini

Rabu, 14 Oktober 2026 - 21:17 WIB

Ledakan Pasar Cimanggis Tangsel, 8 Korban Luka – Personel Brimob Dikerahkan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 14:56 WIB

Polisi Sahabat Anak, Polda Metro Jaya Bangun Kepercayaan Sejak Dini

Berita Terbaru

Denmark menegaskan eksplorasi sumber daya alam Greenland oleh AS harus mematuhi hukum lokal dan tidak mendapat keistimewaan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Denmark Tegaskan AS Wajib Mematuhi Hukum Greenland

Kamis, 15 Okt 2026 - 15:40 WIB