NasDem Bantah Merger dengan Gerindra, Surya Paloh Tawarkan Konsep Political Bloc

Selasa, 14 April 2026 - 08:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya. (Posnews/NasDem)

Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya. (Posnews/NasDem)

JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Isu merger antara Partai NasDem dan Gerindra langsung ditepis.

Ketua DPP Partai NasDem, Willy Aditya, menegaskan bahwa gagasan Surya Paloh bukanlah peleburan partai, melainkan pembentukan political bloc atau blok politik.

“Yang ditawarkan itu political bloc, bukan merger,” tegas Willy di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Willy menjelaskan, konsep political bloc muncul sebagai strategi untuk melawan praktik politik transaksional yang selama ini marak terjadi.

Menurutnya, blok politik dibangun agar lebih solid dari pusat hingga daerah, bukan sekadar kerja sama jangka pendek.

“Selama ini politik terlalu transaksional. Karena itu, dibutuhkan blok politik yang kuat dan terstruktur,” ujarnya.

Narasi Merger Dinilai Keliru

Selain itu, Willy menyayangkan munculnya narasi merger yang dinilai tidak sesuai dengan gagasan yang sebenarnya.

Baca Juga :  Penganiayaan Maut di Depok, Polisi Tetapkan Oknum TNI AL dan 5 Sipil Jadi Tersangka

Ia menegaskan, istilah merger dalam politik Indonesia memiliki konteks berbeda dan tidak relevan dengan konsep yang ditawarkan NasDem.

Lebih lanjut, Willy mengingatkan bahwa Indonesia memang pernah mengalami fusi partai, namun hal itu terjadi karena keputusan kekuasaan.

Ia mencontohkan penggabungan partai Islam menjadi Partai Persatuan Pembangunan serta partai nasionalis menjadi Partai Demokrasi Indonesia di masa lalu.

Willy juga menegaskan bahwa konsep political bloc sebenarnya sudah pernah ada dalam sejarah politik Indonesia.

Ia menyebut Golongan Karya sebagai salah satu contoh blok politik. Selain itu, pada era Soekarno, konsep serupa muncul melalui Front Nasional dengan gagasan Nasakom.

Pertemuan Surya Paloh dan Prabowo Dinilai Wajar

Di sisi lain, Willy menilai pertemuan antara Surya Paloh dan Prabowo Subianto sebagai hal biasa.

Baca Juga :  Rusia Larang Warganya Kunjungi Negara dengan Perjanjian Ekstradisi AS

Ia mengungkapkan, keduanya sudah lama menjalin hubungan dan kerap berdiskusi mendalam soal berbagai isu strategis.

“Pertemuan dua sahabat itu wajar. Bahkan mereka pernah berdiskusi hingga enam jam membahas banyak hal secara terbuka dan setara,” jelasnya.

NasDem Dorong Politik Gagasan, Bukan Sekadar Koalisi

Willy menegaskan, NasDem ingin mendorong politik berbasis gagasan, bukan sekadar koalisi saat pemilu.

Menurutnya, dalam sistem presidensial seperti Indonesia, konsep koalisi pemerintahan tidak sama seperti di sistem parlementer.

Karena itu, political bloc dinilai menjadi terobosan baru dalam membangun kekuatan politik yang lebih stabil dan tidak transaksional. (red)

Editor : Hadwan

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Banjir Rob Mengancam 15 Provinsi, Kenali Wilayah dan Cara Mengantisipasinya
Poliran, Program Kapolri Bantu Pengangguran Mendapat Pekerjaan
Heboh Teh Kemasan Karton Berbusa Saat Demo, Ini Langkah Tegas BPOM
Keren! Model Moderasi Beragama Indonesia Pikat Inggris, Australia, hingga Pakistan
Aset Pelaku Kejahatan Siber Disikat, Kapolri Pastikan Miskinkan Bandar TPPO & Scam
Salib Merah Politik, Jangan Ulangi Sejarah Gelap ‘Perang Salib’: Kalian Jahat Betul !!!
KPK Gali Aliran Suap Lahan Bogor, Dirut Anak Usaha Summarecon Dipanggil
Awas Cuaca Ekstrem! Bibit Siklon 91B Ancam Sejumlah Wilayah, Cek Daerahmu

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 06:24 WIB

Banjir Rob Mengancam 15 Provinsi, Kenali Wilayah dan Cara Mengantisipasinya

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Poliran, Program Kapolri Bantu Pengangguran Mendapat Pekerjaan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:35 WIB

Heboh Teh Kemasan Karton Berbusa Saat Demo, Ini Langkah Tegas BPOM

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:10 WIB

Keren! Model Moderasi Beragama Indonesia Pikat Inggris, Australia, hingga Pakistan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 15:50 WIB

Aset Pelaku Kejahatan Siber Disikat, Kapolri Pastikan Miskinkan Bandar TPPO & Scam

Berita Terbaru

Ilustrasi prakiraan cuaca Jabodetabek Minggu 1 November 2026, sejumlah wilayah berpotensi hujan ringan.
(Posnews/Net)

JABODETABEK

Minggu 1 November, Hujan Ringan Mengintai Jakarta hingga Tangerang

Minggu, 1 Nov 2026 - 05:13 WIB