Operasi Intelijen Somalia Lumpuhkan 33 Militan di Shabelle Tengah

Kamis, 23 April 2026 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Serangan presisi di Guulane. Badan Intelijen Nasional Somalia (NISA) bersama mitra internasional menghancurkan pangkalan milisi Al-Shabaab, menewaskan puluhan pejuang termasuk pemimpin senior dalam operasi pencegahan teror tahun 2026. Dok: CFP.

Serangan presisi di Guulane. Badan Intelijen Nasional Somalia (NISA) bersama mitra internasional menghancurkan pangkalan milisi Al-Shabaab, menewaskan puluhan pejuang termasuk pemimpin senior dalam operasi pencegahan teror tahun 2026. Dok: CFP.

MOGADISHU, POSNEWS.CO.ID – Otoritas keamanan Somalia mencatatkan keberhasilan besar dalam upaya pemberantasan kelompok ekstremis di wilayah selatan negara tersebut. Pasukan intelijen meluncurkan gempuran udara dan darat guna menghancurkan sel-sel aktif Al-Shabaab.

Dalam konteks ini, operasi tersebut berlangsung di kawasan Guulane, Shabelle Tengah. Oleh karena itu, militer Somalia kini meningkatkan intensitas pembersihan wilayah guna memutus rantai komando milisi yang telah mengganggu kedaulatan negara selama lebih dari satu dekade.

Gempuran Terhadap Pimpinan Senior Al-Shabaab

Pihak NISA merilis pernyataan resmi mengenai rincian operasi yang berlangsung pada hari Selasa tersebut. Serangan udara pertama menghantam sebuah bangunan permanen yang berfungsi sebagai pusat mobilisasi tempur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara khusus, serangan tersebut menewaskan 15 militan, termasuk beberapa komandan lapangan senior yang sedang menyusun rencana aksi teror. Sebagai hasilnya, militer berhasil melumpuhkan struktur strategis kelompok tersebut di wilayah Shabelle Tengah sebelum mereka sempat meluncurkan serangan ke pusat perkotaan.

Baca Juga :  Uni Eropa Resmikan Pinjaman $105 Miliar guna Hindari Kebangkrutan Ukraina

Serangan Susulan dan Kelumpuhan Logistik

Pasukan keamanan terus melanjutkan tekanan militer melalui gelombang serangan kedua di area yang sama. Petugas melaporkan setidaknya 18 tambahan anggota militan tewas dalam gempuran tersebut.

Selain itu, militer Somalia mengonfirmasi kehancuran total satu unit kendaraan transportasi milik kelompok Al-Shabaab. Akibatnya, kemampuan mobilitas personel dan pengiriman logistik persenjataan kelompok tersebut kini mengalami gangguan signifikan di tahun 2026 ini. NISA menegaskan bahwa penghancuran aset fisik lawan merupakan prioritas guna memperlemah daya tahan pemberontakan.

Intelijen: Mencegah Ancaman Terhadap Keamanan Nasional

Dasar utama dari operasi ini adalah laporan intelijen yang mendeteksi pergerakan massal militan. NISA mencatat sekitar 90 anggota Al-Shabaab telah berkumpul di wilayah Guulane guna mempersiapkan serangan besar-besaran.

Baca Juga :  Divhumas Polri Gelar Pasar Murah 2025, Harga Beras 10 Kg Hanya Rp110 Ribu

Dalam hal ini, serangan militer tersebut murni bersifat tindakan pencegahan (preemptive measures). Otoritas memandang kelompok Al-Shabaab sebagai ancaman permanen bagi keselamatan warga sipil dan pejabat pemerintah. Oleh sebab itu, kolaborasi dengan mitra internasional, termasuk dukungan pengawasan udara, menjadi variabel kunci dalam menjaga stabilitas keamanan nasional.

Konsistensi Melawan Ekstremisme

Masa depan kedamaian di Tanduk Afrika bergantung pada konsistensi operasi anti-teror semacam ini. Pada akhirnya, keberhasilan di Guulane membuktikan bahwa kedaulatan intelijen Somalia semakin kuat di tengah dinamika keamanan global.

Dengan demikian, masyarakat internasional memantau seberapa efektif pemerintah Mogadishu dalam mempertahankan wilayah yang telah mereka rebut kembali. Di tahun 2026, ketegasan dalam menindak kelompok radikal menjadi instrumen utama bagi percepatan pembangunan ekonomi dan pemulihan sosial di seluruh penjuru Somalia.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay
Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu
Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus
Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle
Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang
Vietnam Siapkan Aturan Ketat Larang Anak di Bawah 16 Tahun
Warga al-Obeid Hadapi Serangan Drone dan Pemerkosaan
Kanada Batal Gelar Acara Bersama Peresmian Jembatan

Berita Terkait

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:30 WIB

Bassirou Diomaye Faye Meluncurkan Partai Baru Kiiraay

Minggu, 26 Juli 2026 - 20:00 WIB

Brasil Tolak Visa Pejabat AS yang Ingin Awasi Pemilu

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:30 WIB

Pasangan Afrika Selatan Saksikan Kumpulan 299 Paus

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:00 WIB

Dua Pria Terjun Bebas dari Space Needle Seattle

Minggu, 26 Juli 2026 - 18:51 WIB

Unggahan Medsos Soroti Budaya Kerja Ekstrem Jepang

Berita Terbaru

Langkah baru pasar monitor OLED. Philips merilis Evnia 32M2N6901A yang memadukan panel 4K QD-OLED 165Hz dengan harga kompetitif. Dok: Istimewa.

TEKNOLOGI

Philips Resmi Meluncurkan Monitor Evnia 32M2N6901A

Minggu, 26 Jul 2026 - 22:30 WIB