OTT KPK di Riau, Gubernur Abdul Wahid dan 9 Orang Ditangkap-Dibawa ke Jakarta Besok

Senin, 3 November 2025 - 20:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan. (Posnews/KPK)

Gedung Merah Putih KPK Jakarta Selatan. (Posnews/KPK)

RIAU, POSNEWS.CO.ID Awal bulan November 2025 operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memakan korban

KPK menciduk Gubernur Riau Abdul Wahid bersama sembilan orang lainnya dalam operasi senyap di Provinsi Riau. Aksi antikorupsi ini memicu geger publik dan langsung menjadi sorotan nasional.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo membenarkan penangkapan tersebut. Menurutnya, tim penyidik masih berada di lapangan untuk pendalaman awal.

Benar, total ada 10 orang diamankan. Saat ini masih di lokasi, rencana dibawa ke Gedung KPK Merah Putih besok,” tegas Budi di Jakarta, Senin (3/11/2025).

Baca Juga :  KPK Tangkap Hakim PN Depok, Dugaan Suap dari Pihak Swasta

Disinyalir Terkait Proyek Pemerintah, Uang Disita

Meski belum membeberkan konstruksi lengkap perkara, OTT ini diduga terkait proyek dan jabatan di lingkungan Pemerintah Provinsi Riau, termasuk indikasi keterkaitan dengan proyek PUPR.

Budi menyebut penyidik turut mengamankan sejumlah uang sebagai barang bukti awal.

“Ada uang yang diamankan. Nanti akan kami sampaikan detailnya,” ujarnya.

Namun, ia menegaskan penyidik masih bekerja sehingga informasi belum bisa dibuka sepenuhnya.

“Tim masih bergerak di lapangan. Detil perkara dan konstruksinya akan kami sampaikan kemudian,” tambahnya.

Baca Juga :  Pesawat ATR 42-500 Jatuh di Maros, Satu Korban Ditemukan di Jurang 200 Meter

Para pihak yang diciduk, termasuk pejabat dan pihak swasta, masih berstatus terperiksa. Sesuai prosedur, KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menetapkan status hukum mereka.

“Kami akan update identitas lengkap para pihak dan status hukumnya. Mohon tunggu proses,” kata Budi.

OTT ini menambah deretan kasus besar di Bumi Lancang Kuning, yang sebelumnya juga berkali-kali mencatat kepala daerah terjerat kasus rasuah. Publik kini menanti langkah lanjutan KPK dan kemungkinan adanya nama pejabat lain yang turut terseret. (red)

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dunia Makin Percaya Indonesia, Prabowo Perintahkan Rosan Umumkan Data Investasi
Aksi Demo Mahasiswa Disorot, Polisi Ungkap Kronologi Pemberitahuan WhatsApp
Ketua BEM UI Balas Polisi Soal Demo Bundaran HI: Hak Konstitusional, Bukan Minta Izin
Niat Liburan Malah Boncos! Warga Sunter Tertipu Rental Mobil Fiktif di Facebook, Rp3 Juta Raib
Ganja 10 Kg Disamarkan dalam Kardus Pakaian, Bareskrim Ungkap Jaringan Antarprovinsi
Pemerintah Pastikan Seluruh Warga Berhak Bansos Masuk Sistem Perlinsos
Israel Gempur Lebanon Selatan di Tengah Isyarat Damai
Pelaku Usaha Diingatkan, Wajib Halal Mulai Berlaku Oktober 2026

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:30 WIB

Dunia Makin Percaya Indonesia, Prabowo Perintahkan Rosan Umumkan Data Investasi

Minggu, 14 Juni 2026 - 22:12 WIB

Aksi Demo Mahasiswa Disorot, Polisi Ungkap Kronologi Pemberitahuan WhatsApp

Minggu, 14 Juni 2026 - 21:48 WIB

Ketua BEM UI Balas Polisi Soal Demo Bundaran HI: Hak Konstitusional, Bukan Minta Izin

Minggu, 14 Juni 2026 - 19:04 WIB

Niat Liburan Malah Boncos! Warga Sunter Tertipu Rental Mobil Fiktif di Facebook, Rp3 Juta Raib

Minggu, 14 Juni 2026 - 18:46 WIB

Ganja 10 Kg Disamarkan dalam Kardus Pakaian, Bareskrim Ungkap Jaringan Antarprovinsi

Berita Terbaru