JAKARTA, POSNEWS.CO.ID โ Aksi sindikat uang palsu bikin merinding! Bareskrim Polri membongkar jaringan peredaran uang palsu yang beroperasi di Jawa Barat dan siap mengguncang pasar saat momen Lebaran 2026.
Pelaku memanfaatkan lonjakan transaksi jelang hari raya untuk menyebar uang palsu dalam jumlah besar. Polisi pun bergerak cepat sebelum uang haram itu beredar luas.
Digerebek di Warung Nasi Goreng!
Tim Bareskrim langsung menggerebek sebuah warung nasi goreng di kawasan Plered. Dari lokasi ini, petugas meringkus empat pelaku berinisial AS, K, AK sebagai perantara, serta DNA yang diduga kuat sebagai otak pembuat uang palsu.
Kasat Resmob Bareskrim Polri, Arsya Khadafi, mengungkap jaringan ini sudah lama beroperasi dan terhubung dengan sindikat lain di Klaten.
โKelompok ini terorganisir dan terkoneksi dengan jaringan pembuat uang palsu lainnya,โ tegas Arsya, Selasa (17/3/2026).
Dari tangan pelaku, polisi langsung menyita tujuh lembar uang palsu pecahan Rp100 ribu dengan tahun emisi 2016. Temuan ini menjadi pintu masuk untuk membongkar jaringan yang lebih besar.
Tak berhenti di situ, polisi mengembangkan kasus dan menggerebek rumah produksi di Perumahan Griya Ciwangi, Bungursari, Purwakarta. Di lokasi ini, aparat menemukan pabrik uang palsu skala besar yang siap mencetak uang ilegal dalam jumlah masif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Petugas menyita berbagai alat canggih, mulai dari printer, komputer, mesin ultraviolet, oven pengering, alat press, hingga ribuan kertas bahan baku. Bahkan, uang palsu siap edar juga ditemukan di lokasi.
Target Edarkan Miliaran Rupiah Saat Lebaran
Pengungkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang mencurigai rencana sindikat menyebarkan uang palsu hingga miliaran rupiah saat Lebaran. Informasi itu langsung ditindaklanjuti hingga jaringan ini berhasil dihancurkan.
Kini, kasus tersebut ditangani Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri untuk pengembangan lebih lanjut. Para pelaku dijerat Pasal 374 dan 375 KUHP terkait peredaran uang palsu, dengan ancaman hukuman berat.
Polisi mengingatkan masyarakat agar ekstra hati-hati saat bertransaksi, terutama menjelang Lebaran. Jika menemukan uang mencurigakan, warga diminta segera melapor ke aparat. (red)
Editor : Hadwan





















