Serangan Udara Pakistan Tewaskan 400 Orang, Islamabad Bantah Target Sipil

Selasa, 17 Maret 2026 - 18:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Siaga keamanan di Perth. Otoritas kepolisian Australia memberlakukan zona eksklusi di Terminal 1 Bandara Perth guna menginvestigasi laporan tas tak bertuan yang memicu penumpukan penumpang pada Rabu siang. Dok: Istimewa.

Ilustrasi, Siaga keamanan di Perth. Otoritas kepolisian Australia memberlakukan zona eksklusi di Terminal 1 Bandara Perth guna menginvestigasi laporan tas tak bertuan yang memicu penumpukan penumpang pada Rabu siang. Dok: Istimewa.

KABUL, POSNEWS.CO.ID – Sebuah serangan udara mematikan oleh militer Pakistan menghantam jantung ibu kota Afghanistan, Kabul, pada Senin malam. Otoritas Taliban mengeklaim serangan tersebut menewaskan sedikitnya 400 orang dan melukai 250 lainnya di sebuah rumah sakit rehabilitasi narkoba.

Eskalasi ini menandai babak paling berdarah dalam konflik perbatasan sepanjang 2.600 km antara kedua negara bertetangga tersebut. Serangan ini terjadi hanya beberapa jam setelah China menyatakan kesiapannya untuk memediasi kedua negara Islam tersebut guna menghindari perang yang lebih luas.

Kesaksian Penyintas: “Seperti Hari Kiamat”

Saksi mata di lokasi kejadian menggambarkan pemandangan yang mengerikan di Rumah Sakit Omid. Bangunan satu lantai tersebut hangus terbakar dan menyisakan tumpukan kayu serta logam yang bengkok. “Seluruh tempat terbakar. Rasanya seperti hari kiamat,” ujar Ahmad (50), seorang pasien yang sedang menjalani perawatan di fasilitas tersebut.

Baca Juga :  Uni Eropa Resmikan Pinjaman $105 Miliar guna Hindari Kebangkrutan Ukraina

Ahmad menceritakan bahwa tiga bom meledak tepat saat para pasien menyelesaikan salat Isya. Dua bom di antaranya menghantam langsung area perawatan pasien. Haji Fahim, seorang sopir ambulans, melihat orang-orang terbakar hidup-hidup saat tiba di lokasi. Tim penyelamat hingga Selasa pagi masih terus berupaya mengevakuasi jenazah dari bawah reruntuhan bangunan yang runtuh.

Bantahan Keras Pakistan: Menargetkan Gudang Amunisi

Pemerintah Pakistan menolak mentah-mentah klaim bahwa mereka menargetkan fasilitas medis. Menteri Informasi Pakistan, Attaullah Tarar, menyebut laporan tersebut sebagai informasi yang menyesatkan. Ia mengeklaim militer Pakistan melakukan operasi kontra-terorisme yang sangat presisi terhadap instalasi militer dan infrastruktur pendukung teroris.

Tarar mengunggah pernyataan melalui platform X yang menyebut adanya ledakan sekunder yang terlihat jelas setelah serangan udara. Menurutnya, hal ini menjadi bukti kuat keberadaan depo amunisi besar di lokasi tersebut. Islamabad menuduh Kabul menggunakan narasi rumah sakit rehabilitasi untuk membangkitkan sentimen publik dan menutupi dukungan mereka terhadap terorisme lintas batas.

Baca Juga :  Inggris Kembali Gabung Erasmus+, Pelajar Bisa Kuliah Gratis di Eropa

Kegagalan Mediasi dan Ketegangan Regional

Serangan ini menghancurkan harapan gencatan senjata yang sempat muncul melalui upaya diplomasi China. Beijing sebelumnya mendesak kedua negara untuk menahan diri dan kembali ke meja perundingan. Namun, perselisihan mengenai perlindungan kelompok militan di wilayah perbatasan justru memicu kembali pertempuran hebat tepat sebelum festival Idulfitri.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konflik ini meletus di tengah ketidakstabilan regional yang lebih luas, terutama akibat serangan AS-Israel terhadap Iran. Pelapor Khusus PBB untuk hak asasi manusia di Afghanistan, Richard Bennett, mengaku sangat terpukul oleh laporan kematian sipil ini. Ia mendesak kedua belah pihak untuk segera melakukan de-eskalasi dan menghormati hukum internasional terkait perlindungan objek sipil seperti rumah sakit.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan
LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar
Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi
Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas
Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat
Serangan Drone Israel Tewaskan Warga di Tengah Rencana Negosiasi Trump
101 Orang Dipulangkan, Polisi Kejar Aktor Intelektual Aksi Anarkis
Iran Ancam Serangan Panjang dan Menyakitkan Terhadap Posisi AS

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:33 WIB

Pria di Karawang Tewas di Atas Motor, Polisi Selidiki Dugaan Benang Layangan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 18:18 WIB

LPG Subsidi Disuntik ke Tabung Non Subsidi, Negara Nyaris Rugi Rp6,7 Miliar

Sabtu, 2 Mei 2026 - 17:13 WIB

Protes Hari Buruh Filipina 2026: Ribuan Massa Kecam Krisis Energi

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Berita Terbaru

Ilustrasi, Eskalasi kekerasan di perbatasan. Pembunuhan seorang tetua suku yang anti-militan memicu baku tembak sengit antara komite perdamaian lokal dan kelompok bersenjata di wilayah Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. Dok: Istimewa.

INTERNASIONAL

Penembakan Tokoh Suku Picu Kontak Senjata Berdarah, 3 Tewas

Sabtu, 2 Mei 2026 - 15:07 WIB

Menepis spekulasi. Pejabat senior Iran menegaskan bahwa Pemimpin Tertinggi Mojtaba Khamenei dalam kondisi kesehatan yang prima dan tetap menjalankan tugas negara secara aktif, membantah laporan mengenai cedera akibat serangan udara. Dok: Xinhua.

INTERNASIONAL

Mojtaba Khamenei Dinyatakan Sehat Walafiat

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:04 WIB