WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Perwakilan Tinggi Board of Peace Nikolay Mladenov menemui Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin. Selain itu, Mladenov memboyong tim penasihat senior untuk membahas masa depan Jalur Gaza. Pihak Board of Peace menilai perundingan tersebut berjalan sangat konstruktif serta mendalam.
Sementara itu, utusan khusus tersebut menegaskan komitmen penuh terkait penyerahan senjata kelompok militan. Lembaga internasional tersebut menargetkan penghentian kekuasaan militer serta pembentukan pemerintahan sipil. Oleh karena itu, Mladenov terus menekan pemerintah Israel agar segera menghentikan aksi militer.
Trump Umumkan Kesepakatan Damai Pasca-Gencatan Senjata
Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah mengumumkan rincian kesepakatan pelucutan senjata pada Kamis lalu. Selain itu, rencana tersebut menjadi bagian penting dari perjanjian gencatan senjata tahun lalu. Kesepakatan anyar ini mewajibkan Hamas menghentikan seluruh kegiatan militansi di Gaza. Selanjutnya, pihak Israel harus menghentikan operasi militer secara menyeluruh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, pemerintah Israel mengungkapkan kekhawatiran keamanan yang sangat serius terkait rincian perjanjian. Akibatnya, militer Israel sempat meningkatkan serangan udara dan menewaskan 17 warga Gaza selama akhir pekan. Meskipun demikian, pihak militer menghentikan seluruh gempuran udara sepanjang hari Senin.
Dampak Konflik Panjang dan Korban Jiwa di Gaza
Serangan militer Israel telah menewaskan sekitar 1.250 warga Gaza sejak kesepakatan gencatan senjata Oktober lalu. Padahal, perjanjian tersebut menandai akhir pertempuran besar selama dua tahun terakhir. Konflik berdarah ini bermula saat kelompok Hamas menyerang kawasan selatan Israel.
Selanjutnya, serangan awal tersebut menewaskan 1.200 orang serta menyandera 251 warga. Akibatnya, balasan militer Israel telah menewaskan lebih dari 73.000 warga di Gaza. Kementerian Kesehatan Gaza mencatat angka kematian tersebut secara berkala. Oleh karena itu, badan Perserikatan Bangsa-Bangsa menganggap data tersebut sangat valid.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













