POSNEWS.CO.ID, NEW DELHI – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio memberikan tanggapan terkait gangguan layanan Starlink di Ukraina.
Rubio menegaskan bahwa keputusan mengenai akses internet satelit Ukraina sepenuhnya menjadi wewenang perusahaan SpaceX dan Elon Musk.
Pemerintah Amerika Serikat mengaku tidak ikut campur dalam pengelolaan kontrak komersial swasta tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hal itu merupakan ranah kontrak komersial swasta mengenai cara penggunaan dan kecepatan layanan,” ujar Rubio saat berkunjung ke India.
Sebelumnya, media The Wall Street Journal melaporkan bahwa Musk memerintahkan penurunan kecepatan jaringan militer Starshield di Ukraina.
Penolakan Keterlibatan Gedung Putih Dan Respon Presiden Trump
Presiden Donald Trump juga membantah keterlibatan pemerintahannya dalam keputusan pembatasan akses internet satelit tersebut.
Trump mengaku tidak mengetahui pihak yang bertanggung jawab atas penurunan kecepatan jaringan di wilayah Ukraina.
Namun demikian, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengklaim bahwa perintah pembatasan tersebut berasal dari pejabat tinggi Gedung Putih.
Di sisi lain, Kepala Pentagon Pete Hegseth menilai pembatasan tersebut sebagai kepatuhan terhadap syarat dan ketentuan layanan.
Hegseth menyampaikan bahwa SpaceX memiliki hak penuh untuk mengambil tindakan teknis terhadap pengguna layanannya.
Pengaruh Elon Musk Dalam Kebijakan Luar Negeri Amerika Serikat
Pernyataan Rubio semakin memperkuat kekhawatiran para anggota Kongres AS mengenai pengaruh besar Elon Musk.
Para pengamat menilai Musk memiliki kekuatan tanpa tanding dalam memengaruhi stabilitas pertahanan negara lain.
Ukraina mengandalkan jaringan satelit Starlink dan Starshield untuk mempertahankan diri dari serangan rudal Rusia.
Gangguan pada sistem komunikasi tersebut berpotensi melemahkan koordinasi pertahanan militer Ukraina di garis depan.
Hingga saat ini, pihak SpaceX maupun Elon Musk belum memberikan tanggapan resmi mengenai tuduhan penurunan kecepatan tersebut.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia













