Pengukuhan Mojtaba Khamenei: Trump Prediksi Perang Usai di Tengah Gejolak Minyak Dunia

Selasa, 10 Maret 2026 - 08:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sinyal de-eskalasi. Teheran sedang mempelajari memorandum satu halaman dari Amerika Serikat guna mengakhiri perang secara formal, sebuah langkah yang memicu optimisme pasar energi meski isu nuklir masih menjadi ganjalan utama. Dok: Ilustrasi.

Sinyal de-eskalasi. Teheran sedang mempelajari memorandum satu halaman dari Amerika Serikat guna mengakhiri perang secara formal, sebuah langkah yang memicu optimisme pasar energi meski isu nuklir masih menjadi ganjalan utama. Dok: Ilustrasi.

WASHINGTON, POSNEWS.CO.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan proyeksi yang mengejutkan mengenai durasi konflik di Timur Tengah. Trump meyakini bahwa kampanye militer terhadap Iran akan tuntas lebih cepat dari jadwal empat hingga lima minggu yang ia tetapkan sebelumnya.

“Saya rasa perang ini sudah sangat lengkap, hampir selesai,” ujar Trump dalam wawancara dengan CBS News. Ia mendeskripsikan operasi tersebut kepada para legislator Republik sebagai sebuah “ekskursi jangka pendek” yang bertujuan untuk mengalahkan Iran secara telak dan menentukan.

Suksesi di Teheran: Mojtaba Khamenei Naik Takhta

Meskipun Trump menyatakan kemenangan sudah dekat, situasi di Teheran menunjukkan tanda-tanda perlawanan jangka panjang. Media pemerintah Iran menampilkan kerumunan besar di berbagai kota yang memberikan sumpah setia kepada Pemimpin Tertinggi baru, Mojtaba Khamenei.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mojtaba (56) merupakan ulama Syiah yang memiliki basis massa kuat di kalangan pasukan keamanan dan imperium bisnis Garda Revolusi. Meskipun demikian, Trump secara tegas menyatakan bahwa kepemimpinan Mojtaba “tidak dapat diterima” oleh Washington. Di Isfahan, loyalis berkumpul di Alun-alun Imam yang bersejarah sembari meneriakkan slogan perlawanan, tepat saat suara ledakan dari serangan udara terdengar di kejauhan.

Baca Juga :  Sabu 15 Kg Digagalkan Polda Sumut, Polisi Buru DPO Pengendali Jaringan

Guncangan Pasar Energi dan Opsi Sanksi Rusia

Konfrontasi bersenjata ini telah menutup total Selat Hormuz selama lebih dari satu pekan. Akibatnya, distribusi seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia terhenti sepenuhnya. Harga minyak mentah Brent sempat melonjak hingga 29 persen dalam satu sesi sebelum akhirnya menetap pada kenaikan 7 persen, level tertinggi sejak tahun 2022.

Kenaikan harga bensin menjadi ancaman politik serius bagi Partai Republik menjelang pemilu paruh waktu November mendatang. Oleh karena itu, administrasi Trump kini sedang menjajaki opsi yang kontroversial: melonggarkan sanksi pada minyak Rusia. Langkah ini bertujuan untuk membanjiri pasar dengan pasokan tambahan guna menekan harga energi, meskipun berisiko memperumit upaya Barat dalam menghukum Moskow atas perang di Ukraina.

Eskalasi Regional dan Intersepsi NATO di Turki

Perang kini meluas ke berbagai front regional. Militer Israel meluncurkan gelombang serangan baru ke pusat kota Iran dan Beirut, Lebanon. Di saat yang sama, sistem pertahanan udara NATO di Turki berhasil menembak jatuh rudal balistik yang diluncurkan dari wilayah Iran. Ini merupakan insiden kedua di mana rudal Iran memasuki wilayah udara anggota NATO.

Baca Juga :  Kebijakan Keras Donald Trump Targetkan Pengungsi

Selain itu, krisis kemanusiaan semakin memburuk. Serangan udara terhadap kilang minyak di Teheran memicu polusi asap hitam pekat yang menyelimuti kota. Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Tedros Ghebreyesus, memperingatkan risiko kontaminasi pangan dan air yang parah bagi warga sipil.

Hingga saat ini, utusan Iran untuk PBB melaporkan sedikitnya 1.332 warga sipil Iran tewas. Di sisi lain, Lebanon mencatat 400 kematian dengan hampir 700.000 orang terpaksa mengungsi. Konfrontasi fisik ini juga merenggut nyawa warga sipil di Israel, meningkatkan jumlah korban tewas akibat serangan Iran menjadi 11 orang. Dunia kini menanti apakah prediksi “perang singkat” Trump akan terwujud atau justru terjebak dalam pusaran konflik regional yang kian dalam.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran
Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal
Presiden Myanmar Ungkap Peta Jalan 5 Tahun dan Wajib Militer
Hamas Sepakati Peta Jalan Pelucutan Senjata di Gaza
Hakim Hukum Robert Bush 20 Tahun Penjara Akibat Penipuan
Juri Menyatakan Hadi Matar Bersalah atas Penikaman Penulis
Racun Sianida pada Tomat Diduga Tewaskan 15 Gajah di Kenya
14 Warga Meninggal dan Ledakan Mal Picu Krisis

Berita Terkait

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 10:30 WIB

Warga Galang 21 Ribu Tanda Tangan Tolak Pembongkaran

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 09:30 WIB

Kerusuhan Mengguncang Nepal Tenggara: 3 Warga Meninggal

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 08:48 WIB

Presiden Myanmar Ungkap Peta Jalan 5 Tahun dan Wajib Militer

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 07:41 WIB

Hamas Sepakati Peta Jalan Pelucutan Senjata di Gaza

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 06:37 WIB

Hakim Hukum Robert Bush 20 Tahun Penjara Akibat Penipuan

Berita Terbaru

Rampungnya proses syuting Elden Ring. Sutradara Alex Garland dan studio A24 menyelesaikan tahapan pengambilan gambar film adaptasi game bernilai 100 juta dolar AS. Dok: Istimewa.

ENTERTAINMENT

Adaptasi Game Raksasa: A24 Selesaikan Syuting Film Elden Ring

Sabtu, 1 Agu 2026 - 13:24 WIB