BEIJING, POSNEWS.CO.ID – Ketegangan dagang antara dua raksasa ekonomi dunia mulai mencair. Pada hari Senin, Kementerian Perdagangan China (MOC) memberikan kabar positif mengenai konsultasi intensif dengan Uni Eropa (UE). Diskusi ini berfokus pada kasus anti-subsidi kendaraan listrik (EV) buatan China.
Dalam pernyataan resminya, kementerian mencatat bahwa kedua belah pihak telah terlibat dalam beberapa putaran diskusi. Menariknya, negosiasi tersebut berlangsung dengan rasa saling menghormati. Tujuannya jelas: mengimplementasikan konsensus para pemimpin dan mencari resolusi tepat bagi gesekan perdagangan yang sempat memanas.
Hasilnya, negosiator Beijing dan Brussels mencapai kesepakatan krusial. Mereka menyepakati perlunya panduan umum mengenai “komitmen harga” (price undertakings) bagi eksportir kendaraan listrik baterai China yang membidik pasar Eropa.
Solusi Jalan Tengah: Komitmen Harga
Langkah ini membuka jalan bagi perusahaan China untuk mengatasi kekhawatiran Eropa. Caranya, mereka akan mengambil tindakan yang lebih praktis dan terarah. Penting untuk dicatat bahwa mekanisme ini tetap akan selaras secara ketat dengan aturan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
Sebagai tindak lanjut, pihak Eropa akan segera menerbitkan dokumen panduan formal. Panduan ini mengatur tata cara pengajuan aplikasi komitmen harga tersebut.
Di dalam dokumen itu, Uni Eropa berjanji menegaskan kembali komitmennya terhadap prinsip non-diskriminasi. Brussels akan menerapkan standar hukum yang sama untuk semua aplikasi sesuai regulasi WTO. Selain itu, mereka menjamin akan melakukan penilaian secara objektif dan tidak memihak.
Mencegah Putusnya Rantai Pasok
Kementerian Perdagangan China menekankan bahwa perkembangan ini mencerminkan semangat dialog yang konstruktif. Pernyataan tersebut menegaskan bahwa China dan UE memiliki kemampuan sekaligus kemauan politik untuk menyelesaikan perbedaan di meja perundingan, bukan lewat perang tarif.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemerintah memandang upaya ini sangat vital. Alasannya, langkah ini menjaga stabilitas rantai industri dan pasokan otomotif, baik di tingkat regional maupun global. Pada akhirnya, keberhasilan penanganan kasus ini tidak hanya menyehatkan hubungan ekonomi bilateral, tetapi juga menegakkan tatanan perdagangan internasional yang berbasis aturan.
Penulis : Ahmad Haris Kurnia
Editor : Ahmad Haris Kurnia





















