Demam AI Global Menggila, Ekspor Korea Selatan Tembus Rekor

Jumat, 2 Januari 2026 - 13:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi, Selamat tinggal masa transisi. Di tahun 2026, AI telah menjadi

Ilustrasi, Selamat tinggal masa transisi. Di tahun 2026, AI telah menjadi "normalitas baru" yang mendefinisikan ulang kecepatan kerja. Temukan 5 perangkat kunci untuk melipatgandakan produktivitas Anda hari ini. Dok: Istimewa.

SEOUL, POSNEWS.CO.ID – Gelombang revolusi kecerdasan buatan (AI) yang melanda dunia membawa berkah luar biasa bagi perekonomian Negeri Ginseng. Data resmi pemerintah yang rilis pada Kamis menunjukkan bahwa permintaan global yang melonjak terhadap semikonduktor telah melambungkan ekspor Korea Selatan ke level tertinggi sepanjang sejarah pada tahun 2025.

Kementerian Perindustrian di Seoul mencatat total nilai ekspor tahun lalu menembus angka lebih dari $700 miliar. Angka fantastis ini menandai kenaikan sebesar 3,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya, sebuah pencapaian impresif di tengah ketidakpastian ekonomi global.

“Emas Baru” Bernama Semikonduktor

Lonjakan minat dunia terhadap teknologi AI menjadi katalis utama. Ekspor industri semikonduktor meroket hingga mencapai $173,4 miliar pada tahun 2025. Angka ini merupakan rekor tertinggi baru dengan peningkatan lebih dari 20 persen secara tahunan (year-on-year).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara spesifik, kementerian menyoroti permintaan kuat untuk cip memori berharga tinggi yang menjadi otak bagi pusat data AI. Bahkan, data bulan Desember saja menunjukkan lonjakan ekspor semikonduktor lebih dari 40 persen, mencatatkan kenaikan selama sepuluh bulan berturut-turut.

Baca Juga :  Polri Sita 27 Kayu Misterius di Garoga, Ada Jejak Gergaji di Lokasi Banjir Bandang

Dua raksasa teknologi Korea, Samsung Electronics dan SK Hynix, berdiri di garis depan fenomena ini. Sebagai pembuat cip memori teratas dunia, mereka menyediakan komponen krusial yang menopang infrastruktur industri AI global.

Ambisi Besar Presiden Lee

Momentum ini tidak disia-siakan oleh pemerintah. Presiden Korea Selatan, Lee Jae Myung, telah bersumpah untuk melipatgandakan belanja negara di sektor AI pada tahun ini. Langkah strategis ini bertujuan melontarkan Korea Selatan masuk ke jajaran tiga besar kekuatan AI dunia, mengekor Amerika Serikat dan China.

Mobil dan Hallyu: Mesin Pertumbuhan Lain

Selain cip, sektor otomotif juga menunjukkan taringnya. Pengiriman mobil naik ke angka $72 miliar, rekor tertinggi baru meskipun industri ini menghadapi tekanan tarif dari Amerika Serikat.

Tak hanya teknologi keras, daya lunak (soft power) Korea juga mendulang devisa. Sektor pertanian dan kosmetik mencatat angka tertinggi sepanjang masa, terdorong oleh minat global yang tak surut terhadap budaya pop Korea (Hallyu), makanan, dan produk kecantikannya.

Baca Juga :  Diskriminasi Terhadap Umat Muslim di Jepang Kian Meluas

Tantangan Tarif di Pasar Utama

Kendati mencatat rekor, jalan Korea Selatan tidak sepenuhnya mulus. Ekspor tumbuh di semua pasar kecuali ke Amerika Serikat dan China. Penurunan ini terjadi akibat beban tarif pada baja, mobil, dan mesin.

Ekonomi terbesar keempat di Asia ini sempat terpukul oleh tarif rata 25 persen dari Amerika Serikat. Namun, negosiasi menit-menit terakhir berhasil mengamankan tarif yang lebih rendah di angka 15 persen, menyelamatkan salah satu jalur perdagangan terbesar Washington tersebut.

Menteri Perindustrian Kim Jung-kwan menyebut rekor baru ini sebagai indikator ketahanan ekonomi Korea Selatan yang solid di tengah tantangan domestik dan eksternal. Namun, ia tetap melempar peringatan.

“Kondisi ekspor tahun ini diperkirakan akan tetap sulit, karena ketidakpastian masih menyelimuti lingkungan perdagangan, termasuk keberlanjutan permintaan semikonduktor,” ujar Kim waspada.

Penulis : Ahmad Haris Kurnia

Editor : Ahmad Haris Kurnia

Follow WhatsApp Channel www.posnews.co.id untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Organisasi Lingkungan Menggugat Pemerintahan Trump Atas
Rusia Menghantam Jembatan Utama di Kyiv Dua Hari
Arab Saudi Merancang Serangan Militer Besar-Besaran
Korea Utara Meluncurkan Rudal Balistik Usai Menolak Permintaan
Identitas Ko-Pilot FlyDubai Terungkap Usai Serang Kapten
Sebuah Mobil Menabrak Kerumunan Warga di Newcastle Australia
Ko-Pilot Mencoba Menjatuhkan Pesawat Rute Dubai Tel Aviv
Amerika Serikat Mengirimkan 9.000 Prajurit dan Kapal Induk Ketiga

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:56 WIB

Organisasi Lingkungan Menggugat Pemerintahan Trump Atas

Minggu, 4 Oktober 2026 - 10:49 WIB

Rusia Menghantam Jembatan Utama di Kyiv Dua Hari

Minggu, 4 Oktober 2026 - 09:45 WIB

Arab Saudi Merancang Serangan Militer Besar-Besaran

Minggu, 4 Oktober 2026 - 08:40 WIB

Korea Utara Meluncurkan Rudal Balistik Usai Menolak Permintaan

Minggu, 4 Oktober 2026 - 07:37 WIB

Identitas Ko-Pilot FlyDubai Terungkap Usai Serang Kapten

Berita Terbaru

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. (Posnews/Ist)

NASIONAL

Terungkap! PB Indra Kenz Dicabut, Proses Remisi Jadi Sorotan

Senin, 5 Okt 2026 - 19:46 WIB