JAKARTA, POSNEWS.CO.ID – Arus urbanisasi pasca Lebaran 2026 kembali meningkat. Para perantau berdatangan ke Ibu Kota untuk mengadu nasib—mulai dari mencari pekerjaan hingga mengejar mimpi.
Di tengah derasnya arus itu, muncul kisah inspiratif dari seorang pemuda yang menggabungkan kerja keras dan passion di dunia olahraga.
Hasibuan (27), perantau asal Kepulauan Riau, memilih merantau ke Jakarta Utara bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga memburu mimpi menjadi atlet profesional seni bela diri.
Hasibuan tiba di Jakarta melalui Pelabuhan Tanjung Priok dengan kapal Pelni. Ia datang seorang diri, tanpa keluarga maupun kenalan.
“Saya merantau sendiri, tanpa siapa-siapa. Tujuannya jelas, ingin mengembangkan kemampuan bela diri,” ujarnya saat ditemui di kawasan Sunter, Sabtu (4/4/2026).
Kerja Keras Sambil Asah Kemampuan
Untuk bertahan hidup, Hasibuan bekerja di sektor ekspedisi sayuran. Meski demikian, ia tetap disiplin membagi waktu antara kerja dan latihan.
Ia memilih tinggal di kawasan Sunter agar dekat dengan tempat latihan Muay Thai yang ia tekuni.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Penghasilan saya pakai untuk kebutuhan hidup, latihan, dan juga membantu keluarga di kampung,” katanya.
Sejak SMP, Hasibuan sudah jatuh cinta pada dunia bela diri. Kini, ia fokus mendalami Muay Thai—olahraga yang dikenal sebagai “seni delapan tungkai” karena memanfaatkan pukulan, tendangan, siku, dan lutut.
Selain sebagai pertahanan diri, Muay Thai juga bermanfaat untuk kebugaran, meningkatkan stamina, hingga melatih disiplin.
Jam Terbang Jadi Kunci
Menurut Hasibuan, dalam dunia Muay Thai tidak ada perbedaan kasta. Yang menentukan kualitas atlet adalah konsistensi latihan dan pengalaman bertanding.
Ia pun aktif mengikuti berbagai kejuaraan, mulai dari tingkat provinsi hingga nasional, seperti Porprov, Kejurnas, hingga seleksi ajang internasional.
Target Besar: PON 2028
Meski harus berjibaku dengan kerasnya hidup di Jakarta, Hasibuan tidak menyerah. Ia menargetkan bisa tampil di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di NTB dan NTT.
“Sekarang saya fokus jaga disiplin latihan, stamina, dan kesehatan. Tidak merokok, tidak begadang, semua demi performa,” tegasnya.
Kisah Hasibuan menjadi bukti bahwa merantau bukan hanya soal mencari uang, tetapi juga membangun masa depan.
Dengan kerja keras, disiplin, dan konsistensi, peluang sukses terbuka lebar—bahkan dari titik nol di kota besar seperti Jakarta. (MR)
Editor : Hadwan



















